Wed08152018

Last updateWed, 15 Aug 2018 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Kondisi Sanitasi (Jamban Sehat)Di Banjarnegara urutan Ke 34 dari 35 Kabupaten Se Jawa Tengah

Kondisi Sanitasi (Jamban Sehat)Di Banjarnegara urutan Ke 34 dari 35 Kabupaten Se Jawa Tengah

Banjarnegara~Kondisi sanitasi atau jamban sehat di Banjarnegara menduduki peringkat Ke 34 dari 35 Kabupaten Se Jawa Tengah. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan dr. Ahmad Setiawan. MPH saat menyampaikan paparannya  pada acara Pertemuan Advokasi Lintas Sektor, Program ODF (Open Defecation Free), Kesehatan Lingkungan dan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Aula Sasana Bakti Praja Setda Kabupaten Banjarnegara beberapa waktu yang lalu.

Ahmad setiawan mengatakan sanitasi atau yang sering kita sebut Kesehatan Lingkungan merupakan salah satu faktor terbesar yang mempengaruhi drajat kesehatan manusia. Sanitasi dasar identik dengan penyediaan air bersih, jamban keluarga, sarana pengelolan sampah dan sarana pembuangan air limbah.
“Grafik prosentase kemajuan berdasarkan akses progres di Jawa Tengah menunjukan kondisi sanitasi (jamban sehat ) dikabupaten Banjarnegara menduduki peringkat ke 34 dengan capaian 61,10 %, artinya apa kondisi sanitasi di Banjarnegara masih buruk.” Katanya

“Oleh sebab itu kita harus bersama sama bisa merubah prilaku masyarakat agar tidak lagi melakukan kebiasaan buang air besar sembarangan. Tentu saja hal ini harus didukung dengan tersedianya sarana dan prasarana sanitasi (jamban sehat ) yang memadai dan layak bagi masyarakat.”

Sekretaris Derah Kabupaten Banjarnegara Drs. Indarto, M.Si saat membuka pertemuan Advokasi Lintas Sektor, Program ODF, Kesehatan Lingkungan dan Prilaku Bersih Hidup Sehat, mengatakan studi WHO memberikan gambaran bahwa apabila akses masyarakat terhadap sanitasi dapat di tingkatkan, akan menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan sebesar 45%.

Lebih lanjut ia mengatakan santitasi bila didukung dengan hygiene, prilaku hidub bersih dan sehat akan mampu menurunkan faktor resiko terjadinya penyakit berbasis lingkungan kepada masyarakat seperti diare, DBD, malaria, chikungunya, kecacingan dan typus. 

Salah satu upaya yang ditempuh adalah memperbesar peluang bagi fasilitator atau tokoh masyarakat dan stakeholder agar mampu melakukan fasilitasi dalam pemberdayaan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih aman dan nyaman melalui penekatan PHBS( Prilaku Hidup Bersih dan Sehat).

“Prilaku hidup bersih dan sehat merupakan langkah yang harus kita lakukan  untuk mencapai derajat kesehatan yang optimal bagi setiap orang. Kondisi sehat tidak serta merta terjadi, tetapi harus senantiasa kita upayakan dari yang tidak sehat menjadi hidup yang sehat serta menciptakan lingkungan yang sehat. Katanya

“Saya menyadari bahwa untuk mewujudkan program stop buang air besar sembarangan memang bukan suatu yang mudah untuk dilaksanakan. Akan tetapi saya percaya bahwa dengan usaha yang terus menerus dan dukungan dari semua pihak termasuk masyarakat itu sendiri, program stop buang air besar sembarangan akan dapat terlaksana dengan baik. Hal itu mendorong kita untuk dapat ODF di tahun 2019 dapat mencapai stop buang air besar sembarangan di Banjarengara.”

Indarto berharap pertemuan ini bisa menjadi pemicu bagi desa – desa lain di Kabupaten Banjarengara untuk bisa segera mewujudkan program stop buang air besar sembarangan dan desa yang sudah stop buang air besar sembarangan dapat meningkatkan ke pilar – pilar berikutnya sehingga kedepan dapat menjadi desa/kecamatan /kabupaten ODF.
Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Balkesmas Ambarawa, Kepala Dinas Kesehatan Banjarengara, Kepala OPD Kabupaten Banjarengara, Kepala UPT Puskesmas dan Kepala Desa / keluarahan se kabupaten Banjarengar. (bagus)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan