Fri07212017

Last updateFri, 21 Jul 2017 8am

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Atasi Putusnya Jalan Asinan, Pemerintah Akan Perbaiki Jalan Lingkar Semingkir

Atasi Putusnya Jalan Asinan, Pemerintah Akan Perbaiki Jalan Lingkar Semingkir

BANJARNEGARA – Pemerintah akan membangun kembali jalur jalan lingkar Asinan lewat Semingkir untuk mengatasi putusnya ruas jalan Asinan-Magersari. Oleh karena di ruas jalan ini juga terjadi jalan patah dan lebarnya juga mepet, maka pemerintah akan melakukan perbaikan jalan patah tersebut terlebih dahulu serta melakukan pelebaran jalan dari semula 2 m dilebarkan menjadi 5 m.

“Jalan yang putus ada di dekat kebun teh. Tepatnya di dusun Penamping, desa Kalibombong. Kurang lebih panjangnya 2 m. Kita focus untuk memperbaiki rute di sekitar titik ini agar lalu lintas nantinya lebih lancar” kata Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), Arqom, Selasa (11/04).
Di titik ini, lanjutnya, kurang lebih sepanjang 125 m jalan akan diperlebar dari 2 m menjadi 5 m dengan cara mengepras tanah di sekitarnya. Berdasar rapat terdahulu yang dilakukan bersama desa, Kecamatan, dan pihak terkait lainnya, warga sudah menyetujui penggunaannya tanahnya untuk pelebaran jalan. Pemerintah akan melaksanakan secepatnya.
“Pilihan memperbaiki jalan melingkar yang melewati Dusun Penumping, Desa Kalibombong sebenarnya sama saja mengembalikan ke rute jalan semula sebelum adanya jalan baru yang baru saja putus tersebut. Memang memutar jalannya, namun pilihan ini merupakan alternatif yang paling mungkin dikerjakan untuk saat ini serta lebih aman untuk dilalui warga” katanya.
Terhadap jalan alternative yang dibangun warga, Arqom meminta semua pihak untuk terus waspada karena pergerakan tanah yang berada di bawah jalan. Sampai kini air terus mengalir membawa material lumpur. Karena itu pihaknya menghimbau warga untuk senantiasa berhati-hati saat melintas di jalan alternative tersebut karena cukup berbahaya.
“Kami minta semua pihak untuk waspada. Kami juga telah menempatkan petugas untuk memantau terus perkembangannya. Terhadap pemerintah desa kami minta kerjasamanya untuk senantiasa memantau dan mengecek kondisi jalan setiap waktu. Apalagi saat hujan deras dan sesudah hujan. Baiknya saat hujan dan sesudahnya kendaraan dilarang lewat. Ini untuk menjamin keselamatan warga yang melintas” katanya.
Kepala Sekolah SMPN 5 Satu Atap di Desa Asinan, Sutardi, S. Pd., menambahkan kalau putusnya akses jalan tersebut tidak berdampak besar bagi proses belajar mengajar di sekolahnya. Sebab mayoritas siswa sekolahnya berasal dari desa Asinan dimana lokasi sekolahnya berada. Namun bagi guru-guru sekolah yang mayoritas berasal dari luar desa sedikit berpengaruh, terutama yang membawa kendaraan operasional mobil.
“Jarak dari lokasi jalan patah ke sekolah kurang lebih 2 km. Bila ditempuh dengan jalan memutar lewat Semingkir jaraknya kurang lebih sekitar 6 km. Tentu cukup makan waktu” katanya.
Kaur Umum desa Asinan, Slamet, menambahkan pembangunan jalan alternative oleh warga bersama paguyuban sopir tersebut karena warga memang tidak mempunyai pilihan lain. Sebab jalan memutar lewat Sumingkir tersebut sekarang ini pun tidak dapat dilewati karena putusnya jalan sepanjang 2 m di dusun Penumping, Kalibombong, dekat kebun teh. Jalan alternative tersebut menjadi satu-satunya peluang akses yang ada bagi warga desa Asinan dan Krungkungan dalam mempertahankan kegiatan perekonomian dan sosialnya.
“Jalan di dekat kebun teh tersebut sebetulnya sudah putus sejak dua bulan lalu. Akan tetapi warga berhasil mengatasinya, sehingga kendaraan masih dapat lewat. Namun saat kejadian longsor di bawah yang memutus jalan, ruas jalan ini ikut longsor sehingga menambah parah kondisi jalan. Longsor susulan ini mengakibatkan kendaraan roda empat tidak lagi dapat lewat” katanya.
Oleh karea itu, untuk  mengatasi kesulitan akses jalan akibat putusnya ruas jalan Asinan - Magersari, sepanjang hari Minggu kemarin warga bersama paguyuban sopir angkot melakukan inisiatif membuat jalan alternative. Jalan tersebut dibangun dengan memanfaatkan sisa jalan utama yang masih ada dan memperluasnya dengan cara mengubur saluran drainase dengan memanfaatkan patahan jalan aspal.
“Untuk sementara ini akses jalan putus sudah dapat dilewati kendaraan roda empat. Namun kendaraan roda empat yang dapat melaluinya baru kendaraan sekelas avanza dan pick up. Itupun sopirnya harus ekstra hati-hati karena sempitnya jalan alternative yang dibangun di pinggir jalan yang putus” katanya.
Meski begitu, kata Slamet, warga sendiri tidak yakin mengenai kekuatan bagunan jalan alternative tersebut jika hujan kembali turun. Warga dan Pemdes, katanya, mengaku pasrah kalau hujan pada akhirnya menghancurkannya. Selain itu, kata Slamet, warga juga resah bila pergerakan tanah ini tidak segera ditangani akan meluas dan menyeret tanah di atas longsoran. Padahal di lokasi ini merupakan tempat tinggal penduduk dusun Asinan dan Krungkungan.
“Harapannya, Pemerintah segera mengatasi jalan putus dan pegerakan tanah ini secepatnya sebab keberadaan akses jalan ini sangat berarti bagi kehidupan masyarakat dan juga agar masalah pegerakan tanah jangan sampai meluas kemana-mana” katanya. (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan