Sat12152018

Last updateFri, 14 Dec 2018 3pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Pendidikan Budi Daya Teh di SMPN 3 Wanayasa

Budi Daya Teh di SMPN 3 Wanayasa

Banjarnegara~SMPN 3 Wanayasa melakukan kegiatan budi daya teh sebagai upaya melatih jiwa kewirausahaan sejak dini untuk siswanya. Dengan iklim yang sejuk serta petani sekitar sekolah mayoritas petani teh, menjadikan sekolah tersebut potensial untuk melakukan budidaya tanaman teh.

Kepala Sekolah SMPN 3 Wanayasa, Supono mengatakan selain untuk melatih siswa berwirausaha, budi daya teh dilakukan untuk memberikan identitas sekolahnya “Di usia ke 11 tahun ini, sekolah kami ingin memilki identitas dan dikenal sebagai sekolah teh,” ungkapnya saat Sarasehan di SMPN 3 Wanayasa beberapa waktu yang lalu.
Supono menerangkan bahwa kini di SMPN 3 Wanayasa telah memiliki 800 pohon teh yang ditanam di lingkungan sekolah dengan memanfaatkan lahan kosong yang ada. Menurutnya, lahan masih bisa ditanami sekitar 2000 pohon teh
“Kami memiliki lahan yang cukup untuk menanam sekitar 2000 pohon teh, tetapi kami terkendala bibit teh yang di tempat pembibitan masih belum tersedia. Kami harap dua bulan kedepan sudah ada bibit teh siap tanam,” terangnya.
Maskipun belum dengan jumlah besar, budi daya teh akan terus  kami lakukan. Siswa kami latih untukmemproduksi sebagai kecakapan keterampilan mengolah teh dan menjual produk, lanjutnya.
Proses pengolahan yang siswa kami lakukan masih model tradisional, dengan cara disangan.   Kemudian kami juga sudah berkomunikasi dengan PT Pagilaran untuk membantu budidaya teh di sekolah kami.” Produk teh buatan sekolah kami diberi nama Teh Segawa,” imbuhnya.
Ratusan pohon teh yang ditanam, kata Supono, juga merupakan aksi nyata SMPN 3 untuk menjadi sekolah konservasi. Selain itu, siswa SMPN 3 Wanayasa juga diajarkan untuk membuat sampah menjadi barang yang bermanfaat.
“Kami menginginkan siswa mengetahui bahwa sampah, terutama sampah plastik bisa diolah menjadi barang yang memiliki nilai ekonomis,” katanya.
Wakil Bupati Banjarnegara menyampaikan apresiasinya untuk sekolah SMPN 3 Wanayasa yang telah ikut mewujudkan sekolah konservasi di Banjarnegara.
Ketika beberapa tempat di Banjarnegara mengalami bencana tanah longsor, sekolah mencoba untuk menjawab tantangan tersebut dengan setiap jengkal tanah bermakna tumbuh-tumbuhan, menanam pepohonan di area sekolah. Sekolah konservasi sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan. “Berawal dari sekolah, hal tersebut akan mengedukasi masyarakat untuk menerapkan di lingkungannya masing-masing,” tutur Wabup.
Beberapa waktu lalu SMPN 1 Pagentan mencanangkan sebagai sekolah kopi, sekarang SMPN 3 Wanayasa menjadi sekolah teh. “Kami harap berbagai hal tersebut dapat mengispirasi sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Dari sekolah kita bisa melihat potensi di Banjarnegara”
Kami berharap, sekolah sebagai  lembaga pendidikan menjadi lembaga yang benar-benar bermanfaat dan sebagai tempat menimba ilmu pendidikan dalam arti luas, pungkas Wabup. (amar)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan