Fri07212017

Last updateFri, 21 Jul 2017 8am

Back You are here: Home Berita Pendidikan Musim Hujan Ekstrim Masih Mengintai

Musim Hujan Ekstrim Masih Mengintai


PJ. Bupati Minta Camat Waspadai Bencana Longsor
BANJARNEGARA- Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro meminta warga meningkatkan kewaspadaan bencana longsor dan tanah bergerak, mengingat hujan ekstrim masih mengintai wilayah Banjarnegara. Para Camat juga diminta waspada dan jika tidak ada acara penting tidak meninggalkan wilayahnya.

Alasan tersebut bukan tanpa sebab mengingat hampir 70 persen wilayah tersebut rawan longsor. Bahkan di beberapa tempat seperti di Desa Kaliajir Purwanegara, Binorong dan Desa Wanadri Kecamatan Bawang juga dilanda badai angin ribut dan ancaman longsor.

“Meski belum ada korban jiwa, namun kondisi tersebut harus terus diwaspadai,” kata Anggoro saat memberikan arahan kepada Camat di rumah dinas Bupati kemarin.

Anggoro juga sudah memberikan surat edaran kepada Camat dan dilanjut kepada Kepala Desa terkait himbauan agar warga waspada dengan datangnya musim hujan, mengingat wilayah Banjarnegara yang sebagian besar pegunungan dan sangat rawan dengan bencana longsor.

Disetiap kesempatan Camat juga diminta memberikan peringatan kepada warga agar selalu siaga bencana terutama saat musim hujan tiba.

“Kami minta Camat untuk tidak meninggalkan wilayah memasuki musim hujan sehingga bila terjadi bencana bisa secepatnya melakukan tindakan darurat,” lanjutnya.

Anggoro juga mengharapkan seluruh elemen yang ada mulai dari masyarakat Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Desa dan Camat tetap siaga.

“Saya mengingatkan curah hujan masih tinggi, maka semua harus standby. BPBD, Camat, dan masyarakat siaga sehingga kita bisa mengatasi bersama,” tambahnya.

Tahun lalu musim hujan di Banjarnegara mengakibatkan bencana di beberapa titik, seperti di Desa Karangtengah dan Desa Pandansari Kecamatan Wanayasa, dan yang paling terakhir adalah longsor di Dusun Jemblung Desa Sampang Kecamatan Karangkobar akhir 2014 lalu yang mengakibatkan 102 warga meninggal dan puluhan jiwa hilang.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Arif Rahman menambahkan akibat hujan terjadi bencana di beberapa titik, seperti tanah bergerak di Desa Kaliajir, Longor di Desa Prendengan, Angin ribut di Desa Wanadri dan Binorong.

Selain itu ancaman longsor juga masih mengancam warga di Desa Clapar. Jika musim hujan warga masih was was terjadi pergerakan tanah.

“Terakhir tanah bergerak di Desa Wanadri mengakibatkan 41 rumah rusak, kami terus memantau perkembangan dilokasi, jika membahayakan kami minta warga segera mengungsi,” katanya.(**anhar)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan