Thu11232017

Last updateTue, 21 Nov 2017 12pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Pendidikan 4629 Siswa SMK Ikuti UNBK

4629 Siswa SMK Ikuti UNBK

BANJARNEGARA – Sebanyak 4.629 siswa SMK dari 22 sekolah mulai Senin – Kamis (04/03 – 07/04) serentak mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Jumlah ini meningkat dibanding pelaksanaan UNBK pada tahun 2016 sebelumnya yang hanya diikuti oleh 9 sekolah.

“Pada penyelenggaraan UNBK tahun ini diikuti oleh semua SMK di Banjarnegara. Termasuk 5 siswa kelas 3 dari Miftahul Solihin, Brayut Sigaluh yang menginduk di STM Panca Bhakti” kata Ketua Musyawarah Keerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK, Agus Supartono, Senin (03/04), di kantor Kepala Sekolah STM Panca Bhakti.
Dari total 25 SMK, lanjutnya, hanya tiga sekolah yang tidak mengikuti UNBK yaitu SMK Pandanarum, SMK Susukan, dan Maarif NU 01 Al Mubarok Kalibening. Hal ini dikarenakan sekolah tersebut belum ada kelas XII atau kelas 3 nya.
“Ketiga SMK tersebut kelas tertinggi baru kelas XI. Tahun depan baru bisa ikut” katanya.
Pelaksanaan UNBK di STM Panca Bhakti, ujar Agus yang juga Kepala Sekolahnya, dibagi menjadi tiga shif dengan selisih waktu dua jam.
“Pagi dimulai dari pukul 07.30 – 09.30; Ujian kedua mulai dari pukul 10.00 – 12.00;- dan terakhir mulai pukul 13.00 – 15.00 wib” katanya.
UNBK sekarang ini, kata Agus, lebih banyak perannya untuk memetakan hasil pendidikan. Hasilnya tidak mempengaruhi kelulusan siswa. Namun nilai UNBK ini berpengaruh pada siswa yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi Negeri.
“Kalau ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi, terutama perguruan tinggi negeri, syaratnya nilai UNBK harus bagus. Tapi kalau setelah lulus mau kerja, nilai UNBK tidak begitu dipentingkan. Namun UNBK tetap penting untuk mengetahui peta pendidikan dan capaian yang dicapai oleh siswa” katanya.
Sekretaris Daerah, Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM, mengatakan UNBK dengan system komputerize mendorong siswa untuk belajar sungguh-sungguh, percaya diri, dan melatih kedewasaan siswa. sebab dengan UNBK setiap siswa dalam satu ruang memiliki soal sendiri yang berbeda dengan soal temannya, shingga tidak dapat saling contek.
“Kejujuran tentu, sebab bagaimana dia akan mencontoh. Justru dengan system ini siswa disibukan dengan beban soalnya masing-masing. Karena itu siswa dituntut kedewasaannya, percaya diri, tidak mudah gudup, dan pandai mengatur waktu agar semua soal dapat dikerjakan, sebab secara matematis satu soal maksimal 2 menit. Lebih dari itu soal tidak akan mampu diselesaikannya” katanya.
Keuntungan UNBK, kata Fahrudin, pihak luar jadi percaya sekolah karena mereka tahu hasil yang tampil benar-benar berasal dari kemampuan siswa. Kecurigaan jual beli kunci jawaban yang selama ini senantiasa mengikuti pelaksanaan UN dapat dieliminir dengan model UNBK.
“Harapannya system komputerize ini dikembangkan juga untuk pendataran siswa. Karena cara ini akan meningkatkan kepercayaan public terhadap sekolah dan pada panitia penyelenggaraan penerimaan siswa. Karena melalui cara ini bila siswa memang tidak mampu akan tidak akan dapat melalui test, sehingga yang diterima memang benar-benar mampu melalui test yang dilaksanakan oleh sekolah” katanya.
Sementara itu, salah seorang siswa STM Panca Bhakti Furqon Aziz menyampaikan bahwa UNBK merupakan pengalaman baru bagi dirinya. Sebab selama ini pengalamannya tentang ujian masih ada peluang untuk kerjasama. Namun UNBK setiap anak harus serius mengerjakan soalnya masing-masing.
“Nengak-nengok atau bertanya kepada teman juga percuma. Soalnya beda. Saya dengan sebelah bangku saya juga beda. Karena itu mending urus urusannya sendiri” katanya. (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan