Tue04252017

Last updateTue, 25 Apr 2017 5pm

News Featured

Rutan Selenggarakan Khataman Qur’an Serentak Secara Nasional

Rutan Selenggarakan Khataman Qur’an Serentak Secara Nasional

Sambut HUT Pemasyarakatan ke 53
BANJARNEGARA – Ruma...

Guru Harus Tanamkan Budi Pekerti Luhur

Guru Harus Tanamkan Budi Pekerti Luhur

BANJARNEGARA – Guru berkewajiban untuk memberikan ...

60 Pelajar Ikuti Lomba Dokter Kecil dan KKR

60 Pelajar Ikuti Lomba Dokter Kecil dan KKR

(Banjarnegara)~Untuk dapat memotivasi perserta did...

Anggoro ,

Anggoro , "CSR" Bisa Bantu Entaskan Kemiskinan

BANJARNEGARA- Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo A...

DWP Gelar Sosialisasi e-Reporting

DWP Gelar Sosialisasi e-Reporting

(BANJARNEGARA) – Sebanyak 110 peserta mengikuti so...

Video Banjarnegara

  • Pengumuman

  • Prestasi Siswa

  • Adipura

Berita

SETTING

Guru Harus Tanamkan Budi Pekerti Luhur

4 DAYS AGO  |  Admin2
Guru Harus Tanamkan Budi Pekerti Luhur

BANJARNEGARA – Guru berkewajiban untuk memberikan pendidikan karakter agar generasi muda memiliki budi pekerti luhur. Saat ini Fungsi guru tidak semat...

Read more

Tusmino, Mantan TKI Sukses Jadi Petani Ikan

1 YEAR AGO  |  Admin2
Tusmino, Mantan TKI Sukses Jadi Petani Ikan

Berharap Ikan Yang Dikirim Ke Luar Negeri, Bukan  TKI
BANJARNEGARA- Setelah lima tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan Tusmino, k...

Read more

Gugatan Online, Bikin Cerai Jadi Lebih Mudah

15 HOURS AGO  |  Admin2
Gugatan Online, Bikin Cerai Jadi Lebih Mudah

BANJARNEGARA – Pengadilan Agama (PA) Banjarnegara membuat layanan online untuk mereka yang hendak mengurus perceraian. Nama layanannya adalah http://g...

Read more

Banjarnegara Raih 2 Perak dan 2 Perunggu

1 MONTHS AGO  |  Admin2
Banjarnegara Raih 2 Perak dan 2 Perunggu

Lomba Sepatu Roda Nasional Bekasi Terbuka 2017
BANJARNEGARA – Atlit sepatu roda Banjarnegara torehkan prestasi membanggakan di Lomba Sepatu Roda tingka...

Read more

Kiat Jitu Menjaga Perasaan

1 YEAR AGO  |  psghumas

Oleh : Triyatno, S.Pd, M.M
----------------------------------
Bagaimana seseorang dapat menjaga perasaan? Bagaimana menjaga perasaan dalam 
menghadapi se...

Read more

Bulletin DerapSerayu

SETTING

Hujan, Antara Berkah dan Musibah

1 YEAR AGO  |  psghumas

Hujan pertama selalu indah. Bau harum tanah ditingkah senyum sumringah setelah lama
berbulan-bulan merasakan musim kemarau yang penuh gerah. Alhamdulil...

Read more

“ U P A ” Lilis Ujianti

1 YEAR AGO  |  psghumas

Upa, sega seblindi sing kapiran ora melu bathir mlebu maring cangkem. Sega sing  semangsang nang klambi utawa nang meja. Sega sing ora mlebu maring ca...

Read more

Sawang Sinawang

1 YEAR AGO  |  psghumas

Jere pedagang, dadi pegawai si kepenak gajihe rutin saben wulan ora nggrengga rugi. Jere petani, pedagang si seneng olih duwit saben dina. Jere pegawa...

Read more

Public Relations Sebagai Bagian dari Ilmu Komunikasi

1 YEAR AGO  |  psghumas

Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara berkomunikasi serta menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai sarana komunikasi kepa...

Read more

Fortuna ke Semi Final Dandim Cup

1 YEAR AGO  |  psghumas

Bermain taktis dan kompak, Fortuna Rakit menaklukkan PS BK Kutawuluh 3-0, pada laga perempat final turnamen Dandim Cup IV di Stadion Merden, Purwonego...

Read more

Wacana/Opini

SETTING

Indonesia Power Promosikan Batik Ramah Lingkungan

1 YEAR AGO  |  psghumas

  Selama dua hari pelaksanaan Pesona Citra Batik Gumelem Banjarnegara 2015, PT. Indonesia Power UPB Mrica menampilkan batik alam hasil kerajinan kelomp...

Read more

Back You are here: Home Wacana/Opini Wacana Umum Pemerintah yang Baik adalah yang “Ngewongke” Rakyatnya

Pemerintah yang Baik adalah yang “Ngewongke” Rakyatnya

Berkait dengan peringatan Hari Jadi ke 181 Kabupaten Banjarnegara, Derap Serayu menulis edisi khusus yang menghadirkan opini sejumlah tokoh. Salah satu diantaranya adalah H. Zaelani, mantan Seskab/Sekwilda era 1958 – 1975. Berikut tulisan yang disarikan dari hasil wawancara Derap Serayu dengan Beliau.Apa yang ingin ditanyakan kepada saya. Saya sudah tua, sudah 87 tahun. Sudah banyak hal yang lupa”. Begitu sambutan Zaelani saat awal Derap Serayu menyampaikan maksud kedatangan kami untuk mewancarai beliau. Barangkali saja jawabannya terlahir sebagai bentuk kerendahan hati lelaki sepuh yang kaya ilmu dan kaya pengalaman ini.

Meski berjalan lambat, akhirnya kami pun terlibat perbincangan cukup lama di teras samping dari kediaman beliau yang asri di Kampung Krandegan. Rumah tinggal beliau yang asri ini dikenal juga sebagai salah satu penginapan tertua yang ada di Banjarnegara: Mardiana Inn.

Kalau diminta pendapat ya saya mau, tapi saya minta tolong pesan saya disampaikan Bapak Bupati. Pada kegiatan di Pendopo tanggal 9 Juni bulan lalu beliau ngendika di depan pertemuan yang membahas tentang Pancasila dimana saya hadir juga di forum tersebut. Beliau mengaku sebagai salah satu pengagum Ir. Soekarno. Proklamator dan Presiden Pertama RI. Pada kesempatan itu, di hadapan orang banyak beliau berjanji akan memberi nama salah satu jalan di Banjarnegara ini dengan nama Soekarno. Jalan yang mana memang beliau tidak menyebutkan. Tapi pantasnya ya jalan protocol. Nah…saya masih menunggu realisasi dari janji beliau tersebut” katanya.

 

Penataan kota

Dalam hal penataan kota ini, kata Zaelani, saya melihat ada sejumlah hal yang tidak berjalan konsisten dan tegas. Seingat saya, lanjutnya, ada Perda yang mengatur larangan berjualan di trotoar. Itu hukumnya. Namanya hukum, semestinya itu berlaku sama di seluruh wilayah. Agar semua warga tahu, maka pemerintah berkewajiban mensosialisasikannya, salah satu cara adalah dengan menempel larangan tersebut di jalur trotoar.

Larangan itu jangan hanya ada diterapkan di tempat tertentu, namun di tempat lain tidak. Namun bila melihat kondisi sekarang, nampaknya kita sudah lupa bahwa kita mempunyai Perda tersebut. Banyak sekarang kita jumpai pedagang berjualan di trotoar. Tersebar di seantero kota. Kini, mereka tidak hanya numpang, banyak diantaranya sudah menguasai fasilitas public tersebut. Sehingga berakibat para pejalan kaki harus mengalah untuk mereka. Ini kan tidak bener.

Coba saja lihat trotoar di depan saya. Kemudian yang paling jelas di rumah sakit. serta di jalan veteran. Mengapa bisa terjadi begini. Mengapa kita membuat Perda, tentunya dengan pertimbangan dan dasar yang matang. Kalau sudah dibuat mengapa tidak ditegakan. Saya justru khawatir karena tidak tegas sedari awal, masalah ini akan menjadi sulit saat akan ada perintah untuk eksekusi.

Mengapa? Karena waktu. Lama-lama mereka mapan dengan usahanya dan saat diambil tindakan akan sangat sulit karena berbagai alasan. Meski dilihat dari sisi adanya dasar aturan Perda pemerintah ada pada pihak yang benar, tapi karena sudah lama terjadi kekacauan aturan sehingga dalam kasus seperti ini melihat pemerintah pada posisi yang benar posisinya menjadi lemah.

Apalagi sebagai pedagang mereka juga terkena pajak. Rumit kan. Salah dibiarkan, “diakui” secara tidak langsung dengan adanya pungutan pajak, namun pada suatu saat ada penegakan dinyatakan salah. Karenanya tidak salah juga saat penanganan masalah ini yang menguat justru masalah HAM. Dan itu makin menjadi pembenar bila pemerintah tidak memberi solusi.

Tapi pada prinsipnya pemerintah itu harus berani. Harus tegas. Kalau memang ada peraturannya ya tegakan. Tidak apa-apa diolok-olok rakyat yang tidak suka, toh tindakan itu jelas arahnya dan ada dasarnya. Ini bukan berarti pemerintah kembali ke masa lalu. Namun untuk apa Perda dibuat kalau tidak untuk ditegakan. Ini agar pemerintah mempunyai wibawa” katanya.

Namun demikian, lanjutnya, cara pelaksanaannya tidak harus langsung keras seperti trantib masa dahulu. Kalau bisa ketegasan tersebut dilaksanakan dengan cara-cara persuasive terlebih dahulu. Cara-cara yang manusiawi. Ini cara mewujudkan ketegasan, namun dengan bahasa masyarakat.

Dalam hal seperti ini, saya terinspirasi sekali dengan walikota Solo Jokowi yang mampu memindah pedagang pasar tanpa kekerasan. Dan hal tersebut ditempuhnya dengan melakukan langkah persuasive luar biasa karena maksud sebenarnya memindah pedagang pasar baru disampaikanya secara terbuka kepada mereka setelah sekian kali melakukan pertemuan.

Ini yang saya maksud, perubahan paradigma pemerintahan dari pangreh praja menjadi pamong praja. Pemerintah sekarang ini menempatkan dirinya sebagai pamomong. Bukan lagi ngereh masyarakat. Pemerintahan harus dilaksanakan dengan cara-cara yang menjunjung tinggi keberadaan rakyatnya sebagai manusia. Insya Allah sampai kapanpun, pemerintah akan selamat dan senantiasa mendapat dukungan besar rakyatnya. Bahasa jawanya ya pemerintah harus pandai ngewongke rakyate.

 

Pengalaman mengelola Pasar Kota Banjarnegara

Bila berbicara mengentai Pasar Kota Banjarnegra, ada dua hal yang saya catat dari pengalaman yang berkait dengan keberadaan pasar kota Banjarnegara. Pertama, pada saat awal membangun pasar Kota. Waktu itu, lahan yang disediakan berupa tanah bengkok desa Krandegan ternyata tidak mencukupi. Harus ditambah luasnya agar representative. Maka pilihanya harus mengusur kampung Sidamulya. Tentu ini bukan perkara mudah. Salah-salah urusan yang muncul keributan dan kekerasan. Harus dicari cara agar semua berlangsung dengan normal.

Meski pemerintah mempunyai kekuasaan untuk mengupayakan pembangunan pasar tersebut secara paksa, apalagi di masa itu, namun cara tersebut tidak kami pilih. Terutama karena ini menyangkut rakyat kita sendiri. Terutama juga karena mereka manusia.

Untuk maksud tersebut, saya menemui dua orang tokoh masyarakat yang disegani di desa Krandegan agar mau membantu pemerintah dalam upaya membangun pasar. Sampai beberapa kali saya sempatkan waktu untuk menemui kedua tokoh ini secara pribadi sampai akhirnya mereka bersedia membantu program pemerintah tersebut. Dengan kesediaan mereka, urusan memindah penduduk menjadi relative mudah tanpa kekerasan karena pengaruh ketokohan kedua orang ini” katanya.

Setelah kedua tokoh ini bersedia membantu pemerintah, sambungnya, maka seperti yang sudah direncanakan, maka urusan memindah penduduk ini dapat berjalan sukses sesuai rencana. Para penduduk Sidamulya bersedia dipindah ke wilayah Jenggul, arah belakang markas Kodim sekarang ini. Kampung baru ini diberi nama Sidamulya baru.

Kedua, lanjutnya, adalah apa yang dilakukan Ibu Bupati…saya lupa, masa Ibu Endro Suwaryo atau Ibu Winarno..waktu itu, Ibu Bupati dengan PKK-nya mengumpulkan para pedagang pasar, baik yang di dalam maupun di luar pasar. Lalu dibentuk paguyuban pedagang pasar. Mereka dibimbing oleh Ibu Bupati dan PKKnya untuk dapat mengatur dirinya sendiri. Membuat aturan-aturan sendiri, termasuk hukuman-hukuman yang diterapkan jika melanggar.

Cara seperti ini ternyata menjadi sangat efektif. Saat mereka dioprak-oprak petugas trantib senantiasa kucing-kucingan dan melakukan perlawanan, namun dengan pendekatan kemanusiaan ketika mereka diberi kesempatan untuk mengatur dirinya sendiri ternyata bisa tertib. Tidak perlu dilakukan dengan paksa atau penuh ketakutan.

Hal ini seperti yang saya lihat terjadi di para pedagang Taman bekas terminal lama. Mereka diberi kepercayaan untuk mengelola dirinya sendiri. Mereka buat aturan-aturan sendiri tentang berbagai masalah yang penting bagi mereka, seperti masalah ketertiban, kebersihan, keamanan, dan seterusnya. Coba lihat, kondisi Taman yang senantiasa bersih karena setiap usai berdagang dengan kesadaran sendiri mereka membersihkan tempatnya berdagang. Mereka sadar, kebersihan menjadi bagian dari upaya mereka mencari rejeki” katanya.

Saya percaya, dalam kondisi pedagang pasar, pedangang di jalan veteran, dan pedagang kaki lima yang telah terlanjur demikian semrawut ini masih ada kesempatan untuk mengajak mereka tertib, teratur dan bersih. Mengapa? Karena mereka manusia. Umumnya manusia itu masih punya malu dan juga ingin hidup baik-baik. Apalagi jika mereka dapat diberi disadarkan bahwa jika kondisi pasar bersih dan lapang, maka akan lebih banyak lagi pembeli yang akan datang. Kuncinya satu, apapun konsep besarnya dan siapaun pelaksananya, lakukan itu dengan cara-cara yang ngewongke. (*_*__ebr)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan

Link Penting

SIM ONLINE

PPDI

  • Profil
  • Peraturan
  • Pedoman & Standar Pelayanan
  • Formulir Permintaan
  • Info Serta Merta
  • Info Setiap Saat
  • Hak dan Tata Cara
  • Pengaduan
Info Penting
  • Penelitian / Praktek Kerja