Sat09232017

Last updateFri, 22 Sep 2017 11am

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Anggoro, Pengembangan Minapadi Perlu Pengawalan

Anggoro, Pengembangan Minapadi Perlu Pengawalan

BANJARNEGARA –Penjabat Bupati Banjarnegara Prijo Anggoro meminta pengembangan minapadi harus mendapatkan pengawalan, sehingga hasilnya sesuai dengan perhitungan petani.

“Minapadi merupakan program yang tepat bagi petani, namun harus dikawal sehingga hasilnya sesuai dengan perhitungan dan harapan petani,” kata Anggoro usai panen ikan di Desa Mertasari belum lama ini.

Setelah panen nantinya, petani juga dibantu dari sisi pemasaran sehingga mereka tidak perlu repot untuk pemasaran hasil perikanannya.

Jika melihat konsep yang ditawarkan, mestinya petani tidak perlu ragu lagi untuk mengembangkan minapadi, karena sangat menguntungkan dari berbagi sisi.

Keluhan petani tentang mahalnya harga pakan, sehingga mempengaruhi produksi perikanan bisa disikapi dengan pola budidaya minapadi seperti yang dilakukan sekarang ini di Banjarnegara.

Menurutnya minapadi sangat potensial dikembangkan di Banjarnegara. Potensi tersebut juga didukung dengan jumlah mayoritas penduduk Banjarnegara yang mayoritas adalah petani, dan mempunyai ketersediaan air yang melimpah.

“Minapadi memenuhi permintaan ikan sebagai produk pangan sumber protein bagi masyarakat di pedesaan yang letaknya jauh dari laut,” katanya.

Tahun ini, bekerjasama dengan Kementerian Perikanan dan Kelautan akan memberikan alokasi bantuan untuk pengembangan model minapadi sebanyak 45 hektar. Nantinya bantuan tersebut akan dikembangkan di wilayah Mandiraja, Purwanegara, Bawang, Wanadadi dan Kecamatan Rakit (Rajapurbawa).

“Selain lima Kecamatan tersebut nantinya juga akan dikembangkan di empat Kecamatan lainnya. Yakni di Kecamatan Sigaluh, Susukan, Banjarmangu, dan Banjarnegara,”tambahnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Singgih Haryono mengatakan, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara saat ini terus mengembangkan budi daya ikan konsumsi dengan sistem minapadi. Hal tersebut sebagai upaya meningkatkan produksi ikan sekaligus meningkatkan pendapatan petani.

“Selain mengembangkan ikan di kolam, kami mendorong masyarakat tani untuk membudidayakan ikan dengan sistem minapadi. Di Banjarnegara sistem ini telah dikembangkan di enam Kecamatan yang mempunyai potensi untuk minapadi,” kata Singgih.

Singgih menambahkan, potensi pengembangan minapadi di Banjarnegara sangat besar. Sebab masih banyak lahan pertanian yang berpotensi untuk pengembangan minapadi.

“Banjarnegara mempunyai 111,28 hektar lahan minapadi, jadi masih banyak lahan yang siap untuk pengembangan minapadi,” lanjutnya.

Singgih menambahkan, dengan minapadi petani juga lebih hemat biaya produksi. Jika tanam padi saja, pemupukan dan penyemprotan bisa dilakukan berkali-kali. Namun, dengan adanya ikan di sekeliling tanaman padi, biaya tersebut dapat ditekan. Selain itu, kami juga tidak perlu menyiangi rumput dan gulma karena tanaman itu dimakan oleh ikan.(**anhar)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan