Thu05252017

Last updateWed, 24 May 2017 2pm

Back You are here: Home Berita Pendidikan Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Remaja

Pentingnya Pendidikan Politik Bagi Remaja

Tidak Semua yang Namanya Politik itu Kotor
BANJARNEGARA – Tidak semua yang namanya politik itu kotor. Politik juga banyak yang baiknya. Jangan hanya karena menjumpai adanya praktek politik uang dalam Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati, lalu memvonis politik itu kotor. Kemudian menjauhi semua hal berkaitan dengan politik.

“Saya khawatir dengan pendapat teman-teman tentang politik. Bahwa politik itu kotor. Kalau ini dibiarkan, dikhawatirkan akan banyak generasi muda makin menjauh dari politik. Acuh tak acuh karena dianggapnya berkecimpung di dunia politik identik dengan berkecimpung dengan hal-hal kotor” kata wakil dari Forum Anak Banjarnegara (FAB) yang juga anggota Forum Anak Nasional, Else Pangesti (17 th) Kamis (02/03) pada forum pendapat public dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2018 di aula lantai 3 Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pengembangan (Baperlitbang).
Saya menghargai pendapat teman-teman, namun saya meyakini bahwa pendapat ini tentu tidak sepenuhnya benar. Kami optimis masih banyak politisi yang baik. Oleh karena itu, opini miring tentang politik ini  harus dicerahkan melalui pendidikan politik bagi para pemilih pemula. Agar partisipasi generasi muda dalam politik tetap tinggi, sebab pada saatnya nanti generasi akan berganti, dari yang tua ke yang muda. Sementara banyak urusan Negara harus ditempuh di ranah politik.
“Untuk menghindari menjauhnya anak-anak muda dari politik, Kami mengusulkan kepada pemerintah daerah agar memperbanyak lagi kegiatan pendidikan politik bagi para pemilih pemula” katanya.
Kepala Kesbangpol, Hery Poerwanto, menjelaskan sebetulnya upaya untuk memberikan politik bagi para pemilih pemula sudah lama ditempuh oleh instansinya. Setiap tahun, senantiasa ada alokasi anggaran untuk itu. Seperti halnya pada penyelenggaraan Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati kemarin. Pada bulan Februari 2017, pihaknya menyelenggarakan empat kali kegiatan pendidikan politik, dimana 2 kegiatan bagi pemilih pemula dan 2 kegiatan bagi tokoh agama dan ormas.
“Kegiatan pendidikan politik sudah dilakukan oleh pihak kami. Kalau dirasa kurang, hal ini berkait dengan ketersediaan anggaran yang harus dibagi untuk banyak kegiatan” katanya.
Direktur Politeknik, Prof. Dr. Teguh Supriyanto, mengingatkan bahwa anggapan politik itu kotor sebagai dampak dari adanya praktek politik uang seperti disampaikan oleh wakil dari FAB bisa jadi merupakan masalah serius. Sebab yang menyampaikan opini generasi muda langsung. Selain itu di kasus yang saya temui di lapangan, banyak orang yang saja jumpai mengatakan tidak akan memilih salah satu calon kalau tidak dikasih uang.
“Saya kira ini masalah serius. Perlu penelitian mendalam untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Sebab ini buruk bagi perkembangan politik dan demokrasi yang tengah dibangun. Apa jadinya negeri ini nantinya bila ukuranya uang” katanya.
Karena itu, kata Teguh, kami mengusulkan kepada pemerintah daerah untuk meneliti masalah ini secara mendalam dengan melibatkan Perguruan Tinggi dan ahli Antropologi. Keterlibatan Antropolog sangat  penting sebab mereka melalui ilmunya yang paling mengerti tentang karakter masyarakat.
“Hal ini dilakukan untuk memperoleh hasil yang jelas. Sehingga langkah antisipasinya juga jelas. Bukan menduga-duga. Apalagi hanya bicara, namun tanpa data. Bahaya.” katanya. (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan

Link Penting

SIM ONLINE

PPDI

  • Profil
  • Peraturan
  • Pedoman & Standar Pelayanan
  • Formulir Permintaan
  • Info Serta Merta
  • Info Setiap Saat
  • Hak dan Tata Cara
  • Pengaduan
Info Penting
  • Penelitian / Praktek Kerja