Fri03242017

Last updateThu, 23 Mar 2017 1pm

Back You are here: Home Derap Serayu online Info-Logi

Infologi

“ U P A ” Lilis Ujianti

Upa, sega seblindi sing kapiran ora melu bathir mlebu maring cangkem. Sega sing  semangsang nang klambi utawa nang meja. Sega sing ora mlebu maring cangkeme anak utawa bocah cilik sing lagi dedulang.

Read more: “ U P A ” Lilis Ujianti

“NGANTRI” Lilis Ujianti

Kayane, nang endi bae ora ana wong sing seneng angger kon ngenteni utawa ngantri. Temenan kayane ora ana. Manggua teka langsung delayani. Ora ndadak ngantri kesuwen jam-jaman. Kabeh-kabeh wong sing agi ngantri mesthi rasane kesiksa banget. Ya angger ana kancane sing dekenal bareng-bareng ngantri, lumayan mandan bisa nglipur ati, rasane ora krasa suwe. mergane deslimur karo omong-omongan lan guyon.

Read more: “NGANTRI” Lilis Ujianti

Pandangan Pria terhadap Wanita Sejati

Dalam pandangan Islam, seorang wanita adalah makhluk Alloh yang mulia, dihormati dan dihargai. sebagaimana sabda Rosululloh shollallohu’alaihi wasallam: “Berwasiatlah (untuk memberikan perlakuan) baik terhadap kaum wanita.”(Muttafaq ‘alaih).

Read more: Pandangan Pria terhadap Wanita Sejati

Amar Ma’ruf Nahi Munkar Tugas & Kewajiban Setiap Muslim

Jika kita perhatikan dan kita melihat secara sepintas saja, apa yang terjadi saat ini di tengah masyarakat Muslimin, maka kita akan mendapatkan fenomena yang seharusnya menjadikan kita semua prihatin akan umat ini. Ini mesti kita lakukan, agar kita mawas diri dan berusaha menjadikan diri kita tidak termasuk golongan mereka yang telah melampaui batas.

Read more: Amar Ma’ruf Nahi Munkar Tugas & Kewajiban Setiap Muslim

Perjuangan Seorang Ibu

Ibu adalah seorang yang sudah melahirkan kita ke dunia ini. Dengan segala perjuangan dan tetesan keingat serta membawa beban yang cukup berat, pada akhirnya beliau mengeluarkan bayi yang ada dalam perut ibu. Tidak ada satupun orang yang dapat menggantikan posisi seorang ibu di hati kita dan apa yang diberikan ibu untuk kita. Harapan dari setiap ibu untuk anaknya itu  tumbuh menjadi anak yang berbakti, menurut setiap perkataan, dan menjadi orang yang berhasil.

Read more: Perjuangan Seorang Ibu

Masa Depan Bahasa Banyumas

Bahasa Banyumas atau yang dikenal sebagai dialek Banyumas keadaannya kini cukup memprihatinkan. Ada kecenderungan, orang-orang yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas dan Cilacap (termasuk juga Kebumen) sebagai komunitas terbesar pengguna bahasa Banyumas. Mulai “meninggalkan” bahasa ngapak-ngapak. Mulai “melupakan” bahasa yang sudah lama hidup dan berkembang di tlatah Banyumas.

Read more: Masa Depan Bahasa Banyumas

Menghargai Kaum Wanita

Wanita adalah tiang Negara dan Wanita adalah ibu manusia. Salah satu kelebihan agama Islam dan
keistimewaan syari’at kita ialah lengkap dan menyeluruh. Tidak ada satupun aspek kehidupan yang
tidak ditentukan peraturan dan hukumnya. Allah Maha Bijaksana dalam menciptakan dan memilih
segala sesuatu, Firman Allah SWT: ”Apakah Allah yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang
kamu lahirkan dan rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Mulk :14).
Salah satu aspek utama yang mendapat perhatian besar dari Islam, bahkan dikelilingi dengan pagar yang
kokoh dan dibuatkan tata cara yang jelas karena kedudukannya yang sangat penting ialah aspek yang
berhubungan dengan wanita, tanggung jawabnya di dalam umat, kedudukannya di masyarakat, serta
hak dan kewajibannya.
Hal itu tidak lain karena wanita merupakan batu bata dan bibit pertama yang menjadi pondasi bangunan
keluarga. Kemudian menjadi pondasi kebangkitan umat dan pembangunan peradabannya. Di samping
itu, wanita adalah ibu yang penuh kasih dan sayang, pendidik yang terhormat, pasangan hidup yang
setia dan menenteramkan jiwa, adik yang pemurah dan menyenangkan, putri yang lembut dan berbakti,
bahkan merupakan lembaga pendidikan yang sesungguhnya untuk menyiapkan generasi dan mencetak
pemimpin-pemimpin masa depan.
Islam datang tatkala wanita terampas hak-haknya, patah sayap-sayapnya, tercabut kehormatan-
kehormatannya, dilecehkan dan diremehkan, dianggap sebagai biang keladi kesialan, diperlakukan
secara buruk, disejajarkan dengan barang murahan, dihargai serendah-rendahnya, bisa dijual belikan,
bisa dihibahkan dan disewakan semaunya, tidak punya hak milik dan hak waris, bahkan boleh dibunuh
atau dikubur hidup-hidup tanpa kesalahan dan dosa apapun.
Ketika Islam datang dengan kebijaksanaan dan keadilannya, langsung mengangkat martabat wanita,
menaikkan kedudukannya, mengembalikan kehormatannya, memperlakukannya secara proporsional,
melenyapkan prilaku jahiliyah terhadapnya dan menganggapnya sebagai pasangan hidup laki-laki dan
saudara kandungnya.
Allah SWT. Berfirman :
Maka Rabb mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman):”Sesungguhnya Aku tidak
menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan.  (QS. Ali
Imron :195)
Allah juga berfirman :
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman,
maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami
berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (QS.
An-Nahl :97)
Dan Allah berfirman :
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan (QS.
Al-Hujurat :13)
Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam berpesan agar umatnya memperlakukan wanita dengan baik. Al-
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda :
“Perlakukanlah kaum wanita dengan baik.” (HR. Al-Bukhari &Muslim)
Sementara Ahmad, Abu daud dan At-Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Hurairah Radiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah bersabda :
“ Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaknya. Dan orang yang
paling baik di antara kamu ialah orang yang paling baik kepada istri-istrinya.” (HR. At-Tirmidzi, dan Ibnu
Hibban)
Islam juga menjamin hak-hak wanita untuk memperoleh kehormatan, kemanusiaan, kebebasan (yang
syar’i), dan amal-amal Islam yang sesuai dengan karakter kewanitaannya, sepanjang tidak bertentangan
dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah. Juga tidak berlawanan dengan kaidah-kaidah atau tujuan-tujuan
pokok syari’at Islam, serta dilaksanakan di dalam lingkungan wanita yang terlindung. Islam bahkan
memberikan hak yang sama antara laki-laki dan wanita dalam sejumlah bidang. Hanya, kesamaan hak ini
bertumpu pada ukuran syari’ah dan berpijak pada dasar nash yang shahih dan akal yang sehat.
Sesungguhnya Allah telah membekali laki-laki dan wanita dengan kekuasaan, keistimewaan dan piranti
tertentu yang berbeda satu sama lain. Dan Islam menyiapkan laki-laki dan wanita untuk melaksanakan
tugas-tugas tertentu yang sesuai denga kodrat masing-masing di dalam hidup ini. Allah memberikan fisik
yang kuat kepada laki-laki agar dapat berusaha dan bekerja keras. Sedangkan wanita di karuniai
kelembutan dan kasih sayang agar dapat mendidik anak-anak, membesarkan generasi dan membangun
keluarga muslim dengan baik.
Semoga keluarga kita adalah kelaurga yang sakinah, mawaddah dan warrahmah.(Kh.Suhedi, SH)

“Buah Kesabaran”

Kesabaran adalah kebahagiaan hidup yang sesungguhnya takwa adalah anugerah yang paling
agung setelah hidayah iman yang telah dimasukkan oleh Allah Subhanahu Wata’ala ke dalam kalbu.
Dengan bersyukur yang sebenar-benarnya, Allah Subhanahu Wata’ala akan meningkatkan
kenikmatan yang agung itu, insya Allah. Dia hujamkan keimanan ke dalam hati kita dan mengangkat
tinggi derajat ketakwaan kita. Amin, Allahumma, amin…
Jika keimanan itu laksana burung, maka jiwa kita akan terbang menuju ke hadirat Allah Subhanahu Wata’ala
dengan dua sayap yang kokoh, yaitu sayap syukur dan sayap sabar.
Hakikat sabar adalah teguh dan kokoh mempertahankan jiwa untuk selalu berada pada ketentuan syari’at
Allah, dengan tetap menjalankan ketaatan dan menahan diri dari larangan serta berlapang dada pada setiap
ketentuan ujian dari Allah Subhanahu Wata’ala.
Maka orang yang bersabar akan senantiasa teguh dan selalu menambah kekuatan tenaga jasmani dan
rohaninya untuk meningkatkan amal ketaatan, terus mengokohkan dan menambah tekun amal ibadah dan amal
shalih mereka.
Dengan bersabar, seseorang akan menyadari dan ridha bahkan cinta terhadap ketentuan ujian penderitaan
yang telah ditakdirkan oleh Allah pada dirinya. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan
harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-
Baqarah: 155).
Bagaimana tidak, padahal orang-orang kafir, orang-orang musyrik dan orang-orang atheis mampu bertahan
dengan penderitaan-penderitaan yang menimpa mereka, maka orang beriman pasti lebih kokoh, tahan dan ridha,
bahkan cinta pada ketentuan takdir itu, kemudian dengan kekuatan jiwa dan imannya, orang-orang yang
beriman mencari kebaikan di dunia dan di akhirat dari penderitaan itu dengan beristirja‘ hanya kepada Allah.
Istirja‘ maksudnya, meyakini, mengakui, menyadari sepenuhnya serta menyerahkan segenap kebaikan
urusannya hanya kepada Allah, sehingga Allah Subhanahu Wata’ala berkenan membalasnya dengan yang lebih
indah. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman :
“(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, ‘Inna lillahi wa inna ilaihi
raji’un’.” (QS. Al-Baqarah: 155 – 156).
Itulah hakikat kesabaran yang intinya adalah teguh bertahan sekokoh-kokohnya dalam memperkuat jiwa,
kemudian memperjuangkan segenap kemampuan jiwanya itu dalam menempuh keridhaan Allah, dengan
melaksanakan perintah dan menjauhi laranganNya dalam kondisi apa pun.
Beberapa pujian dan balasan yang disediakan dan diberikan kepada orang-orang yang bersabar:
1. Allah akan mengantarkannya menuju kepada keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap
siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (Ali Imran: 200).
2. Pahala orang-orang yang bersabar akan dilipatgandakan dengan hitungan yang tanpa batas. Sebagaimana
yang diperkuat oleh Firman Allah :
“Katakanlah, ‘Hai hamba-hambaKu yang beriman, bertakwalah kepada Rabbmu.’Orang-orang yang
berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-
orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala tanpa batas.” (Az-Zumar: 10).
3. Mencapai kejayaan dan kepemimpinan, sebab tanpa kesabaran, cita-cita yang sudah di depan mata dan
sedikit lagi akan tergapai menjadi sirna dan hilang. Cobalah perhatikan pemimpin-pemimpin besar dunia,
mereka adalah orang-orang yang gigih memperjuangkan cita-citanya, di samping senjata utama yang tidak
pernah lekang dari mereka yaitu kesabaran menghadapi berbagai rintangan yang menghadang mereka.
Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
“Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah
Kami ketika mereka sabar. Dan mereka meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As-Sajadah: 24).
4. Dengan kesabaran, kekuatan akan selalu bersanding bersamanya, kemenangan akan selalu hadir di
hadapannya, dan pertolongan Allah akan selalu menyertainya. Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
“Dan taatlah kepada Allah dan Rasulnya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan
kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu. Dan bersabarlah, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang
sabar.” (Qs. Al-Anfal: 46).
5. Kesabaran merupakan perisai kokoh dan tangguh, yang dapat digunakan menangkal berbagai makar yang
diluncurkan musuh, bahkan dengan kesabaran itu, makar-makar musuh akan menjadi lemah dan tak mempunyai
daya serang yang berarti.
Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana,
mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak
mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.”
(QS. Ali Imran: 120).
6. Sebagai penghormatan yang sangat istimewa bagi para penyabar. Dikarenakan ketangguhan mereka di
dalam bersabar, maka para malaikat menyambut dan mengucapkan salam kepada mereka.
Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
“(Sambil mengucapkan), ‘Salamun ‘alaikum bima shabartum.’ Maka alangkah baiknya tempat kesudahan
itu.” (QS. Ar-Ra’d: 23 – 24).
7. Menjadi golongan yang dicintai Allah merupakan cita-cita dan tujuan seorang mukmin, maka dengan
kesabaran, kecintaan Allah Subhanahu Wata’ala dengan sendirinya tersandang kepadanya.
Firman Allah Subhanahu Wata’ala :
“Dan berapa banyak nabi yang berperang, bersama-sama mereka sejumlah besar dari pengikut(nya) yang
bertakwa. Mereka tidak menjadi lemah karena bencana yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu
dan tidak (pula) menyerah (kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.” (QS. Ali Imran: 146).
Dan masih banyak lagi keutamaan-keutamaan yang akan diperoleh oleh seorang penyabar, Kesabaran itulah
perhiasan akhlak yang harus kita mohonkan kepada Allah.
Maka marilah kita memohon tambahan kokohnya kesabaran itu dengan menambah ilmu tentang keutamaan
kesabaran dan menambah kokohnya iman kita tentang sifat, anugerah dan janji-janji Allah serta kehidupan dan
balasan di akhirat kelak. (Kh Suhedi)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan

Link Penting

SIM ONLINE

PPDI

  • Profil
  • Peraturan
  • Pedoman & Standar Pelayanan
  • Formulir Permintaan
  • Info Serta Merta
  • Info Setiap Saat
  • Hak dan Tata Cara
  • Pengaduan
Info Penting
  • Penelitian / Praktek Kerja