Thu01172019

Last updateThu, 17 Jan 2019 8am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Pendidikan Haul Nasional Dr Sulistiyo dan Pembukaan Jambore Guru di Banjarnegara

Haul Nasional Dr Sulistiyo dan Pembukaan Jambore Guru di Banjarnegara

BANJARNEGARA – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono membuka secara resmi Jambore Guru dan Haul Nasional Dr Sulistiyo, Sabtu (22/12/2018) di kompleks makam Dr Sulistiyo, Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara. Dalam kegiatan tersebut hadir Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi, Rektor UPGRIS Semarang Muhdi, pejabat Pemprov Jateng, Pemkab Banjarnegara serta pengurus PGRI Pusat dan daerah. Tak ketinggalan ratusan guru dari seluruh Indonesia yang memenuhi area upacara pembukaan. Hadir juga tokoh pendidikan dari luar negeri, Ramanathan, sahabat Dr Sulistiyo dan mewakili Malaysian Association for Education (MAE).

Bupati Budhi Sarwono dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh guru utamanya pengurus PGRI atas pengabdian dan dedikasinya dalam berkiprah mewujudkan peningkatan mutu pendidikan. “Kami juga mengucapkan selamat hari ulang tahun PGRI dan Hari Guru Nasional kepada seluruh guru dan jajaran PGRI, yang telah merayakannya beberapa hari yang lalu,” katanya.

Kaitannya dengan haul, Budhi Sarwono juga mengenang tentang sosok Sulistiyo sebagai pribadi pejuang. “Almarhum Sulistiyo yang putra asli Banjarnegara adalah pribadi pejuang yang totalitas memperjuangkan nasib guru dan kemajuan dunia pendidikan,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Umum PB PGRI dr Unifah Rosyidi M. Pd, dalam sambutan kedua mengatakan bahwa Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap memperjuangkan guru honorer untuk diangkat menjadi ASN. "Dalam kesempatan bertemu presiden yang kadang hanya lima menit, selalu saya manfaatkan untuk memohon afirmasi kepada guru honorer yang sudah lama mengabdi. Selain itu, kita juga terus mendorong adanya revisi UU ASN agar dapat mengakomodir honorer," terang Unifah.

Dalam kesempatan itu, Unifah meyakinkan para guru bahwa PGRI terus berjuang untuk guru, terutama dalam mensejahterakan guru sehingga bermartabat dan profesional. Ia juga mengingatkan agar para guru di tahun politik seperti sekarang ini tidak menjadi korban politik. "Jangan mau guru dipecah-pecah, guru dan PGRI adalah kekuatan moral intelektual yang lurus. Saya akan menjadi orang pertama yang menangis ketika ada guru yang menjadi korban politik" tambahnya.

Sahabat almarhum Sulistiyo dari Malaysia, Ramanathan yang hadir mewakili Malaysian Association for Education (MAE), dalam testimoni mengenang Sulistiyo berkisah bahwa ketika sedang mengikuti lokakarya guru di Palembang, ia terkena serangan jantung, dan Sulistiyolah yang merawatnya selama di rumah sakit. "Sulistiyo sangat berjiwa guru dan pendidik. Secara pribadi, saya tidak mungkin dapat melupakan jasa beliau" kenang Ramanathan.

Dalam acara tersebut, diserahkan bantuan “Omah Setrum” dari yang diserahkan Rektor UPGRIS Semarang Dr. Muhdi, S.H., M.Hum untuk energi alternatif di kompleks Makam Dr Sulis. Bantuan dari UPGRIS diterima secara resmi oleh bupati Budhi Sarwono, yang selanjutnya bersama-sama meresmikan prasasti monumen dan makam Dr Sulistiyo di kompleks tersebut. Selain prosesi haul, juga diadakan pameran buku, dialog dengan Pengurus Besar PGRI, outbound dan juga lokakarya yang melibatkan ratusan guru dari seluruh Indonesia. (mujipras/dinkominfo_banjarnegara)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan