Sun07232017

Last updateFri, 21 Jul 2017 8am

Back You are here: Home Berita Pendidikan Hindari Putusnya Arus Listrik, Penyelenggara UNBK Pilih Sewa Genset

Hindari Putusnya Arus Listrik, Penyelenggara UNBK Pilih Sewa Genset

BANJARNEGARA – Untuk kepastian pasokan listrik selama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), panitia penyelenggara UNBK SMAN 1 Bawang memilih menyewa Genset daripada menggandalkan listrik jaringan PLN. Hal ini ditempuh panitia untuk menghindari terputusnya arus listrik selama UNBK berlangsung. Langkah ini dirasa lebih aman daripada mengandalkan listrik dari jaringan PLN.

“Pengalaman sekolah kami selama simulasi UNBK yang berlangsung hingga sore, ada dua kali listrik mati. Pertama saat sore turun hujan deras dan petir, listrik tiba-tiba padam seketika. Kedua, di hari berikutnya meski siang itu cuaca cerah, listrik mati selama 10 menit. Tidak tahu kenapa? Karena itu, menyewa Genset menjadi pilihan aman untuk menjamin kelancaran pelaksanaan UNBK” kata Kepala Sekolah SMAN 1 Bawang, Dwi Juliati, S. Pd., M. Pd., Senin (10/04) di kantornya.
Namun kebijakan menyewa Genset ini, sambungnya, bukan merupakan pilihan sekolahnya semata, karena pilihan ini ditempuh juga oleh semua sekolah penyelenggara UNBK SMA/MA. Sehingga Genset ini, kata Dwi, sekarang ini sepertinya menjadi standar utama panitia penyelenggara UNBK. Selain itu, penggunaan Genset juga dimaksudkan sebagai upaya panitia memberi kepastian pada siswa yang senantiasa khawatir bila pasokan listrik mati jawaban ujiannya akan hilang.
“Khusus terhadap kejadian matinya listrik saat UNBK berlangsung juga masuk menjadi salah satu hal yang diujicobakan saat simulasi. Ini untuk menepis kekhawatiran siswa yang senantiasa khawatir jawaban soal hilang apabila listrik padam. Namun, simulasi ini pun nampaknya belum cukup karena itu untuk lebih amannya adalah memberi kepastian kepada siswa apabila pasokan listrik aman selama ujian berlangsung” katanya.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA, Drs. Supriyanto, MM., membenarkan apabila semua sekolah penyelenggara UNBK SMA/MA sekarang ini mengandalkan genset untuk menopang kebutuhan listrik selama pelaksanaan UNBK. Penggunaan genset menjadi bagian dari himbauan Pusat dan Provinsi melalui Balai Pengendali Pendidikan Menengah dan Khusus (BP2MK) agar setiap sekolah penyelenggara UNBK menyiapkan genset untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik. Ini demi suksesnya dan lancarnya pelaksanaan UNBK.
“Sudah disewa. Dipakai atau tidak tetap dibayar. Ya sekalian saja digunakan. Apalagi penggunaan genset, pasokan listriknya lebih pasti” katanya.
UNBK dilaksanakan selama 4 hari dari Senin – Kamis, 10 – 14 April 2017. Materi UNBK terdiri dari Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan Mata Pelajaran pilihan untuk IPA dan IPS.  UNBK, kata Supriyanto, diikuti oleh 3310 siswa dari 8 SMA Negeri, 5 SMA Swasta, 2 MA Negeri, dan 14 MA Swasta. Jumlah ini masih ditambah 3 orang siswa SLB yang mengikuti ujian nasional berbasis kertas.
“Oleh karena ketersediaan peralatan computer pada masing-masing sekolah penyelenggara, peserta UNBK dibagi menjadi tiga sesi pelaksanaan. Sesi I dari pukul 07.30  - 09.30 WIB; sesi II dari pukul 10.30 – 12.30 WIB; dan sesi III dari pukul 14.00 – 16.00 WIB” katanya.
Penyelenggaraan UNBK, kata Supriyanto, menjadi penyelenggaraan ujian yang cukup mahal. Sebab untuk menuju kesiapan penyelenggaraan, pihak sekolah harus menyiapkan kelengkapan computer dan genset. Hal ini didasarkan pada aturan dari Kementerian yang mewajibkan semua sekolah dengan minimal 20 komputer untuk ikut menyelenggarakan UNBK.
“Di prakteknya kan sulit menyelenggarakan UNBK hanya bermodal 20 Unit Komputer. Sebab jumlah siswa kelas tiga satu sekolah saja sekarang ini sangat banyak. Meski sudah dibagi tiga sesi pelaksanaan. Karena itu, mau tidak mau sejumlah sekolah berupaya mengusahakan tambahan unit computer” katanya.
Sekretaris Daerah, Drs. Fahrudin Slamet Susiadi, MM, yang meninjau pelaksanaan UNBK di SMAN 1 Bawang menambahkan masalah listrik ini jauh hari sudah diantispasi oleh Pemkab. Pemkab mengirimkan surat permintaan khusus kepada PLN agar selama penyelenggaraan UNBK berlangsung jangan sampai ada pemadaman listrik. Pihak PLN sendiri pun dengan berbalas surat, kata Fahrudin, sudah menyetujui dan mendukung penuh demi suksesnya dunia pendidikan.
“Akan tetapi yang tidak dapat diantisipasi oleh PLN adalah factor alam. Cuaca buruk berpengaruh sekali terhadap keberlangsungan suplai listrik. Sebab saat hujan deras, angin besar, dan petir menyambar secara otomatis akan terjadi pemadaman listrik” katanya.
Oleh karena itu, kata Fahrudin, dirinya dapat memahami upaya penggunaan Genset yang ditempuh pihak sekolah bersama panitia penyelenggara UNBK. Sebab hal ini lebih menjamin kelancaran pelaksanaan UNBK.
“Meski UNBK tidak menentukan kelulusan siswa, namun nilainya penting untuk pemetaan kualitas pendidikan dan juga penting bagi siswa yang ingin melanjutkan ke Perguruan Tinggi. Harapan saya, UNBK berjalan sukses dan lancar tidak ada gangguan, baik listrik maupun teknis di soal ujiannya” katanya. (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan