Thu12142017

Last updateThu, 14 Dec 2017 2pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Umum Tusmino, Mantan TKI Sukses Jadi Petani Ikan

Tusmino, Mantan TKI Sukses Jadi Petani Ikan

Berharap Ikan Yang Dikirim Ke Luar Negeri, Bukan  TKI
BANJARNEGARA- Setelah lima tahun menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Korea Selatan Tusmino, kini beralih menjadi petani ikan yang dibilang cukup sukses. Dia kini mengembangkan pembibitan ikan Nila gesit yang di kawinkan dengan Nila Jenis Nirwana. Dan hasilnya,  hampir 50 ribu bibit ikan setiap hari bisa dihasilkan dari penangkarannya.

“Hasilnya bisa dilihat, seekor bibit nila ukuran larva di jual 15 rupiah, tinggal dikalikan 50 ribu saja,” kata Tusmino bangga.

Mengawali 2012, budidaya, Tusmino mantan TKI tersebut bingung setelah tidak lagi berangkat ke luar negeri. Namun di tengah kebimbangnnya muncul inspirasi ketika melihat  hamparan luas dan beberapa  kolam ikan. Saat itu munculah ide untuk memulai berbisnis perikanan dengan menjadi petani ikan. “Kebetulan lingkungan di sini juga mendukung untuk budidaya ikan,” lanjutnya.

Tusmino menuturkan, awalnya dia terbayang adanya lumpur dan bau amis ikan, dan sempat membuatnya berpikir dua kali, namun setelah berhitung, Dia mulai menyadari bahwa bertani ikan itu sangat menguntungkan, terutama benih ikan.

Awalnya Tusmino belajar dari lingkungan dan berkoordinasi dengan Bidang perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan. Selain itu dia juga belajar dari membaca internet untuk pengembangannya.

Untuk mengawali bisnisnya, dia membeli satu hektar tanah untuk kolam, dan selanjutnya Tusmino menyewa satu hektar lagi lahan untuk pengembangannya. “Saya mencoba mengawinkan nila gesit dan nila Nirwana, hasilnya ikan hasil silang menjadi salah satu benih ikan yang diminati petani ikan karena kualitasnya,” jelas Tusmino.

Dan setelah 3 tahun merintis, produk ikan hasil silangnya mulai dikenal masyarakat luas, Tusmino pun mulai di kenal sebagai penangkar ikan. “Kebetulan  masyarakat juga cocok untuk memakai ikan hasil kawin silang saya, bibit ikan saya sekarang sudah terjual  ke berbagai kota dI Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Tusmino menceritakan,pembenihan ikan nila tidak terlalu sulit karena nila bisa produksi secara alamiah. “Saya punya teman dari Thailand, dan  katanya ikan nila Indonesia bagus kualitasnya, itu menambah motivasi saya untuk terus berinovasi,” tambah Tusmino.

Upaya saya untuk terus mengembangkan bisnis perikanan juga mendapat dukungan penuh dari Dinas Pertanian, Perikanan Dan Peternakan. Dinas bahkan terus mendukungnya untuk menjadi salah satu distributor benih ikan di Indonesia. “Selain pembenihan Dinas juga menyarankan saya untuk Pendederan,” katanya.

Untuk meningkatkan kemampuannya dalam pembenihan Dinas Pertanian juga memberikan fasilitas bagi dirinya untuk mengikuti studi banding ke beberapa daerah yang mempunyai iklim perikanan sangat baik, mengingat dirinya bukan pembudidaya.

“Studi banding ini saya jadikan media untuk bertukar pengalaman sekaligus membuka akses pangsa pasar

Sekarang dari hasil menjadi petani ikan Dalam satu bulan Tusmino mampu menjual 600 ribu benih ikan nila. “Harga Larva 25 rupiah, dari harga itu 10 rupiah masuk ke saya dan 5 rupaih ke kelompok saya, serayu mas yang berjumlah 15 orang,” jelasnya.

Hingga saat ini saya mulai kewalahan untuk memenuhi permintaan pasar, dalam  satu minggu saja kami harus memenuhi permintaan pasar sebanyak 300 ribu benih.

Dan untuk saat ini dalam satu bulan saya baru mampu mengeluarkan bibit nila sebanyak 750 benih untuk pangsa pasar di Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Untuk meningkatkan produksi benih ikan, Tusmino juga membentuk kelompok tani ikan Serayu mas. Anggotanya merupakan petani yang tidak mempunyai lahan.

Setiap bulan kelompok kami mampu menghasilkan 600 ribu benih ikan nila. “Saya berharap kiprah saya di bidang perikanan bisa bermanfaat bagi masyarakat , terutama masyarakat disini,” katanya.

Selain ikan Nila, Tusmino juga mengembangkan ikan seperti Koi, Gurami, Patin, Bawal  Nilam. Dia mengakui tidak pernah sepi pembeli

Tusmino mengakui hasil dari menjadi petani ikan mampu meningkatkan perekonomian dirinya dan kelompoknya. “Apa yang saya dapat dari TKI ternyata saya dapat juga dengan menjadi petani ikan, Saya ingin kembali ke luar negeri, bukan sebagai TKI namun menjadi eksportir ikan, jadi bukan orangnya yang dikirim namun ikannya yang dikirim keluar negeri,” pungkas Tusmino.

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan