Mon09252017

Last updateFri, 22 Sep 2017 11am

Back You are here: Home Berita Umum 55 Persen Masyarakat Banjarnegara Masih BAB Sembarangan

55 Persen Masyarakat Banjarnegara Masih BAB Sembarangan

 11 Desa Deklarasikan  Stop BAB Sembarangan
BANJARNEGARA-Prosentase kepemilikan jamban sehat hingga bulan Nopember 2015 tercatat sebesar 44,95 persen, masih ada 55 persen penduduk Banjarnegara yang masih buang air besar sembarangan. “Saat ini sudah ada 18 desa yang ODF (Open Defecation Free) atau sudah melaksanakan Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS),”Kata Kepala Dinas Kesehatan Banjarnegara Puji Astuti kemarin.

Salah satu strategi yang mendukung pencapaian peningkatan akses sanitasi selain kegiatan pemicuan untuk meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap sanitasi adalah dengan mengembangkan strategi pemasaran sanitasi dengan wirausaha sanitasi yang handal yang mampu memacu dan memicu proses perubahan perilaku di masyarakat terutama di daerah intervensi Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas).

“Dengan adanya 11 desa yang sudah mencapai kecamatan Stop buang air besar sembarangan, mudah-mudahan ini bisa menjadi pemicu untuk desa-desa yang lain dalam mencapai desa SBS,” lanjut Puji.

Puji menambahkan Program  Pamsimas adalah salah satu strategi dalam mendukung program STBM dan Kabupaten Banjarnegara  termasuk salah satu Kabupaten yang mendapat program Pamsimas sejak tahun 2008 sampai dengan sekarang (2013) dengan jumlah desa sebanyak 94 desa.

“Namun dalam perjalanannya pencapaian desa stop buang air besar sembarangan (Desa SBS) belum optimal, hal ni menjadi tantangan untuk kita untuk mencapai desa stop buang air besar sembarangan,” tambahnya.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan Studi WHO memberikan gambaran bahwa apabila akses mesyarakat terhadap sanitasi dapat ditingkatkan, akan menurunkan kejadian penyakit berbasis lingkungan sebesar 45 persen. Salah satu upaya yang ditempuh adalah memperbesar peluang bagi fasilitator atau tokoh masyarakat dan stake holder agar mampu melakukan fasilitasi dalam memberdayakan masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang sehat, bersih, aman dan nyaman melalui pendekatan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM).

“STBM adalah suatu program infestasi yang menitikberatkan pada pencapaian kondisi sanitasi total di masyarakat melalui perubahan perilaku hygienis dengan melibatkan (memberdayakan) seluruh komponen di masyarakat,” kata Sutedjo.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah dr. Yulianto Prabowo mengatakan STBM ditetapkan sebagai kebijakan nasional berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Nomor 3 tahun 2014 tentang sanitasi total berbasis masyarakat.

STBM sendiri bertujuan untuk mewujudkan perilaku masyarakat ynag higienis dan saniter secara mandiri dalam rangka meningkatan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi, diharapkan tahun 2019 Seluruh Indonesia bisa mencapai sanitasi total untuk seluruh masyarakat, sebagaimana tercantum dalam rencana pembangunan jangka pan jang nasional (RPJPN) Indonesia.

Yulianto menambahkan Kecamatan yang stop buang air besar sembarangan adalah 31 Kecamatan ODF dan Kabupaten Claim Buang Air Besar Sembarangan adalah Kabupaten Grobogan.

“Hari ini Jawa Tengah bertambah 11 desa atau kelurahan yang stop buang air besar sembarangan yang merupakan hasil kerja keras dan komitment yang kuat jajaran Pemkab. Banjarnegara,” Kata Yulianto.

Pada Momentum deklarasi  Stop buang air besar sembarangan, pemerintah juga  berharap menjadikan desa atau kelurahan menjadi desa yang stop buang air besar sembarangan yang nantinya menjadikan Banjarnegara menjadi kabupaten yang seluruh masyarakatnya stop buang air besar sembarangan dan menjadi kabupaten Banjarnegara stop buang air besar sembarangan. (**anhar)

 

 

 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan