Mon09252017

Last updateFri, 22 Sep 2017 11am

Back You are here: Home Berita Pendidikan Anggoro Apresiasi Dindikpora Bantu RTLH

Anggoro Apresiasi Dindikpora Bantu RTLH

BANJARNEGARA- Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro mengapresiasi Dinas Pendidikan Pemuda Dan Olahaga yang sudah mendukung dan melaksanakan program Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam rangka mengentaskan kemiskinan yakni Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Anggoro memberikan apresiasi Kepada Dinas Pendidikan pada hari Peringatan Hari Pendidikan nasional tahun ini yang tidak hanya diperingati dengan upacara dan kegiatan seremonial saja, namun berbagai kegiatan mulai dari tingkat Kabupaten hingga Kecamatan juga dilaksanakan upacara dan kegiatan sosial.

“Saya mengapresiasi para guru dan karyawan yang sudah bergotong royong menyisihkan sebagian rezekinya dalam program RTLH,” kata Anggoro usai peletakan batu pertama pembangunan RTLH bantuan Dindikpora di Desa Purwodadi Kecamatan Karangkobar Selasa (9/5).

Sebelumnya berdasarkan data 2015, di Banjarnegara masih terdapat 52.922 rumah tidak layak huni. Rumah tidak layak huni yang sudah terdata tersebut terbagi menjadi tiga prioritas, dan sudah mulai berkurang sejak akhir tahun 2016

Dari jumlah tersebut, 3.749 unit masuk kategori prioritas pertama. Sedangkan 19.154 unit masuk prioritas kedua, serta 30.018 unit masuk prioritas ketiga. ”Yang mendesak untuk ditangani yakni prioritas 1, karena benar- benar tidak layak,” katanya.

Penanganan seluruh RTLH tersebut memang membutuhkan biaya yang sangat besar. Jika diasumsikan untuk prioritas pertama diintervensi sebesar Rp 10 juta per unit, dibutuhkan dana sekitar Rp 37,49 miliar. Untuk prioritas kedua dengan intervensi Rp 8 juta per unit, butuh dana sebesar Rp 153,2 miliar.

Sedangkan prioritas 3 dengan intervensi sebesar Rp 6 juta per unit, butuh Rp 180 miliar. Anggaran yang dibutuhkan untuk menuntaskan rumah tidak layak huni sebesar Rp 337 miliar. Butuh peran semua pihak untuk menuntaskan permasalahan RTLH.

Prioritas satu merupakan rumah paling parah kondisinya yang terdapat di 19 desa tersebar di enam Kecamatan, yaitu Wanayasa, Pejawaran, Punggelan, Kalibening, Karangkobar, dan Pagentan.

“Pemkab Banjarnegara sendiri tahun 2017 menargetkan 4.777 jumlah RTLH yang di rehab dengan Anggaran Rp 51,4 milliar dan sudah dimulai pengerjaannya,” tambah Anggoro

Selain melalui anggaran APBD, DAK dan Propinsi, Anggoro juga meminta peran swasta untuk menuntaskan program kemiskinan di Banjarnegara, salah satunya melalui Program RTLH.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan Dan Olah raga Banjarnegara Noor Tamami menambahkan pada hardiknas tahun 2017, pihaknya menargetkan 23 unit RTLH, namun hingga awal Mei terkumpul dana sebesar Rp. 360.024.500 dari berbagai elemen yaitu karyawan Dindikpora, Himpaudi, IGTKI, UPTD Dindikpora Kecamatan, guru dan siswa SMP, SMA dan SMK.

“Dari jumlah dana tersebut semuanya akan kami alokasikan untuk rehab 36 unit RTLH, dimana setiap Kecamatan nantinya akan mendapatkan 1 RTLH atau 2 unit,” katanya.

Noor Tamami menambahkan, setiap rumah nantinya akan mendapatkan dana RTLH sebesar Rp. 10 juta, dana tersebut merupakan dana stimulan sehingga diharapkan ada peran pemilik rumah, pemerintah desa dan masyarakat disekitarnya untuk membantu penyelesaian rehab RTLH tersebut.

“Kegiatan rehabilitasi RTLH ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu serta mendidik siswa agar mempunyai kepedulian sosial,” pungkasnya. (**anhar)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan