Mon05012017

Last updateFri, 28 Apr 2017 10am

Back You are here: Home Derap Serayu online wacana RUANG WANITA Ibu Rumah Tangga Dilatih Membatik

RUANG WANITA Ibu Rumah Tangga Dilatih Membatik

 Untuk meningkatkan kemampuan dalam pembuatan batik, Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan batik bagi Ibu rumah tangga. Pelatihan berlangsung selama  3 bulan yang dimulai sejak tanggal 13 Januari lalu.  

“Pelatihan membatik ini diikuti oleh 30 peserta, semula peserta ini mengikuti pelatihan menjahit, agar kegiatan ini ada tindak lanjut maka di ikutkan program pelatihan membatik,” kata Kordinastor Pamong Belajar SKB Haryono.

 Haryono menambahkan pelatihan batik tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan budaya kearifan lokal. Adapun batik yang diajarkan dalam pelatihan tersebut antara antara lain batik cap, batik tulis dan batik printing .

“Setelah pelatihan akan ada ditindak lanjut bagi peserta pelatihan membatik yaitu akan dibentuk kelompok. Kelompok tersebut nantinya tidak hanya membuat batik namun juga akan merambah sektor pemasaran, saat ini kami sudah mempunyai link pemasaran hingga keluar Jawa seperti Riau dan Batam,” kata Haryono.

Haryono menjelaskan, untuk membuat satu buah batik jenis cap dan batik printing pembuatannya memakan waktu 1 hingga 10 hari, sedangkan untuk pembuatan batik tulis bisa memakan waktu  hingga 20 hari.

 Terkait dengan motif, batik yang di buat  menonjolkan motif umum untuk batik printing dan batik cap, namun pada produk batik  tulis ada beberapa motif keunggulan daerah  seperti salak, jambu, dawet ayu. Batik itu yang akan menjadi ciri khas batik Banjarnegara nantinya.

“Keunggulan lain dari batik yang di buat hasil pelatihan di SKB adalah tidak mudah luntur seperti batik yang ada di pasaran dan tahan lama. Agar pelatihan sesuai dengan harapan maka kami mengambil pelatih dari SKB Kalibagor,” lanjut Haryono.

Haryono menambahkan, Ibu ibu yang direkrut untuk mengikuti pelatihan sebelumnya telah diidentifikasi dari desa desa, dan yang diutamakan yang belum bekerja, sehingga sasaran kami tercapai yaitu mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan masyarakat. “Kami bekerja sama dengan otoritas setempat dalam calon peserta pelatihan ke desa-desa terutama  mereka yang mau  mengembangkan diri untuk maju,” kata Haryono.

Kepala SKB Eko Janu Wardoyo pada kesempatan tersebut mengatakan, seperti halnya pengusaha batik yang ada di Banjarnegara maka SKB melalui pelatihan tersebut ingin menghasilkan batik dengan motif bervariasi, dan mempunyai motif yang menjadi ikon Banjarnegara seperti Dapuran, Salak, cendol dan Dawet Ayu. “Kami berharap mampu memproduksi batik yang murah dan berkualitas,” kata Eko.

Eko menambahkan selain membatik, SKB juga mengadakan pelatihan menjahit dan  pelatihan pembuatan makanan, terakhir kami mengadakan pelatihan pembuatan makanan olahan dari bahan baku tradisional  seperti pisang, kentang, tales,ketela.  “Peserta dilatih agar bisa memanfaatkan makanan tradisional menjadi makanan ringan dan siap saji,”  kata Eko.

Pusat Makanan Khas Banjarnegara

Eko menambahkan, SKB sendiri sering mengadakan pelatihan pembuatan makanan, namun setelah itu  kebingungan dalam memasarkan hasil pelatihan karena tidak ada tempat yang jelas untuk memasarkan hasil pemasaran. 

“Kami sebenarnya ingin memamerkan hasil makanan olahan ini agar bisa di ketahui oleh masyarakat, namun kami belum mempunyai lokasi atau tempat yang tepat,” lanjut Eko.

Eko berharap adanya showroom di Banjarnegara untuk memasarkan hasil pelatihan yang diselanggarakan oleh SKB. 

“Meski kami kawal setelahnya namun biasanya peserta bingung untuk memasarkan hasil karyanya setelah mengikuti pelatihan, jika ada tempat khusus penjualan maka kami tidak akan kesulitan untuk memasarkan,” tambah Eko

Terpisah Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengatakan pemkab telah melakukan berbagai langkah dalam rangka pengentasan kemiskinan dengan melalui beberapa cara, seperti pemberian bantuan alat usaha, modal hingga pelatihan kewirausahaan.

“Apa yang telah dilakukan oleh SKB dengan menggelar berbagai pelatihan ketrampilan merupakan salah satu upaya dalam rangka pengentasan kemiskinan, sehingga patut mendapat dukungan,  saya berharap setelah mengikuti pelatihan peserta mampu mandiri dan bermanfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” kata Sutedjo.(**anhar)

 

 

 

 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan

Link Penting

SIM ONLINE

PPDI

  • Profil
  • Peraturan
  • Pedoman & Standar Pelayanan
  • Formulir Permintaan
  • Info Serta Merta
  • Info Setiap Saat
  • Hak dan Tata Cara
  • Pengaduan
Info Penting
  • Penelitian / Praktek Kerja