Thu04272017

Last updateTue, 25 Apr 2017 5pm

Back You are here: Home Berita Pemerintahan

wacana

Kiat Jitu Menjaga Perasaan

Oleh : Triyatno, S.Pd, M.M
----------------------------------
Bagaimana seseorang dapat menjaga perasaan? Bagaimana menjaga perasaan dalam 
menghadapi segala kemungkinan, sementara orang lain mudah putus asa apabila
mengalami masalah.
Berikut cara jitu yang sangat direkomendasikan untuk menjaga perasaan :
1. Fokuslah Pada Hasil Akhir
yang Tepat
Apabila anda jatuh tersungkur dan tak seorang pun dari kawan-kawan anda yang dapat dimintai tolong, siapa
lagikah yang dapat membantu anda? Jawabannya adalah pikiran anda sendiri.
Ya, pikiranlah satu-satunya yang mampu membuat anda keluar dari yona  kekecewaan. Bukan sahabat,
bukan orang tua, dan bukan juga pasangan anda. Mereka semua hanya memberi motivasi tetapi hanya pikiran
anda saja yang dapat membantu anda di saat demikian. Jika pikiran tidak ‘melihat’ hasil akhir yang tepat, anda
akan kehilangan semangat untuk terus berjuang . Kebanyakan orang apabila gagal maka mereka akan putus asa,
bukan saja dari segi materi tetapi juga dari segi kejiwaan. Disinilah bahayanya.Itulah mengapa ada ungkapan,
“kendalikan pikiranmu, kamu dapat berbuat apa saja dengannya.”
2. Perkuat  Diri Anda dengan
Hal-hal yang Positif
Memiliki hal-hal positif di sekililing anda akan sangat membantu anda menjaga perasaan.
Hal-hal positif dapat berupa :
- Berdoa
- Mendengarkan kaset motivasi
- Memasang gambar/poster positif
- Membaca buku-buku positif
- Mendekorasi kamar tidur anda dengan suasana Positif.
- Bergaul dengan orang-orang positif
3. Keluar dari Kekhawatiran yang Sebetulnya Tidak Ada
Katakanlah ketika usaha anda gagal. Anda telah kehilangan banyak uang dan berhutang sehingga tidak
punya uang untuk membayarnya. Itu suatu masalah besar! Anda juga dirundung masalah lain yang
memusingkan, misalnya : apa kata orang lain tentang anda, apa penafsiran mereka, apa kata tetangga, apa kata
orang tua. Semua ini menjadi masalah, atau sekurang-kurangnya itulah yang anda pikirkan.Jika kita mengkaji
lebih dalam, umumnya masalah yang mengganggu sebenarnya tidak ada. Sebenarnya tidak ada yang
memikirkan kita. Kebanyakan mereka hanya memikirkan diri sendiri. Kebanyakan orang tidak mempunyai
waktu untuk memikirkan kita.
Penulis Konselor BK SMA Negeri 1 Purwanegara

EWS Baru Dipasang di 8 Desa Rawan Longsor

Delapan desa rawan bencana longsor akan dipasangi alat Early Warning System bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Saat ini ke delapan desa tersebut tengah dilakukan survey oleh konsultan yang akan memasang alat tersebut. Dimana dua anggota konsultannya merupakan ahli penanganan bencana longsor yang berasal dari Jepang. Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Catur Subandrio, S. Sos, (27/11) di kantornya.

Read more: EWS Baru Dipasang di 8 Desa Rawan Longsor

Meriah, Festival RebanaPiala Bupati Banjarnegara

 

 

 

 

 

 

 

 

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo, (31/10) membuka festival rebana Piala Bupati di Aula Al-Munawaroh Banjarnegara, Pembukaan ditandai dengan pemukulan rebana sebagai tanda dimulainya festival.

 

 

 

Ketua Panitia Rahmanuddin mengatakan festival rabana piala bupati diikuti 36 regu dari 20 kecamatan di Banjarnegara. “sebenarnya masih banyak peserta yang berminat mengikuti festival ini, namun kaena keterbasan waktu kami terpaksa harus membatasinya,” kata Rahmanudiin.

 

Rahmanudin menambahkan festival Rebana diadakan sebagai salah satu upaya untuk melastarikan nilai nilai agaa melalui musik religius yang dituangkan dalam musik qosidah rebana. “Fastival ini juga dimaksudkan untuk menagkal pangaruh budaya asing dan musik asing yang sudah meulai membudaya di Indonesia, musik qosidah ini diharapkan bisa menangkal dominasi musik asing,” kata Rahmanudin.

 

Rahmanudin menambahkan kesenian bernafaskan Islam, sangat dominan untuk menangkal budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa, maupun nilai keagamaan yang dapat berdampak negatif merusak moralitas generasi muda, untuk itu Festival Rebana perlu dilaksanakan.

 

Mudah mudahan pelaksaan festival rebana ini berjalan sukses sehingga kami bisa melaksanakannya kembali tahun depan,” lanjut Rahmanudin.

 

Dalam sambutannya Bupati Sutedjo menyampaikan seni budaya Islam memiliki arti strategis sebagai bagian dari pembinaan umat islam, oleh karenanya harus terus dikembangkan. Seniman-seniman muslim yang ada perlu lebih banyak berkreatifitas untuk terus mengembangkan berbagai jenis seni budaya yang bernafaskan islam yang sesuai dengan perkembangan jaman, namun tetap berpegangan pada nilai-niali ajaran islam

 

Saya memberikan apresiasi pada acara Festival Rebana ini yang melibatkan para pecinta musik religi yang ada di Banjarnegara, saya berharap Festival Rebana seperti ini menjadi ajang untu mensyiarkan agama Islam dan membendung budaya negative dari asing,” kata Bupati Sutedjo.

 

Bupati Sutedjo juga berharap dengan adanya festival rebana akan menarik generasi muda untuk menekuni musik religi yang sudah menjadi budaya di Indonesia.(**anhar)

Read more: Meriah, Festival RebanaPiala Bupati Banjarnegara

Suara dari Kesunyian

BANJARNEGARA – Orang kebanyakan tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa kami, para tuna rungu, juga mempunyai keinginan sama seperti halnya orang bisa mendengar yaitu ingin mengetahui banyak hal. Namun kekurangan yang ada pada kami seringkali menjadikan alasan orang lain, lembaga, institusi, bahkan negara untuk mengabaikan hak-hak sebagai manusia dan sebagai warga negara untuk memperoleh informasi. Demikian Galuh Sukmara Soejanto, S.Psi, M.A , seorang deaf educator dari Rumah Belajar The Little Hijabi for Special Needs Childreen, Bekasi, beberapa waktu lalu saat audiensi dengan Wabup di rumah dinas.

Read more: Suara dari Kesunyian

17 Pemuda Gondrong Cabut Singkong

BANJARNEGARA – Tujuh belas pemuda berambut gondrong, secara bersama-sama mencabut ketela pohon di lahan milik Makhful warga Desa Legoklangkir, Wanayasa. Desa Legoklangkir, merupakan desa kesekian kalinya yang pada penyelenggaraan kegiatan Kuduran ke 7 ini menyumbang ketela sebagai bahan dasar pembuatan ondol. Dan keterlibatan tujuh belas pemuda gondrong ini menjadi simbol keterlibatan 17 desa se Kecamatan Wanayasa dalam kegiatan Kuduran Budaya. Demikian disampaikan oleh Ketua Panitia Kuduran Budaya, Nono, Sabtu (26/09), di sela-sela kegiatan.

Read more: 17 Pemuda Gondrong Cabut Singkong

Mengembangkan Pariwisata Melalui Festival Serayu untuk Meningkatkan Perekonomian dan Daya Saing Daerah

Visi dan misi pembangunan Kabupaten Banjarnegara, adalah “Terwujudnya Banjarnegara yang Mandiri Dan Berdaya Saing, Menuju Masyarakat Sejahtera yang Berakhlak Mulia”. 

Dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat sebagai buah dari usaha ekonomi daerah yang mandiri maka mengembangkan industri pariwisata merupakan suatu keniscayaan. Pengembangan industri ini sangat dimungkinkan mengingat begitu kayanya alam Banjarnegara dengan begitu banyaknya ragam pesonanya. Mulai dari keindahan alam, khazanah peninggalan sejarah, keunikan adat budaya berbagai wilayah dan aneka atraksi festival dan pagelaran budayanya.

Festival Serayu Banjarnegara 2015 rencana akan digelar pada tanggal 26 - 30 Agustus 2015, dengan  bermacam agenda. Festival ini merupakan ajang ekspresi   bagi semua kegiatan kreatif seperti praktisi seni budaya lokal, maupun  para pengusaha ataupelaku industri pariwisata. Sub kegiatan festival adalah pagelaran seni budaya, workshop dan seminar dengan bentuk tematik, ekspo potensi hasil bumi dan lainnya. Tidak ketinggalan pula akandilaksanakan gelar budaya tradisi yang dilakukan di wilayah-wilayah kantong budaya dengan konsep lokal carnival.

Semua daya pesona itu tentu tidak dapat begitu saja memberi nilai tambah bila kemudian tidak diiringi dengan ikhtiar menggugah minat pasar untuk mengunjungi serta menikmati terhadap berbagai obyek wisata yang ada.Di antara usaha untuk menarik minat pasar itu adalah adanya inisiatif dari industri pariwisata secara periodik berkelanjutan untuk mengadakan Tahun Kunjungan Wisata yang dikenalkan dan dipromosikan ke berbagai daerah dan  bangsa di dunia.

Memang ada persyaratan untuk bisa menyelenggarakan atau terselenggaranya, Tahun Kunjungan Wisata diantaranya adalah meningkatkan jalinan hubungan untuk memperkuat komitmen bersama sebagai pemangku kepentingan dari industri pariwisata yaitu dari kalangan pemerintah, swasta dan masyarakat.

Kebersamaan ketiga unsur ini dalam pengembangan industri pariwisata memiliki posisi yang sangat menentukan karena keterkaitannya secara langsung terlibat dalam berbagai aktifitas kepariwisataan. Mengingat bahwa lahirnya sebuah kebijakan pemerintah kemudian diiringi dengan ikhtiar melakukan pelayanan yang profesional dari pihak swasta serta hadirnya dukungan berupa partisipasi kreatif dari masyarakat maka dengan sendirinya akan terakselerasi gerakan kepariwisataan nasional.

Persyaratan berikut adalah bergeraknya kinerja ekonomi secara lebih sinergis dalam memajukan industri pariwisata seperti misalnya peranan dinas-dinas baik yang langsung berhubungan maupun yang tidak langsung misalnya Dinas Perhubungan dan Kominfo khususnya dalam mengeluarkan berbagai kebijakan yang erat hubungannya dengan transportasi dan lalu lintas, begitu juga Dinas Pekerjaan Umum dalam membangun, memelihara berbagai sarana prasarana seperti jalan dan sarana umum lainnya.

Demikian pula dengan dinas-dinas lainnya, baik Dinas Perdaganan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah terutama dalam menyediakan berbagai produk oleh-oleh khas daerah dan berbagai produk kerajinan. Kendati memang instansi departemen-departemen yang berada di pusat tidak langsung menyentuh para konsumen, akan tetapi koordinasinya dengan berbagai jajaran aparat di bawahnya seperti dalam kebijakan tentang adanya sentra-sentra perdagangan itu sangat berpengaruh pada tata ruang perkotaan, seperti pengembangan pasar swalayan dan pembenahan pasar lingkungan, dalam kaitannya dengan jalur lalu lintas dan keindahan kota.

Kedua hal persyaratan baik kerjasama pemangku kepentingan dan kinerja di bidang ekonomi tadi tidaklah cukup untuk mengembangkan industri pariwisata yang dapat mendukung FSB 2015 karena dalam dunia yang penuh kompetitif dibutuhkan keunggulan komparatif agar memiliki daya saing.

Untuk membangun daya saing ini diantaranya yang harus dikembangkan adalah bagaimana agar obyek-obyek wisata yang ada atau yang akan dikembangkan terjamin keamanannya, terpelihara kebersihannya serta sangat peduli terhadap lingkungan hidup seperti bagaimana gerakan penghijauan perkotaan dengan dialokasikannya hutan-hutan perkotaan dan taman-taman rekreasi yang sekaligus dapat menjaga kesegaran dan kenyamanan perkotaan.

Lebih-lebih tentunya pelestarian lingkungan hidup pada obyek-obyek wisata termasuk menjaga hutan lindung dan reboisasi hutan-hutan yang telah gundul. Bukankah suatu negara bisa dikatakan unggul dari negara lain jika mampu memelihara hutannya dengan terus menerus melakukan penghijauan, yang tidak sebatas halaman rumah saja. Maka masyarakat dunia akan menjadikannyanya sebagai paru-paru yang dapat berfungsi agar dunia bisa bernafas lega sehingga terjamin pula adanya udara yang segar dengan kehidupan manusia yang penuh dengan suasana alam yang nyaman dan menyenangkan. Selain tentunya sebagi upaya menangani pemanasan global yang telah banyak dirasakan berbagai negara dengan perubahan musim yang tidak menentu dan ekstrim.

Jadi kalau demikian, tidak hanya sekedar mengefektifkan kinerja di bidang ekonomi saja bila menghendaki adanya lompatan kesuksesan bagi industri pariwisata, tetapi juga harus melibatkan kerja dari unsur-unsur keamanan. Jadi industri pariwisata membutuhkan sinerji penguatan-penguatan dengan berbagai sektor pemerintahan yang terkait, termasuk dalam hal ini berbagai unsur keamanan.

Membangun daya saing ditengah daerah–daerah  lain yang telah lebih dulu unggul maka jalan yang harus ditempuh adalah bagaimana memetakan persoalan-persoalan yang dihadapi daerah  ini, sekaligus memilah sektor mana yang kiranya dapat menjadi pendongkrak keunggulan daerah ini, sehingga punya posisi tawar, bisa sejajar, bahkan bila mungkin lebih selangkah dari daerah lain. Tentu bagi orang pariwisata sektor itu adalah pariwisata, karena mampu menjalin kedekatan bahkan meningkatkan kinerja di bidang ekonomi juga bidang-bidang lain yang strategis, sehingga apa yang menjadi cita-cita kemerdekaan hidup yang aman, damai, adil dan sejahtera bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terdekati adanya. Di sini pariwisata dapat dijadikan media untuk menempatkan rakyat sebagai manusia yang memiliki harkat dan bermartabat. Semoga !  

 

Oleh : KUMBOKARNO

Dukuh Ndirun Siap Gelar Festival Durian

Dukuh Ndirun Siap Gelar Festival Durian

 

·         Ndirun Juga akan Menjadi di tetapkan sebagai sentra durian.

 

                BANJARNEGARA- Banyaknya Varietas durian lokal yang ada di Desa Singamerta dan Dukuh Ndirun khususnya memunculkan ide dari para petani lokal untuk menggelar festival durian lokal setempat  Kamis (13/3) besok.

 

Ide kreatif ini sekaligus mewakili Kabupaten Banjarneaara yang selama ini belum memunculkan buah durian sebagai ikon di Banjarnegara.

Read more: Dukuh Ndirun Siap Gelar Festival Durian

KPU Sosialisasikan Pemilu Lewat Jalan Sehat

KPU Sosialisasikan Pemilu Lewat Jalan Sehat

BANJARNEGARA-Untuk meningkatkan angka partisipasi pemilih pada pemilihan umum 2014 mendatang Komisi Pemilihan Umum (KPU) Banjarnegara  mengadakan jalan sehat dalam rangka  pemilu DPR, DPD dan DPRD di alun-alun kota Banjarnegara Minggu (9/3).

Read more: KPU Sosialisasikan Pemilu Lewat Jalan Sehat

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan

Link Penting

SIM ONLINE

PPDI

  • Profil
  • Peraturan
  • Pedoman & Standar Pelayanan
  • Formulir Permintaan
  • Info Serta Merta
  • Info Setiap Saat
  • Hak dan Tata Cara
  • Pengaduan
Info Penting
  • Penelitian / Praktek Kerja