Wed07262017

Last updateWed, 26 Jul 2017 9am

Back You are here: Home Derap Serayu online Gendu_Gendu Rasa

gendu-gendu rasa

Sawang Sinawang

Jere pedagang, dadi pegawai si kepenak gajihe rutin saben wulan ora nggrengga rugi. Jere petani, pedagang si seneng olih duwit saben dina. Jere pegawai, pedagang si seneng, akeh bathine  ora debatesi wektu kaya inyong kudu mlebu tit jam 7 mulih jam papat nampane duwit sewulan sepisan. Jere kontraktor, ayem-ayeme dadi wong tani  refresing terus nang sawah ndeleng tanduran ijo royo-royo ora mikir speck ora mikir SPJ.

“Lah sawang sinawang” kuwe biasane pocapan sing sering keprungu menawa deomongna  uripe lewih kepenak tinimbnag wong liya, lewih makmur  jebar jebur. Mbuh pancen mungkur desawang kepenak ning sing nglakoni biasa baen, apa malah jebule lewih mumet tinimbang sing ngomongna kepenak kuwe. Pancen wong menawa nyawang wong liya rasane lewih kepenak tinimbang awake dewek, kayane dedeleng sekang njaba ora pada ana keruwetan urip. Kabeh mulus urusane.Mulane sering pada mbatin, halah enggane inyong dadi kae, kepenak temen daen uripe.Ora rekasa kaya inyong siki.

 Ning ya pancen bener ora ana pegawean sing gampang, kabeh pegawean mesthi nduweni tanggung jawab sing abot. Dadi guru  ya siki pol akehe administrasine,  kudu lewih pinter sekang muride,merga  siki ngelmu apa baen bisa deklik nang internet, menawa guru gaptek bisa kewirangan nang ngarep klas. Detambah maning polahe murid sing sering mbedegel nang ati, jan kudu jembar banget segarane. Petani sing ora ana administrasi thirik-thirik kaya guru, ora kudu  absen ya prihatin maring tengkulak sing dolanan rega kasil tani sekarepe dewek. Apa maning pedagang lan kontraktor mesthi lewih akeh premasalahane. Persaingane lewih abot.

Jane kenangapa wong ngomongna wong liya lewih kepenak, mergane  ora pada ngerti ruwet rentenge urusan kang deadepi. Menawa ngerti jane pada bareng-bareng nyemlong..ooo jane ora awake dewek tok sing pusiiing. Kae jebule ya pada baen inyong. 

Ningen ya ana sing  malah bisa kosok baline, sing desawang ora kepenak jebule kepenak. Uripe  rasane adem tentrem.Ora sengsara kaya sing dekira  wong nek weruh sekang njaba. Jane manggua sing nglakoni kepenake kaya sing desawang. Naah...kuwe mau bisa menawa wong urip wis bisa  nyukuri kabeh sing wis dewai marang sing aweh urip, mergane kabeh kahanan urip mesthi sing paling apik mungguhe awake dewek. Ora usah ngomong enggane inyong dadi kae, enggane inyong dadi kiye. Pokoke inyong ya inyong, inyong bisa kepenak  ora kudu dadi kae.Pokoke  dadi inyong sing arep mulya  ya merga  upadayane inyong karo pitulunge Pengeran.

Kabeh wong urip  mesthi  duwe masalah, kabeh mesthi nduweni renggan.Ora mungkin ora lan  kabeh masalah uga  mesthi bisa rampunge. Rampung masalah iki teka masalah liyane maning. Liyane rampung teka sing liya maning.Pancen uwis denashaken nang Alquran Surat As-Syarh ayat 6- 7sing artine “Menawa ana susah  mesti ana gampange, lan menawa  kowe rampung urusan siji, ngaliha maring urusan sijine maning”.

Dadi lawase wong esih urip mesthi esih ana masalah sing kudu deadepi. Mulane manggua nek agi nglakoni keruwetan pokoke delakonii baen, toli mengko ana pinggire, ana rampunge. Ora usah nggrundel ora usah kemrungsung.Matunuwun. Klilan. 

* Lilis Ujiyanti, mulang Bahasa Jawa nang Mts Cokroaminoto Wanadadi-Banjarnegara. (Dening : Lilis Ujianti)

 

 

 

 Ny Sri Haryati Sutedjo Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Penanganan dan Perhatian Lebih

 

 

 

Masih banyaknya anak berkebutuhan khusus usia 0-18 tahun yang belum mendapatkan perhatian, TP. PKK Kabupaten Banjarnegara bekerjasama dengan TP. PKK Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan koordinasi pengembangan pada penguatan jejaring pendidikan khusus melalui penyuluhan tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Gedung PKK Kabupaten Banjarnegara, Selasa, 24 Maret 2015.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta dari anggota TP. PKK Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/desa dan dari Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Banjarnegara.

Penanganan Lebih

Ketua TP. PKK Kabupaten Banjarnegara, Ny. Sri Haryati Sutedjo, menyampaikan Fasilitas dan pelayanan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus harus mendapat perhatian khusus agar mereka dapat meningkatkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya, terutama sebagai bekal bagi mereka agar bisa menjalani hidup dengan sewajarnya.

“Hingga saat ini, di Banjarnegara masih ada 746 anak berkebutuhan khusus, jumlah yang masih besar dibanding daerah lain,” kata Sri Haryati.

Sri menambahkan, Banjarnegara sudah mempunyai 2 SLB negeri dan 1 SLB Swasta. “Saya mohon kepada ibu-ibu untuk dapat memprakarsai dan menyebarluaskan informasi agar anak-anak berkebutuhan khusus mendapat pendidikan dan pelayanan yang sebaik-baiknya, antara lain dengan memasukkan ke SLB tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, nara sumber dari Poltekkes Semarang, Arif Kurniawan, dalam paparannya menyampaikan, ABK adalah klasifikasi untuk anak dan remaja secara fisik, psikologis atau sosial yang mengalami masalah serius dan menetap. Anak berkebutuhan khusus ini dapat diartikan mempunyai kekhususan dari segi kebutuhan layanan kesehatan, kebutuhan pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, pendidikan inklusi, dan kebutuhan akan kesejahteraan sosial dan bantuan sosial.

“Mereka bukan hanya butuh perlakuan khusus, tapi juga penanganan yang tepat, antara lain dimasukkan ke sekolah seperti SLB yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar fisioterapis yang cukup berpengalaman menangani anak-anak berkebutuhan khusus itu,

Waspada TORC

Arif menjelaskan, untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dengan memiliki anak-anak yang sehat sempurna memang perlu perencanaan sejak awal. Perencanaan itu, dari mempersiapkan kehamilan yang sehat, menjaga kesehatan ibu dan janin saat mengandung, dan perawatan atau perlakuan pada si bayi pasca melahirkan, setelah si jabang bayi terlahir sempurna.

Pemeriksaan awal sebelum pasangan merencanakan punya anak barangkali dengan memeriksaan calon ibu ke dokter atau laboratorium untuk memastikan negatif virus TORC (Toxo, Rubella, CMV. “Virus ini seperti satu paket, dan saat ini sedang menjamur. Untuk itu waspadalah karena dapat menyerang kesehatan janin, jadi waspadalah,” katanya.

 

Kegiatan ini adalah untuk memberi pengetahuan kader PKK dalam mengenal, memahami, mengidentifikasi karakter dan perkembangan anak berkebutuhan khusus serta menjaring data anak berkebutuhan khusus yang belum sekolah di wilayahnya masing-masing. Dari data yang berhasil dikumpulkan tersebut, diharapkan bisa menjadi acuan bagi Pemkab Banjarnegara untuk menyusun program-program yang terkait dengan upaya peningkatan potensi ABK.  (mjp).

 

 

 

Menunggu Ketaatan Pengusaha Karaoke

Akhir bulan Maret lalu, tepatnya tanggal 31 Maret 2015 para pengusaha karaoke di Banjarnegara telah menandatangani surat pernyataan dihadapan Wakil Bupati dan Tim Pembina Karaoke usai mendapat pembinaan di ruang rapat Wakil Bupati Banjarnegara.  Surat Pernyataan yang ditandatangani diatas materai Rp. 6.000,- tersebut berisi 5 ( lima ) point janji. Pertama dalam menjalankan usaha akan selalu mematuhi segala ketentuan yang sudah diatur dalam Peraturan Bupati Banjarnegara Nomor : 43 Tahun 2012 tentang Pemberian Izin Usaha Karaoke di Kabupaten Banjarnegara maupun Peraturan Perundang – Undangan lain yang berlaku. Kedua dalam menjalankan usaha karaoke akan selalu mematuhi norma – norma yang berlaku di masyarakat. Ketiga, akan memperhatikan dan melaksanakan pembinaan kepada karyawan, baik di dalam lingkungan pekerjaan maupun di luar lingkungan pekerjaan. Keempat, akan selalu berusaha untuk menaati ketentuan – ketentuan dalam semua izin usaha yang dimiliki. Dan yang Kelima, bersedia diberi sangsi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan yang berlaku apabila melanggar.  Kita tentu menuntut ketaatan janji dari pengusaha karaoke yang dibuat dengan sadar dan tanpa peksaan dari pihak manapun. Bahkan Wakil Bupati Banjarnegara Hadi Supeno dengan tegas meminta agar pengusaha karaoke benar – benar taat terhadap peraturan Bupati Banjarnegara Nomor 43 Tahun 2012 tentang Pemberian Izin Usaha Karaoke di Kabupaten Banjarnegara.  Maksud ditetapkannya Peraturan Bupati tersebut adalah sebagai pedoman dalam pembinaan, pengaturan, pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan kegiatan usaha karaoke di Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan tujuanya adalah untuk memberikan kepastian hukum kepada pengusaha karaoke dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara guna mewujudkan ketentraman dan ketertiban umum berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan usaha karaoke.  Ruang lingkup peraturan Bupati itu adalah pengaturan penyelenggaraan usaha Karaoke meliputi : bentuk usaha, perizinan usaha, hak dan kewajiban, larangan, pengawasan dan pengendalian serta sanksi administrasi. 

Setiap penyelenggaraan usaha karaoke wajib memiliki TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata) di bidang usaha karaoke. Padahal TDUP diberikan setelah pemohon memperoleh persetujuan prinsip penyelenggaraan /perluasan usaha karaoke, izin lokasi, izin gangguan (HO) dan Izin mendirikan Bangunan (IMB). Pertanyaanya apakah pengusaha karaoke di Banjarnegara sudah memiliki itu semua? Dan TDUP wajib didaftarkan ulang kepada Bupati setiap satu tahun sekali. Apakah pengusaha karaoke secara tertib mendaftar ulang setiap tahun ? Padahal TDUP dapat dicabut bila pengusaha tidak memenuhi kewajiban mendaftarkan ulang izin usahanya.  Pengusaha Karaoke memiliki hak menetapkan peraturan yang berlaku di dalam usaha karaokenya sepanjang tidak bertentangan dengan Peraturan Bupati itu. Pengusaha juga dapat mengambil tindakan terhadap pengunjung karaoke dalam rangka menjalankan kewajibanya sesuai peraturan perundang – undangan yang berlaku.  Sebaliknya pengusaha karaoke wajib mematuhi jam oprasional yaitu Senin – Jum’at pukul 10.00–24.00. Sabtu dan Minggu serta hari libur nasional pukul 10.00–01.00. Khusus hari jum’at pukul 11.00–13.00 istirahat, setelahnya dapat dibuka kembali. Apakah pengusaha karaoke sudah mematuhi jam kerja dimaksud? 

Larangan Pengusaha karaoke dilarang menyediakan, menyimpan, mengedarkan dan memfasilitasi segala bentuk minuman keras, narkotika, psikotropika dan atau zat adiktif lainya (NAPZA) juga dilarang menggunakan tempat usahanya untuk prostitusi, perjudian dan atau kegiatan – kegiatan lainya yang melanggar kesusilaan, keamanan dan ketertiban umum. Selain itu juga dilarang menyelenggarakan tempat usahanya bagi anak sekolah. 

Apakah semua larangan tersebut telah dipatuhi atau sebaliknya? hanya para pengelola karaoke yang tahu. Larangan tersebut jangan dianggap enteng karna bila terbukti melanggar, Bupati sesuai dengan kewenanganya berhak memberikan sangsi administratip mulai dari peringatan tertulis, penghentian sementara hingga pencabutan izin usaha. 

Kita tentu tidak ingin ada usaha yang ditutup. Apalagi itu bagian dari urusan perut. Tetapi kita juga tidak ingin resah dan gelisah bila selalu disuguhi pemandangan tampilan  PL           ( Pemandu Lagu ) yang seronok, tidak beretika, menerjang budaya. Semua itu bisa tercipta dengan baik, bila ada niat baik dari insan karaoke itu sendiri. Sekali lagi tergantung dari niat baik. Ulangi…. n i a t   b a i k…. Semoga. Penulis adalah Kabid Pemasaran dan Usaha  Dinbudpar Banjarnegara.  

Oleh : Giri Praptono 

 

 

 

 

FENOMENA BATU AKIK

Fenomenal, itulah ungkapan yang paling pas untuk mengomentari maraknya  transaksi batu akik saat ini. Memang hampir disemua wilayah tranding topik yang sedang hot adalah mengenai transaksi / jual beli batu akik yang nilaianya bisa mencapai angka yang sangat fantastis bukan seharga ribuan atau jutaan bahkan ada yang milyaran. Penggalian, pencarian dan penelusuran keberadaan batu akik juga menghiasi berita-berita baik dilayar kaca maupun media massa.

 Saking menariknya batu akik,  banyak orang yang dulunya enggan mencari batu dikali sekarang justru beramai-ramai masuk ke kali sekedar mencari bahan batu akik untuk dijual dan mendapatkan uang atau untuk dibuat cincin dipakai sendiri, sehingga selain di kali dan sungai yang banyak terdapat batu akiknya tempat -tempat seperti petilasan atau  makam kuno juga tidak lepas dari sasaran para pencari batu. Di beberapa daerah malahan ada yang membuat peraturan yang mewajibkan seluruh  pegawai dan karyawannya  untuk memakai batu akik,  baik berupa cincin maupun liontin, hal ini tentunya bertujuan untuk mempromosikan potensi batu akik yang ada di daerahnya.

Sepertinya untuk pecinta barang antik, jenis batu akik bukan lagi hal yang baru karena sejak dahulu batu akik ini banyak diburu oleh para pecinta batu-batuan ini. Jika kita mencoba memahami hobi yang satu ini, terdapat keunikan tersendiri di dalamnya. Batu akik yang biasa kita ketahui menjadi penghias cincin bagi para pria, ternyata memiliki jenis masing-masing yang juga menyimpan khasiat di dalamnya.

Berbagai jenis batu akik yang kita temui sekarang ini merupakan batuan yang berasal dari mikro kristal kuarsa dengan tingkat kehalusan dan kecerahan warnanya yang berbeda. Dalam perkembangannya, batu akik di Indonesia menyimpan banyak makna, seperti pengasihan, menunjukkan pesona asmara, rasa tentram bahkan membawa kewibawaan dan karisma pemakainya. Batu Akik memiliki banyak jenis dan berbagai macam model dan bentuk. Batu akik bisa mencapai harga yang sangat fantastis untuk ukuran sebuah batu permata. Batu akik memiliki nilai tinggi karena batu tersebut terbentuk dari proses yang sangat lama, sehingga menghasilkan batu yang unik.

Berikut ini 7 jenis batu akik yang banyak di Indonesia :

 

1. Batu Mirah Delima

Batu merah delima merupakan batu akik yang banyak dicari orang karena dipercaya bisa mengobati orang yang terkena racun dan menghilangkan penyakit mistis seperti guna-guna dan juga untuk menarik simpati.

 

2. Batu kecubung

Jenis batu akik kecubung ini banyak disukai pria karena memudahkan pergaulan yang dapat membangun relasi. Kecubung rambut dianggap meningkatkan gairah hidup untuk pria karena memperluas pergaulan.

 3. Batu giok

Sepertinya banyak yang sering mendengar nama batu ini namun tidak mengetahui jika batu ini termasuk ke dalam jenis batu akik. Batu giok dikenal berasal dari daratan Cina dan biasanya berwarna Hijau. Batu giok dipercaya membuat hati bertambah tenang, tenteram dan juga banyak digunakan sebagai obat untuk penderita ginjal dan rematik.

4. Batu Amber

Batu akik amber banyak diburu oleh orang meskipun harganya bisa dibilang mahal. Hal ini dikarenakan khasiat batu amber mampu memancarkan karisma sehingga memiliki daya tarik yang kuat.

5. Batu intan

 

Batuan yang indah tidak hanya memberikan keindahan saja namun juga bisa meningkatkan rasa percaya diri si pemakai. Batu akik intan memberikan ketenangan batin dan menambah semangat hidup. Batunya yang biasanya berwarna putih jerni dan berkilauan memancarkan ketenangan.

"DAKWAH" Oleh Hadi Supeno

Apakah dawah itu? Dakwah adalah mengajak orang ke jalan kebaikan. Islam adalah agama syariat, yang memuat nilai-nilai kebaikan. Maka siapapun yang mengaku Muslim, wajib menyebarkan kebaikan, menyuarakan kebenaran, walaupun hanya punya satu ayat. Karena secara universal kebaikan dan kebenaran itu relatif, maka Islam sejak awal sudah memberikan rambu-rambu, untuk saling mengingatkan dengan cara sabar dan bijaksana.

Read more: "DAKWAH" Oleh Hadi Supeno

Wabup ‘Blusukan’ di Pasar Kota

 

 

 

Wakil Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., tak mau kalah dengan aktivitas Presiden Jokowi dan menteri-menterinya yang mempunyai semboyan kerja-kerja-kerja. Sabtu pagi beberapa waktu lalu, mengawali hari kerjanya Hadi blusukan di pasar kota. Dalam kesempatan ini, Hadi menyempatkan diri untuk berdialog dan menyerap aspirasi dari perwakilan pedagang yang menemuinya. 

Read more: Wabup ‘Blusukan’ di Pasar Kota

PERNIK Seribu Satu Kemungkinan Mampir Oleh : Rahmat Petuguran

Ara Suhara tak menyangka akan mendapat buruan besar: pimpinan DI/TII S.M. Kartosowrjo. Prajurit pada Batalion Infanteri 328/Kujang Siliwangi itu hanya berniat mampir di sebuah gubuk di Gunung Rakutak saat itu. Ia berencana meminta air minum.
    Aneh, dalam gubuk itu ia menemukan dodol garut, jeruk garut, dan susu. Pada masa itu ketiagnya adalah makanan mewah. Melihat keanehan itu, Ara berspekulasi menanyai sang penghuni gubuk. “Pak Karto, ya?” Lelaki tua itu mengangguk, “Iya, Nak.”

Proses penangkapan pimpinan DI/TII SM Kartosuwirjo itu berlangsung cepat. “Prestasi” itu dicapai Ara berkat keterampilannya membaca rumah. Ia memaknai rumah melebihi sebagai tempat tinggal, tapi identitas yang mewartakan jati diri seseorang.
    Rumah, atau apa pun sebutan untuk tempat tinggal, mewartakan penghuninya dengan sangat detail. Di rumahlah jejak manusia terekam. Di sana pula angan-angan digantungkan. Membaca rumah adalah membaca tegangan batin manusia. Membaca rumah juga membaca ambisi pribadi, cultural, dan spiritual. Dalam konteks inilah, mampir memiliki arti segnifikan dalam tata nilai bermasyarakat.
    Khalayak kerap menyamakan mampir dengan berkunjung sekalipun berbeda. Jika berkunjung hampir selalu mengandung pamrih, mampir tidak. Mampir lebih menyerupai ketidaksengajaan, kegiatan tak terencana, dan tiba-tiba. Karena terjadi serta-merta mampir tak melibatkan hitung-hitungan ekonomi, sosial, dan politik.
    Didi Kempot menggambarkan peristiwa serba kebetulan pada lagu “Nunut Ngiyup” (IMC Duta Record, 2011). /Nunut ngiyup, kulo nunut ngiyup/ Udan lali ra nggowo payung/ Teng tritis kulo nggih purun/ Teng emper kulo nggih purun/ Sak derenge matur nuwun.
    Sekalipun kebetulan mampir tetap membawa konsekuensi. Bahkan kerap kali mampir menjadi awal dari sesuatu yang besar.
    Konon Faisal Tanjung tak pernah menyangka bakal menjadi menteri hingga sebuah panggilan “mampir” di teleponnya. Di ujung telepon Presiden Soeharto bicara, “Kamu siap-siap jadi Menpera ya,”. Terkesiap, Faisal menjawab, “Menpera? Bapak tak keliru? Saya Feisal Pak, bukan Akbar Tanjung.” Presiden barangkali gengsi harus mengakui salah menelpon. Maka ia menjawab “O, kalau begitu kamu jadi Menkopolkam saja.”
    Ahmad Tohari pada ‘Kubah’ (1980) menggambarkan tokoh bernama Karman yang menemukan dirinya ketika tidak sengaja mampir ke masjid. Sekeluar dari penjara setelah 15 tahun mendekam di sana ia linglung tak tahu harus ke mana. Rumahnya terasa jauh, adapun istrinya yang cantik telah diperistri orang lain.
    Setelah memutari alun-alun kabupaten hingga dua kali ia berdiri di depan masjid. Dari sana ia mengamati anak-anak kecil berkopiah dan bersarung. Lucu dan menawan.  Mereka berlarian melewatinya. Karman tetap diam  sampai akhirnya seseorang menepuk bahunya dan mengatakan “Sudah hampir ikomah,” katanya. Karman pun mampir dalam “rumah besar” itu dan menemukan jalan pulang bernama pertaubatan.
    Dalam ingatan kolektif masyarakat Jawa mampir ternyata memiliki dasar teologis. Kondisi ini tergambar dari istilah “mampir ngumbe” yang terangkai pada unien-unen “urip iku mung mampir ngumbe”.
    Wilonoyudho (2011) menyebut dalam unen-unen itu mampir dipahami sebagai sesuatu yang sementara namun strategis. Sementara karena “mampir ngumbe” tentulah kronik kecil dalam perjalanan yang panjang. Namun mampir juga menentukan keberhasilan sebuah perjalanan. Ke mana seseorang mampir, apa yang dilakukan selama mampir, dan bekal apa yang dibawa dari tempat mampir menentukan kualitas perjalanan.
    Mampir mendapat tempat khusus dalam tata sosial masyarakat Jawa. Banyak orang pernah diminta rekan dan saudara untuk mampir ke rumahnya. Dalam perjalan ke luar kota misalnya, dengan sedikit memaksa teman dan saudara kerap meminta kita mampir. Kadang permintaan itu bahkan dilengkapi argumen emosional.
    Apa yang memotivasi mereka melakukan itu? Meminjam tesis Maslow yang terangkum dalam maslow’s hierarchy, kebutuhan untuk diampiri masuk dalam kategori kebutuhan tingkat lima. Mampir ternyata wujud penghargaan kepada pemilik rumah. Mereka bahagia seseorang telah mampir ke rumah. Ekspresi kebahagiaan itu dapat ditangkap dari cara mereka menyambut atau menyajikan jamuan.

*)   Penulis memiliki nama asli Surahmat, kelahiran Desa Petuguran, Punggelan, Banjarnegara, kini menjadi Dosen Bahasa di Universitas Negeri Semarang (Sumber : Sang Pamomong SM, 18-11-2012)


 

Bakul Sega Anake Dadi Pejabat

Dadap, Calon Anggota Legislatif Kabupaten Banjarnegara sekang Partai Gurem, winginane pas arep tahun baru blusukan maring Pasar Malem neng Alun-alun Banjarnegara, tilik panggonan wong sing mati kesetrum. Etung-etung kambi kampanye nggolet bithing karo arep tuku trompet nggo anake sing neng umah.

Read more: Bakul Sega Anake Dadi Pejabat

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan