Thu11152018

Last updateWed, 14 Nov 2018 10am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Pendidikan Tingkatkan Kualitas Literasi, Guru Dilatih Menulis

Tingkatkan Kualitas Literasi, Guru Dilatih Menulis

 

BANJARNEGARA – Kemampuan menulis guru di Banjarnegara masih rendah. Padahal menulis menjadi salah satu dari enam kemampuan dasar literasi. Dan bagi guru kemampuan menulis ini sangat penting sebab posisi guru berperan  penting dalam menumbuhkan kemampuan literasi pada siswa-siswanya. Oleh karena itu, Forum Komunikasi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (FK-MGMP) SMP bekerja sama dengan salah satu penerbit menyelenggarakan Diklat Menulis Buku Sagu-Sabu 2 Kabupaten Banjarnegara di Sasana Adi Praja Lantai 3 Setda. Demikian disampaikan Ketua FK-MGMP SMP, Haryono, M. Pd., Sabtu (8/9) di sela-sela pelaksanaan kegiatan.

“Kegiatan ini juga bertujuan melatih peserta mampu menyusun buku, mengajukan ke percetakan sampai dengan pemasarannya” katan

Peserta Diklat berjumlah 193 orang yang terdiri dari beragam asal. Meski diselenggarakan oleh MGMP SMP, lanjutnya, namun panitia membuka kesempatan pada semua pihak yang berminat. Peserta yang berasal dari guru-guru SD/UPT 4 orang, Guru SMP/MTs 124 orang, guru setingkat SMA/MA/SMK 29 orang, Pelajar/Mahasiswa 6 orang, dan dari pengurus MGMP 28 orang.  Selain berasal dari berbagai tingkatan guru, peserta juga berasal dari luar daerah.

“Peserta Diklat berasal dari Banjarnegara, Purbalingga, Cilacap, Tasikmalaya, dan Jakarta” katanya.

Diklat, kata Haryono, dilaksanakan selama 2 hari yaitu Sabtu – Minggu (8 – 9 /9) dilanjutkan dengan on service learning selama 30 hari. Nara sumber kegiatan Agus Sutanto, MPd., Kabid PTK Dindikpora, Mohammad Ihsan (CEO Mediaguru), dan Eko Prasetyo (Pemred Mediaguru). Kegiatan dibuka oleh Kadindikpora, Drs. Noor Tamami.

“Metode Diklat dilaksanakan dengan pola in dan on. Teori – praktek. Setelah teori langsung dilakukan praktek menulis. Masing-masing peserta menulis di laman facebook dan medsos yang dimilikinya. Penilaian dilakukan secara online dan dipantau selama 1 bulan” katanya.

Metode ini dilakukan, katanya, agar dapat memaksa peserta berani mewujudkan gagasannya dalam bentuk tulisan, untuk selanjutnya dibukukan, sehingga memperkaya dinamisasi literasi di Banjarnegara.

“Sesuai moto kami, satu guru satu buku. Maka usai Diklat, harapannya masing-masing peserta dapat menghasilkan satu judul buku” katanya.

Kepala Dindikpora, Drs. Noor Tamami mengapresiasi kegiatan diklat penulisan ini. Dia meyakini upaya penguatan literasi guru yang saat ini tengah gencar digalakan pada saatnya pasti akan berdampak pada siswa.-siswa yang diampunya. 

“Pada satu sisi Diklat penulisan ini tentu meningkatkan kualitas guru dalam hal tulis menulis. Di sisi lain, peningkatan kemampuan guru ini akan meningkatkan kualitasnya sebagai agen tranformasi ilmu pada siswa-siswanya. Harapan ke depannya proses ini akan menghasilkan peningkatan kualitas literasi para pelajar di Banjarnegara” katanya. 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan