Mon10152018

Last updateMon, 15 Oct 2018 8am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Umum Sebuah Rumah untuk Hafizd Cilik Alana

Sebuah Rumah untuk Hafizd Cilik Alana

BANJARNEGARA – “Bapak siapa?” tanya Alana kepada Wabup Syamsudin sesaat setelah bertutur dengan Wabup. Penuh percaya diri tatap mata polos itu menunggu jawaban. “Saya mbah Syamsudin. Wakil Bupati Banjarnegara” begitu balas Wabup.
“Nomor teleponnya berapa?” lanjutnya. Datar saja, tanpa reaksi. Agaknya, kata Wakil Bupati tidak begitu berpengaruh terhadap sikapnya. Meski orang-orang di sekitarnya mengambil sikap hormat, namun Dia tak bergeming.
“081328xxxxxx” balas Wabup.

Setelah selesai mencatat nomor Wabup di Tab miliknya, Alana melanjutkan inisiatifnya mengendalikan pembicaraan. Mhm…Anak ini PD banget dan punya jiwa kepemimpinan.

“Ini video saya waktu operasi” lanjut Lana sambil menunjukan video dari Tab miliknya. Tab tersebut merupakan hadiah dari keikutsertaannya di acara Hafizd Indonesia di salah satu stasitun TV Nasional. Di moment superbatle Alana tidak lolos seleksi hingga dia tereliminasi.

Di gambar video terlihat Alana tengah tidur di drogbar Rumah Sakit Orthopaedi Sokaraja didorong oleh paramedic menuju ruang operasi. Alana masih dalam keadaan sadar, dan dalam kondisi tersebut Dia masih saja ceria melambaikan tangannya. Di belakang mengikuti Ayah dan Bundanya. Kata Alana, video tersebut yang bikin orang dari Stasiun Televisi.

“Operasi dilaksanakan untuk menyambungkan otot kaki yang ada pada pangkal pahanya. Kata dokter itu dilakukan agar kaki Alana dapat menelapak. Tidak jinjit seperti sekarang ini” kata Ayah Alana, Martono, Jumat (02/06) di rumahnya.

Alana ini, kata Martono, sejak kecil memang akrab dengan namanya rumah sakit. Ia lahir prematur dengan berat 1,3 kg sehingga harus menjalani proses inkubasi selama 40 hari. Pada akhir proses tersebut dokter memvonis Alana meninggal dunia.

“Innalillah wa inna illaihi rojiun. Mendengar vonis dokter, kami pasrah. Semua yang berasal dariNya, akan kembali padaNya”katanya.

Saat berniat akan membawanya pulang dengan kardus, bayi yang masih kelihatan organ ususnya itu tiba-tiba muntah. Ia masih hidup. Alhamdulillah.

Dokter pun segera melakukan penanganan. Tapi tak disangka dokter memvonis bayi itu tidak akan bisa bicara dan berjalan.

“Tapi kami tidak putus asa. Kami terima semua adanya. Hidupnya Alana saja sudah merupakan karunia Allah SWT yang luar biasa. Kami rawat Dia dengan kasih saying sepenuh hati. Perlakuan kami pun tidak membeda-bedakan dengan kakaknya Aditya dan si barep Bayu. Alana adalah anugerah bagi kami, karena anak itu Titipan Allah” katanya.

Rupanya pengalaman sakitnya yang berkepanjangan dari tahun ke tahun membekas di benak Alana. Beruntung Dia anak yang memilik kepercayaan diri sangat tinggi sehingga semua pengalaman di Rumah Sakit justru menjadi cambung bagi dirinya untuk maju. Dia kasihan sama orang tua namun juga kepada sesame yang menderita penyakit seperti dirinya. Ini yang jadi alasan cita-cita Alana ingin menjadi dokter.

“Saya ingin jadi dokter. Biar bisa bantu anak yang menderita seperti saya” kata Alana siswa kelas 2 MI Muhammadiyah Merden.

Meski kemana-mana harus dengan kursi roda atau dibantu orang lain. Namun Alana mengaku tidak ragu akan cita-citanya tersebut. Dia meyakini suatu saat akan dapat menggapainya karena Dia memiliki Sang Maha Pemberi.

“Saya yakin akan terkabul. Kan saya punya Allah SWT” katanya.

Saat pembicaraan ini terjadi, Sang Ibu Darsiah tengah pergi ke pasar membeli keperluan rumah. Kami ditemui Martono ayahnya, Edi pamannya, Martono ayah Alana, dan Alana sendiri. Rumah sederhana yang saat ini ditempati Alana di Rawawungu, Desa Merden, Purwanegara, rupanya milik Bayu kakaknya yang telah berkeluarga.

Rumah yang ditempati Alana bersama kedua orang tuanya dibangun menempel eks Sekolah. Rumah bangunan papan kayu ala kadarnya tersebut berdiri di tanah milik desa dan berfungsi selain sebagai tempat tinggal juga warung untuk jualan. Di tempat tersebut kedua orang tua Alana mencari makan sebagai penjual gorengan dan pembuat talas. Namun meski miskin, namun kedua orang tuanya menerima keadaan apa adanya.

“Rumah kami mewah. Alias mepet sawah. Dinding bawahnya bolong, sehingga menjadi hal lumrah saat binatang sawah masuk rumah. Seperti ular, tikus, dan orong-orong. Meski begitu, kami bahagia. Apalagi kami memiliki Alana. Bagi kami, rumahku adalah sorgaku” kata ibu Alana Darsiah di tayangan televisi.

Rumah inilah yang sejatinya ingi dilihat Wabup Syamsudin usai mendapat laporan dari Kades setempat bahwa Alana hafizd cilik inspiratif tersebut tinggalnya di rumah papan kayu sederhana. Selain rumahnya yang memprihatinkan, tanah yang digunakan sebagai tempat berdirinya rumah tersebut milik banda desa. Syamsudin prihatin dan ingin melihat sendiri kondisi sebenarnya, maka Jumat siang sebelum waktu sholat Jumat tiba meluncurlah rombongan Wabup ke rumah Alana. Yang rupayanya saat itu tengah berada di rumah Bayu kakaknya.

“Saya mewakili Pemkab mengucapkan selamat atas prestasi Alana yang luar biasa. Mengangkat nama orang tua juga mengangkat nama Banjarnegara di kancah Nasional. Setiap kali host Irfan menyebut nama Alana di acara Hafizd Cilik nama Banjarnegara pasti mengikuti nama Alana. Alana dari Banjarnegara. Publikasinya juga luas, tidak hanya di TV, namun juga di Youtube Channel, media social, dan media cetak. Untuk semua itu, Pemkab pasti tidak tinggal diam. Namun, untuk sementara ini, kami mempelajari dulu apa yang ada dan apa yang dapat kami perbuat selanjutnya” katanya saat bertemu Alana dan keluarganya.

Wabup berkoordinasi dengan Kades dan tokoh masyarakat setempat, kiranya apa yang dapat diperbuat untuk membantu keluarga Alana. Syamsudin kemudian memberi instrukti kepada sejumlah pihak untuk mengkaji kemungkinan-kemungkinan yang ada. Termasuk dengan peluang diselenggarakannya bedah rumah RTLH dengan melibatkan CSR Perusahaan, Instansi, lembaga, maupun organisai  profesi seperti yang tengah gencar dikampanyekan Bupati Budhi Sarwono di berbagai kesempatan.

“Ini yang tengah dicarikan solusi karena rumah Alana berada di tanah banda desa. Bukan tanah hak milik” katanya.

Pembicaraan mengenai tanah untuk Alana dan keluarga sampai saat ini tengah dilakukan. Syamsudin berharap semuanya lancar sehingga dalam waktu dekat impian Alana memiliki rumah layak segera terwujud. Di dalam hal ini, Wabup mengetuk partisipasi semua pihak di Banjarnegara untuk ikut berpartisipasi mewujudkan rumah sederhana untuk Alana dan keluarga.

“Mumpung di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan maghfiroh. Kami mengetuk Direktur BUMN, BUMD, Perusahaan-perusahaan, Swasta, Pengusaha, Kontraktor, Hartawan, Kepala Dinas dan Kantor, Asosiasi, Organisasi profesi, perorangan, semua warga Banjarnegara untuk dapat berpartisipasi bersama sama membangun rumah untuk hafizd cilik Alana dan keluarganya” katanya. (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan