Thu11152018

Last updateWed, 14 Nov 2018 10am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Upaya Konservasi Alam Melalui Film Dokumenter

Upaya Konservasi Alam Melalui Film Dokumenter

 

BANJARNEGARA – Kerusakan alam di Banjarnegara khususnya di wilayah atas akibat aktivitas pertanian tak terhindarkan. Penggunaan kimia skala besar dalam pola pertanian menyebabkan rusaknya alam, sehingga Banjarnegara sangat diperlukan konservasi. Keprihatianan itu dibahas dalam Forum Group Discussion (FGD) akhir pekan lalu di aula Bapperlitbang Banjarnegara (9/9/2018), yang memfokuskan pada upaya konservasi melalui film dokumenter.

Kepala Bapperlitbang Banjarnegara, melalui Kabid Ekonomi Moh Santiaji, SE, mengatakan, selaku leading sector dalam acara ini dinasnya mengundang aktivis, guru, pelajar dan generasi muda yang diharapkan dapat mendukung konservasi alam dengan karya kreatifnya.

“Kami juga bekerja sama dengan lintas komunitas di Banjarnegara, juga bersinergi dengan kegiatan pengembangan ekonomi kreatif Dinas Perindagkop dan UMKM khususnya sektor film,” katanya.

Peserta dipenuhi dari pegiat lingkungan, komunitas film, komunitas fotografi, aktiviis pertanian, pecinta alam, pelaku wisata, aktivis medsos, serta guru, anggota OSIS dan kelompok ekstrakurikuler film dokumenter dari SMP dan SMA sederajat di Banjarnegara.

Sedang narasumber yang dihadirkan antara lain : Dr. Eng. Ngadisih, M. Sc (dosen teknologi pertanian UGM), Dr. Hatma Suryatmaja, M. Si (dosen kehutanan UGM), serta film maker “Orang Serayu” yaitu Muslichah, MA dan Dwi Nur, A.Md.

Acara diawali dengan nonton bareng film “Orang Serayu”. Film garapan rumah produksi Dibalik Bingkai tersebut mengisahkan perilaku petani dan masyarakat Banjarnegara di wilayah atas seperti Batur (Dieng), Wanayasa dan Karangkobar. Tayangan ini menyadarkan kita betapa pentingnya mengelola tanah dan menjaga alam. Tuhan memberikan kesuburan tanah dan hasil bumi berlimpah. Namun jika akivitas penghuninya kurang bijak dalam mengelola tanah dengan penggunaan pestisida yang massif dan membabi buta, niscaya akan menjadi ancaman bencana di masa depan. Rusaknya struktur tanah, banjir, longsor, dan sedimentasi besar-besaran tak terhindarkan.

Usai menyaksikan “Orang Serayu”, dilanjutkan dengan paparan konten film, diskusi proses kreatif dan sinematografinya. Dr. Hatma Suryatmaja, M.Si menuturkan, timnya memberikan apresiasi kepada anak-anak muda Banjarnegara yang kerap bergiat dalam kegiatan konservasi dan kepecintaalaman.

“Kami berharap agar kegiatannya bisa didokumentasikan dan disebarluaskan melalui film pendek sederhana,” katanya, “kita sadar saat ini anak muda sangat familiar dengan konten audiovisual seperti youtube dan medsos lainnya.”

Lelaki yang akrab disapa Pak Mayong ini juga sekilas menceritakan rusaknya hutan dan Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu dari hulu sampai hilir.

Dr. Eng. Ngadisih, M. Sc juga prihatin dengan pola pertanian khususnya wilayah Banjarnegara bagian utara. “Penggunaan pupuk kimia sangat massif, padahal tanah perlu istirahat untuk memperbaiki dan mengembalikan kandungan hara yang hilang akibat pestisida.”

Sementara itu pada diskusi proses kreatif dan sinematografi film dokumenter berlangsung seru hingga petang hari. Menurut Muslichah yang akrab dipanggl Ika, salah seorang pembuat film Orang Serayu, kreativitas menjadi syarat mutlak seorang film maker, apalagi jika isyunya sebenarnya sederhana bahkan kurang menarik.

“Masalah konservasi tidak menarik bagi orang biasa, atau orang yang tidak menyukai masalah konservasi. Tapi adegan film bisa jadi menarik manakala ada sisi humanis yang menghiasi,” ujarnya. Ia mencontohkan pada kutipan adegan Orang Serayu, ada pedagang tahu bulat lewat dengan TOA khasnya, atau kepolosan komentar warga setempat menyikapi masalah ‘besar’ yang dihadapi.

Acara tersebut menarik berbagai komunitas dan peserta yang hadir. Mereka berharap ada tindak lanjut dari dialog ini seperti pelatihan pembuatan film dokumenter, juga kompetisi film pendek untuk menggairahkan produksi film lokal di Banjarnegara. (Muji Pras / dinkominfo_banjarnegara).

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan