Wed11222017

Last updateTue, 21 Nov 2017 12pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Derap Serayu online Gendu_Gendu Rasa  Ny Sri Haryati Sutedjo Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Penanganan dan Perhatian Lebih

 Ny Sri Haryati Sutedjo Anak Berkebutuhan Khusus Butuh Penanganan dan Perhatian Lebih

 

 

 

Masih banyaknya anak berkebutuhan khusus usia 0-18 tahun yang belum mendapatkan perhatian, TP. PKK Kabupaten Banjarnegara bekerjasama dengan TP. PKK Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan koordinasi pengembangan pada penguatan jejaring pendidikan khusus melalui penyuluhan tentang Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Gedung PKK Kabupaten Banjarnegara, Selasa, 24 Maret 2015.

Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 100 peserta dari anggota TP. PKK Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/desa dan dari Dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Banjarnegara.

Penanganan Lebih

Ketua TP. PKK Kabupaten Banjarnegara, Ny. Sri Haryati Sutedjo, menyampaikan Fasilitas dan pelayanan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus harus mendapat perhatian khusus agar mereka dapat meningkatkan potensi dan kemampuan yang dimilikinya, terutama sebagai bekal bagi mereka agar bisa menjalani hidup dengan sewajarnya.

“Hingga saat ini, di Banjarnegara masih ada 746 anak berkebutuhan khusus, jumlah yang masih besar dibanding daerah lain,” kata Sri Haryati.

Sri menambahkan, Banjarnegara sudah mempunyai 2 SLB negeri dan 1 SLB Swasta. “Saya mohon kepada ibu-ibu untuk dapat memprakarsai dan menyebarluaskan informasi agar anak-anak berkebutuhan khusus mendapat pendidikan dan pelayanan yang sebaik-baiknya, antara lain dengan memasukkan ke SLB tersebut,” lanjutnya.

Sementara itu, nara sumber dari Poltekkes Semarang, Arif Kurniawan, dalam paparannya menyampaikan, ABK adalah klasifikasi untuk anak dan remaja secara fisik, psikologis atau sosial yang mengalami masalah serius dan menetap. Anak berkebutuhan khusus ini dapat diartikan mempunyai kekhususan dari segi kebutuhan layanan kesehatan, kebutuhan pendidikan khusus, pendidikan layanan khusus, pendidikan inklusi, dan kebutuhan akan kesejahteraan sosial dan bantuan sosial.

“Mereka bukan hanya butuh perlakuan khusus, tapi juga penanganan yang tepat, antara lain dimasukkan ke sekolah seperti SLB yang sesuai dengan kebutuhannya,” ujar fisioterapis yang cukup berpengalaman menangani anak-anak berkebutuhan khusus itu,

Waspada TORC

Arif menjelaskan, untuk mewujudkan keluarga yang bahagia dengan memiliki anak-anak yang sehat sempurna memang perlu perencanaan sejak awal. Perencanaan itu, dari mempersiapkan kehamilan yang sehat, menjaga kesehatan ibu dan janin saat mengandung, dan perawatan atau perlakuan pada si bayi pasca melahirkan, setelah si jabang bayi terlahir sempurna.

Pemeriksaan awal sebelum pasangan merencanakan punya anak barangkali dengan memeriksaan calon ibu ke dokter atau laboratorium untuk memastikan negatif virus TORC (Toxo, Rubella, CMV. “Virus ini seperti satu paket, dan saat ini sedang menjamur. Untuk itu waspadalah karena dapat menyerang kesehatan janin, jadi waspadalah,” katanya.

 

Kegiatan ini adalah untuk memberi pengetahuan kader PKK dalam mengenal, memahami, mengidentifikasi karakter dan perkembangan anak berkebutuhan khusus serta menjaring data anak berkebutuhan khusus yang belum sekolah di wilayahnya masing-masing. Dari data yang berhasil dikumpulkan tersebut, diharapkan bisa menjadi acuan bagi Pemkab Banjarnegara untuk menyusun program-program yang terkait dengan upaya peningkatan potensi ABK.  (mjp).

 

 

 

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan