Wed11222017

Last updateTue, 21 Nov 2017 12pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Pendidikan Siswa Siswi SD Muhammadiyah dikenalkan Pemadam Kebakaran

Siswa Siswi SD Muhammadiyah dikenalkan Pemadam Kebakaran

BANJARNEGARA – Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 / 4 Banjarnegara kelas III, IV, dan V dikenalkan pada tugas-tugas pemadam kebakaran. Pengenalan dimulai dari hal paling ringan hingga cara memadamkan api, baik manual maupun dengan menggunakan peralatan mobil Damkar, serta pertolongan pertama pada korban.

Menurut Kepala Sekolah Kholis, S. Pd., kegiatan ini dimaksudkan untuk pendalaman siswa pada materi pembelajaran namun dilaksanakan di luar ruang. Sehingga mereka tidak terpaku pada pembelajaran teori dalam kelas semata. Selain itu, sambungnya, kegiatan pengenalan Damkar ini juga merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka jeda mid semester Tahun Ajaran 2016/2017.
“Kegiatan lainnya berupa pekan Disiplin. Kegiatan ini dilaksakanan bekerja sama dengan Kodim 0704 Banjarnegara. Siswa dilatih keterampilan baris berbaris selama dua hari. Dilanjutkan pengenalan Damkar, dan ditutup dengan berbagai lomba yang diselenggarakan di sekolah” katanya.
Kegiatan jeda mid semester diikuti oleh semua siswa. Bedanya kegiatannya dibedakan untuk kelas I dan II yang dilakukan dalam lingkungan sekolah.
“Ini karena anak-anak masih kecil. Kalau masih dalam lingkungan sekolah masih mudah mengontrolnya” katanya.
Kasi Kebakaran dan Sarana Prasarana, pada Satpol PP, M. Zuhri, mengatakan meskipun masih anak-anak, tetapi pengetahuan tentang pemadam kebakaran itu penting. Sebab bencana kebakaran termasuk rawan. Data di Banjarnegara, dari Januari sampai Maret ini sudah ada 6 peristiwa kebakaran.
“Paling tidak mereka paham dan tahu, sehingga saat menghadapi kejadian sebenarnya tidak panic. Bahkan harapan kami, pengetahuan ini ditularkan kepada orang tuanya. Terutama ibu yang biasanya dekat dengan anak dan juga yang sering berada di dapur” katanya.
Salah satu siswa kelas V, Binar Khansa Mardiana, mengaku sangat senang mengikuti kegiatan pengenalan Damkar. Ini karena dirinya takut pada api. Apalagi api yang menyala cukup besar. Karena itu, saat ada simulasi pemadaman, kesempatan ini diambilnya. Hanya saja Dia tidak berhasil melakukannya dengan sempurna, api yang semula tidak begitu besar, karena Dirinya terlalu lama mengambil tindakan pemadaman nyalanya menjadi lebih besar lagi sehingga menakutkannya.
“Iya seneng ikut pengenalan Damkar. Jadi tahu tentang ilmu api. Kalau ada api menyala jangan disiram pakai air, tetapi gunakan karung atau kain basah. Kalau disiram pakai air malah dapat bertambah besar karena sifatnya sehingga minyak malah akan mengalir di atas air. Ini yang menyebabkan api dapat menyebar ke mana-mana. Tapi ya itu tadi, saya gagal saat simulasi karena takut api…” katanya. (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan