Thu12142017

Last updateThu, 14 Dec 2017 2pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Pendidikan Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Harus Setara Dengan di Perkotaan

Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil Harus Setara Dengan di Perkotaan

BANJARNEGARA – Kualitas tenaga pengajar yang ditempatkan di daerah terpencil atau pedesaan semestinya harus setara dengan guru yang ditugaskan di daerah perkotaan. Itu penting agar tidak terjadi kesenjangan pendidikan.
Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro meminta agar Dinas Pendidikan bisa meningkatkan kualitas belajar mengajar di daerah terpencil atau pedesaan.

“Kita ingin kemampuan guru yang bertugas di daerah pedesaan atau terpencil setara dengan guru yang ada di perkotaan. Hal ini sangat penting karena untuk pemerataan kualitas pendidikan,” kata Anggoro saat mengunjungi salah satu SD di daerah terpencil di Kecamatan Purwanegara kemarin.

Peningkatan kualitas tenaga pendidik yang bertugas di daerah pedalaman menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik).

Menurut Anggoro, peningkatan kualitas guru di daerah pedalaman hendaknya menjadi skala prioritas, karena tidak jarang kemampuan siswa di daerah pedalaman tertinggal jauh dengan siswa yang ada di perkotaan.

Salah satu pemicu kualitas siswa pedalaman kurang bagus karena kemampuan guru juga masih banyak yang pas-pasan. Pemicu lainnya karena sekolah di daerah pedalaman minim akses informasi atau media pembelajaran selain dari sekolah.

“Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan di pedalaman adalah dengan meningkatkan kemampuan para guru itu sendiri. Guru bisa menjadi mediator penghantar ilmu kepada anak didiknya,” katanya.

Anak didik di Daerah terpencil atau perdesaan sebetulnya juga memiliki dasar kemampuan yang sama dengan anak didik yang tinggal di kota, hanya saja mereka yang tinggal di pedalaman tidak mendapatkan kesempatan seperti mereka yang tinggal di kota.

Pendidikan di Banjarnegara masih belum merata, hal itu dibuktikan dengan masih adanya kesenjangan kualitas pendidikan antara sekolah di pedalaman dan kota.

“Saya berharap agar pendidikan di Banjarnegara baik diperkotaan dan pedesaan lebih merata dan berkualitas,” tambah Anggoro.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olah raga Noor Tamami mengatakan, kurikulum dan metode pendidikan di perkotaaan dan daerah terpencil atau perdesaan setara atau sama.

Hanya saja pihaknya mengakui tenaga pengajar di wilayah daerah terpencil mayoritas masih tenaga wiyata bakti dan honorer, meski tidak semuanya, namun secara kualitas harus diakui berbeda dengan tenaga pengajar di wilayah perkotaan yang sebagian besar merupakan guru PNS.

“Hanya ada dua guru yang berstatus PNS, lainnya masih tenaga honorer bahkan wiyata bakti, kami berharap kedepan makin banyak perekrutan PNS untuk tenaga guru.” kata Noor Tamami

Untuk mengantisipasi kesenjangan antara sekolah di daerah terpencil dan perkotaan pihaknya selalu mengadakan pertemuan guru-guru untuk memberikan persamaan pandangan dan persamaan metode pengajaran, sehingga diharapkan tidak ada lagi perbedaan kualitas pendidikan.

“Harus diakui juga sarana dan prasarana sekolah di perdesaan dan perkotaan berbeda, meski itu buka alasan utama, namun hal tersebut menjadi salah satu sebab belum setaranya kualitas pendidikan di dearah terpencil dan perkotaan,” katanya. (**anhar)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan