Mon05012017

Last updateFri, 28 Apr 2017 10am

News Featured

Dikukuhkan, Pengurus MUI Kecamatan se Kabupaten Banjarnegara

Dikukuhkan, Pengurus MUI Kecamatan se Kabupaten Banjarnegara

BANJARNEGARA – Pengurus Majlis Ulama Indonesia (MU...

HKSN diperingati dengan Aksi Serentak Siaga Bencana

HKSN diperingati dengan Aksi Serentak Siaga Bencana

BANJARNEGARA – Raung sirine dari mobil pemadam keb...

Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Harus Setara Dengan di Perkotaan

Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Harus Setara Dengan di Perkotaan

BANJARNEGARA – Kualitas tenaga pengajar yang ditem...

 Pertanian Model Minapadi Terus Dikembangkan

Pertanian Model Minapadi Terus Dikembangkan

9 Klomtan Dibantu Program Pengembangan Minapadi
BAN...

Gugatan Online, Bikin Cerai Jadi Lebih Mudah

Gugatan Online, Bikin Cerai Jadi Lebih Mudah

BANJARNEGARA – Pengadilan Agama (PA) Banjarnegara ...

Video Banjarnegara

  • Pengumuman

  • Prestasi Siswa

  • Adipura

Berita

SETTING

Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Harus Setara Dengan di Perkotaan

4 DAYS AGO  |  Admin2
Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Harus Setara Dengan di Perkotaan

BANJARNEGARA – Kualitas tenaga pengajar yang ditempatkan di daerah terpencil atau pedesaan semestinya harus setara dengan guru yang ditugaskan di daer...

Read more

Tusmino, Mantan TKI Sukses Jadi Petani Ikan

1 YEAR AGO  |  Admin2
Tusmino, Mantan TKI Sukses Jadi Petani Ikan

Berharap Ikan Yang Dikirim Ke Luar Negeri, Bukan  TKI
BANJARNEGARA- Setelah lima tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan Tusmino, k...

Read more

Belajar dari Pemilih Pemula

3 DAYS AGO  |  Admin2
Belajar dari Pemilih Pemula

Evaluasi Pemilukada Bupati Dan Wakil Bupati Banjarnegara 2017 - 2022
BANJARNEGARA – Pemilih pemula ternyata mempunyai karakter sendiri. Paling tidak ha...

Read more

Banjarnegara Raih 2 Perak dan 2 Perunggu

1 MONTHS AGO  |  Admin2
Banjarnegara Raih 2 Perak dan 2 Perunggu

Lomba Sepatu Roda Nasional Bekasi Terbuka 2017
BANJARNEGARA – Atlit sepatu roda Banjarnegara torehkan prestasi membanggakan di Lomba Sepatu Roda tingka...

Read more

Kiat Jitu Menjaga Perasaan

1 YEAR AGO  |  psghumas

Oleh : Triyatno, S.Pd, M.M
----------------------------------
Bagaimana seseorang dapat menjaga perasaan? Bagaimana menjaga perasaan dalam 
menghadapi se...

Read more

Bulletin DerapSerayu

SETTING

Hujan, Antara Berkah dan Musibah

1 YEAR AGO  |  psghumas

Hujan pertama selalu indah. Bau harum tanah ditingkah senyum sumringah setelah lama
berbulan-bulan merasakan musim kemarau yang penuh gerah. Alhamdulil...

Read more

“ U P A ” Lilis Ujianti

1 YEAR AGO  |  psghumas

Upa, sega seblindi sing kapiran ora melu bathir mlebu maring cangkem. Sega sing  semangsang nang klambi utawa nang meja. Sega sing ora mlebu maring ca...

Read more

Sawang Sinawang

1 YEAR AGO  |  psghumas

Jere pedagang, dadi pegawai si kepenak gajihe rutin saben wulan ora nggrengga rugi. Jere petani, pedagang si seneng olih duwit saben dina. Jere pegawa...

Read more

Public Relations Sebagai Bagian dari Ilmu Komunikasi

1 YEAR AGO  |  psghumas

Ilmu Komunikasi adalah ilmu yang mempelajari tentang tata cara berkomunikasi serta menggunakan berbagai alat komunikasi sebagai sarana komunikasi kepa...

Read more

Fortuna ke Semi Final Dandim Cup

1 YEAR AGO  |  psghumas

Bermain taktis dan kompak, Fortuna Rakit menaklukkan PS BK Kutawuluh 3-0, pada laga perempat final turnamen Dandim Cup IV di Stadion Merden, Purwonego...

Read more

Wacana/Opini

SETTING

Indonesia Power Promosikan Batik Ramah Lingkungan

1 YEAR AGO  |  psghumas

  Selama dua hari pelaksanaan Pesona Citra Batik Gumelem Banjarnegara 2015, PT. Indonesia Power UPB Mrica menampilkan batik alam hasil kerajinan kelomp...

Read more

Back You are here: Home Wacana/Opini Wacana Umum Suprapto Memperoleh Tambahan Rizqi dari Mengoleksi Keris

Suprapto Memperoleh Tambahan Rizqi dari Mengoleksi Keris

Dalam catatan sejarah, keris adalah hasil karya adiluhung dari sang empu dan digunakan sebagai senjata paling favorit pada zaman kerajaan. Di dalamnya banyak menyimpan ilmu pengetahuan yang perlu dipelajari dan memiliki nilai estetika tingkat tinggi, mulai dari seni tempa, seni ukir, seni pahat dan seni bentuk. Proses pembuatannya yang ruwet dan memerlukan keahlian tersendiri, membuat keris Indonesia memperoleh pengakuan dari UNESCO (Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai warisan budaya dunia pada tahun tahun 2005.

Keris dengan segala estetika dan esoterinya, membuat sebagian masyarakat ingin memiliki sebagai barang koleksi. Suprapto (49 th) warga Kelurahan Kutabanjarnegara, Kabupaten Banjarnegara (Jateng) adalah termasuk salah seorang yang mencintai sekaligus mengoleksi benda itu.

Ditemui minggu pagi (10/3/2011), Suprapto nampak sedang sibuk mewarangi 3 bilah keris dan 1 buah tombak yang baru saja dibeli. Selang dua jam kemudian pamor sudah mulai muncul dan sore harinya alur pamor tampak lebih menonjol dan bersinar putih perak keabu-abuan.

Di ruang depan yang biasa digunakan untuk ngobrol tentang “Tosan Aji” dengan rekan seprofesinya, nampak juga puluhan benda antik berupa tombak yang ditata berdiri. Sebuah lukisan kuda yang sedang berlari di alam bebas juga dipajang melengkapi indahnya suasana di dalam ruangan berukuran 2,5 x 5 meter.

Sejak tahun 1990 kami menyukai “Tosan Aji”, ucap Suprapto PNS di Kelurahan Wangon, Kecamatan Banjarnegara itu mengawali perbincangannnya. Menghargai karya adiluhung dari sang empu yang memiliki estetika luar biasa, adalah alasan paling utama bapak dengan dua anak itu mengoleksi Tosan Aji.

Persis pada tahun 1998 dimana usia Suprapto belum menginjak 30 tahun, datang seorang tua membawa kandi yang ternyata di dalamnya berisi beberapa tombak dengan kondisi kurang terawat. “Niki kangge njenengan” ucap orang tua itu dalam bahasa Jawa yang maksudnya benda tombak itu untuk anda, dan Suprapto terkejut ternyata benda yang selama ini diimpi-impikan datang dengan sendirinya. Saat itu pula suami dari Eni Wahyuningsih langsung merogoh kocek untuk diberikan kepada orang tua itu sebagai imbalan.

Selama lebih kurang 21 tahun lamanya, Suprapto terus berburu Tosan Aji, berbagai pameran di beberapa daerah juga sering diikuti dan beberapa keris miliknya sudah banyak yang terjual. Pada umumnya pembeli datang sendiri ke rumah yang lokasinya berada di belakang Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara

Hingga saat ini sekretaris Paguyuban Nguri Uri Tosan Aji (Puri Taji) “Kudi Mas” Kabupaten Banjarnegara itu memiliki benda mahakarya Nusantara berupa keris sebanyak 40 buah, kemudian tombak ada sekitar 50 buah dan benda antik lainnya berupa pedang sebanyak 17 buah.

Keris-keris yang menjadi koleksinya itu diantaranya merupakan tangguh (Perkiraan zaman pembuatan) Majapahit Wirobumi, Mataram Hindu, Mataram Sultan Agung, Singasari, Kediri, Tuban, Pejajaran, dan Demak. Bagi Suprapto, benda-benda itu merupakan investasi yang sewaktu-waktu bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan pendidikan anak.

Ditanya bagaimana cara memelihara tosan aji agar masyarakat lain ikut tertarik untuk melestarikan benda itu, selama ini Suprapto tidak pernah melakukan sesaji khusus. Pemeliharaan hanya dilakukan dengan pencucian untuk menghilangkan karat dengan air kelapa dan jeruk nipis, sedangkan warangan dilakukan khusus untuk keris yang sudah mengalami korosi karena termakan usia.

Disamping mengoleksi “Tosan Aji” Suprapto juga memiliki keahlian melakukan penjamasan/pencucian atau istilah lain warangan. Disamping kolektor dari daerah Banjarnegara sendiri, beberapa kolektor dari daerah lain juga banyak yang datang, mereka hanya sekedar ingin membersihkan keris miliknya dari kotoran yang menempel seperti karat.

Untuk penjamasan keris, Suprapto tidak memerlukan sesaji macam-macam kecuali hanya menyediakan air kelapa, jeruk nipis dan batu warangan. Penjamasan secara rutin dilakukan setiap hari minggu antara pukul 09.00 – 11.00 WIB. Proses pertama adalah membasuh atau merendam keris dengan air kelapa dan menggosokkan dengan jeruk nipis.

Menurut Suprapto air kelapa dan jeruk nipis cepat menghilangkan karat, setelah itu baru masuk pada proses mewarangi dengan menggunakan larutan batu warangan. Proses ini yang pada akhirnya akan membuat keris beserta pamornya menjadi kelihatan lebih cantik dan bersinar.

Proses mewarangi dilakukan dengan cara mencelupkan keris ke dalam larutan air jeruk nipis dicampur dengan larutan batu warangan selama lebih kurang 10 menit. Hal ini dimaksudkan untuk melindungi besi dari korosi dan merubah warna menjadi kehitam-hitaman. Dengan cara itu alur pamor menjadi lebih tampak kontras dengan tampilan putih perak keabu-abuan. Hanya itu dan imbalannya ditanggung tidak mahal, karena Suprapto hanya mematok harga Rp 25.000,- / keris atau tosan aji lainnya dengan hasil memuaskan.

Suprapto biasanya membuat larutan untuk penjamasan benda itu sekaligus untuk ukuran sekitar 400 keris dan tosan aji lainnya. Air jeruk nipis yang diperlukan sekitar 1 liter yang dicampur dengan larutan batu warangan sebanyak 400 gr.

Untuk kepentingan bahan baku, ia harus mengeluarkan dana sebesar Rp 3 juta. Dari kegiatan menjual jasa mewarangi, Suprapto bisa mengantongi keuntungan sebanyak Rp 7 juta dengan rentang waktu antara 1 sampai 3 bulan. (Subagyo).

 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan

Link Penting

SIM ONLINE

PPDI

  • Profil
  • Peraturan
  • Pedoman & Standar Pelayanan
  • Formulir Permintaan
  • Info Serta Merta
  • Info Setiap Saat
  • Hak dan Tata Cara
  • Pengaduan
Info Penting
  • Penelitian / Praktek Kerja