Wed11222017

Last updateTue, 21 Nov 2017 12pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Olah Raga Arifin Romli Kembali Pimpin IPSI Banjarnegara

Arifin Romli Kembali Pimpin IPSI Banjarnegara

BANJARNEGARA – Ir. Arifin Romli kembali memimpin organisasi Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) untuk masa kepengurusan 2017 – 2021. Hal ini dipastikan setelah peserta Musyawarah Kabupaten IPSI di gedung KORPRI, Sabtu (24/12) secara aklamasi memilihnya sebagai Ketua Formatur kepengurusan IPSI periode 2017 – 2021. Dengan demikian berdasar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga IPSI, Arifin otomatis menjadi Ketua Umum IPSI.

“Saya berterima kasih kepada peserta rapat dari berbagai padepokan memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin IPSI kembali untuk yang ketiga kalinya. Saya yakin ada kader yang bagus namun belum muncul saat ini. Untuk saat ini saya masih menerima, namun untuk kepengurusan periode berikutnya, harus ada regenerasi. Ini demi kebaikan IPSI juga” katanya dalam pidato pertama selaku ketua terpilih.
Sesuai aturan, lanjutnya, dalam waktu lima belas hari ke depan, ketua formatur bersama anggota formatur diharuskan membentuk susunan kepengurusan. Oleh karena IPSI ditopang oleh 30 padepokan, maka kepengurusan nantinya akan terdiri dari berbagai perwakilan dari padepokan-padepokan silat di Banjarnegara.
“Ini merupakan hasil dari usulan peserta musyawarah untuk mengakomodir semua padepokan. Dengan model gotong royong ini ke depan IPSI harusnya semakin baik lagi. Kuncinya di harmonisasi antar pengurus dan antara padepokan” ujarnya.
Arifin meyakini prestasi yang diraih oleh atlit Silat Banjarnegara di berbagai event, baik itu Regional, Nasional, maupun internasional, merupakan buah dari harmonisasi. Oleh karena itu, Dia berjanji akan terus berupaya meningkatkan harmonisasi antar pengurus dan antar padepokan.
“Tidak ada kubu-kubuan. Yang ada kerjasama yang baik. Saling mendukung, saling bahu membahu sehingga IPSI ke depan semakin baik lagi. Harapan saya mereka yang ditunjuk dalam kepengurusan mau menerima amanah yang diterimakan kepadanya dan mau bekerja bersama mengemban amanah menjalankan roda organisasi untuk masa lima tahun ke depan” katanya.
Sekretaris KONI, Agus Prasetyo, SE mengingatkan tantangan ke depan perkembangan peta olah raga di daerah lain karena itu Dia berharap IPSI dalam dalam penyusunan program kerjanya masa lima tahun mendatang diperlukan kecermatan dan ketajaman berpikir untuk dapat memprediksi peta olah raga, baik di tingkat Jawa Tengah maupun nasional. Karena itu, katanya, dia berharap kecermatan dari semua pihak yang terlibat dalam pemilihan kepengurusan.
“Cari figure-figur pengurus yang bener dan kober serta mau bekerja keras demi kemajuan prestasi olah raga di Banjarnegara. Kepengurusan yang baru diharapkan juga mampu melahirkan perubahan sehingga mampu melahirkan kembali atlit-atlit handal yang meraih prestasi di tingkat nasional maupun internasional sehingga nama kabupaten Banjarnegara disegani dalam bidang olah raga, utamanya silat” katanya.
Ditambahkan Prasetyo, IPSI di KONI termasuk cabang olah raga unggulan Banjarnegara dalam mendulang emas di berbagai event kejuaraan. Dicontohkan olehnya belum lama berselang di tahun 2016, pada event kejuaraan Dulongmas IPSI meraih juara umum. Di tahun 2016 juga IPSI menyumbang prestasi tak tanggung-tanggung melalui atlitnya Galang, asal Wanadadi, yang meraih medali emas di Kelas B pada Kejuaraan Silat Dunia di Bali.
“Harapan kami IPSI terus meningkatkan prestasi atlit-atlitnya dengan cara memperbanyak event kejuaraan di daerah. Sehingga atlit dan pelatih memiliki banyak kesempatan untuk berkompetisi yang sehat sehingga mampu untuk meningkatkan kualitas pembinaan” katanya.
Wakil Ketua IPSI Pengprove Jateng, Supono Adi Warsito, mengucapkan selamat kepada Pengcab IPSI Banjarnegara yang dapat menyelenggarakan Musyawarah Kabupaten. Beberapa daerah lain da yang belum menempuhnya karena berbagai alasan. Banjarnegara dikenal sebagai daerah andalan Pengprov yang mampu menghasilkan atlit-atlit beprestasi, meski sebagaimana wilayah lain juga menghadapai dilemma klasik yaitu berpindahnya atlit yang sudah jadi ke daerah lain. Pembinaan dari kecil di daerah, namun saat telah berprestai justru daerah lain yang mengambil untungnya.
“Ini memang dilemma, namun sulit dihindari sebab alasan kepindahan mereka karena sekolah. Contohnya Galang dari Wanadadi. Semasa sekolah menjadi atlit andalan daerah mendulang emas. Kini Dia juara dunia, mewakili Yogyakarta domisilinya saat menuntut ilmu. Dilematis memang, namun jangan sampai masalah seperti ini menjadi kendala dalam membina atlit untuk meraih prestasi dan membawa nama harum daerah. Sebab bibit-bibit atlit masih banyak” katanya. (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan