Wed07262017

Last updateWed, 26 Jul 2017 9am

Back You are here: Home Derap Serayu online Laporan Khusus Perlu Kedewasaan Dalam Pemahaman Keyakinan dan Pemahaman

Perlu Kedewasaan Dalam Pemahaman Keyakinan dan Pemahaman

Perbedaan keyakinan dan pemahaman memerlukan kedewasaan melalui sikap yang bersedia mengakui hak kelompok agama lain untuk ada serta kesediaan berlaku adil kepada kelompok lain atas dasar perdamaian dan saling menghormati.

 

“Sejatinya semua agama tidak merestui bahkan mengecam perilaku kekerasan atas nama apapun. Membangun pola hubungan yang saling menghargai adalah sikap positif dalam menerima realitas primordial dan plural, sedangkan fanatisme sectarian mejadi indikasi yang tidak sehat, ini sikap-sikap primitif,”kata Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada acara rakor pengelola tempat Ibadah dan penaggulangan radikalisme berbasis agama di aula Sasana Bhakti Praja kemarin.

Untuk itu Bupati Sutedjo meminta Pengurus Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) terus membangun komunikasi, melalui dialog lintas agama agar selalu terpelihara kesepahaman antar umat beragama. Fasiliatsi aspirasi umat dengan baik dan sosialisasikan kebijakan di bidang keagamaan yang berakitan dengan kerukunan umat beragama.

Sesuai dengan amanat peraturan bersama Menteri dalam negeri No. 8 tahun 2006 dan menteri Agama no. 9 tahun 2006 tentang Pedoman pelaksanaan Pemerintahan Daerah dalam Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama, Pemberdayaan Forum Kerukunan Umat Beragama, dan Pendirian Rumah Ibadat, Maka FKUB berperan penting dalam upaya-upaya memelihara kerukunan umat beragama.

“Salah satu tugas pokok yang diamanatkan kepada FKUB sesuai dengan peraturan bersama menteri agama dan Menteri Dalam negeri, khususnya di bidang ijin pendirina tempat ibadah adalah pemberian rekomendasi sebagai dasar penerbitan IMB ,”kata Sutedjo.

FKUB yang anggotanya merupakan representasi dari keterwakilan pemuka-pemuka agama menjadi penting keberadaannya dalam menjaga dan mewujudkan masyarakat yang dinamis senantiasa dalam kerukunan umat beragama dalam wadah NKRI.

Sementara ketua FKUB Banjarnegara Melalui Sekretaris FKUB  H. Sobri berharap melalui rakor pengelola tempat Ibadah dan penaggulangan radikalisme berbasis agama akan tertanam pemahaman semua pihak bahwa keberadaan FKUB adalah untuk melayanai dan mengatasi permasalahan tentang kehidupan kerukunan kehidupan beragama, sehingga setiap permasalahan yang terjadi dapat di eliminir untuk diselesaikan secara musyawarah.

“Aparat pemerintah, Tokoh agama dan pengelola tempat Ibadah merupakan ujung tombak dalam menciptakan kerukunan kehidupan beragama pada kehidupan masyarakat, untuk itu perlu dibekali tentang pemahaman peraturan pemerintah yang berkenaan dengan pemeliharaan kerukunan khususunya Peraturan bersama menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri nomer 9 dan 8 tahun 2006,” kata Sobri.

Sobri juga berharap terjadi peningkatan pengetahuan, rasa dan aktualisasi nilai-nilia kerukunan umat beragama bagi setiap pengelola tempat Ibadah, serta meningkatkan sikap rasa toleransi untuk mewujudkan kerukunan umat beragama dalam pembangunan kebangsaan. “Melalui forum ini juga diharapkan ada pemahaman yang sama terhadap pentingnya kehidupan kerukunan umat beragama dengan pengelola tempat ibadah sesuai dengan peraturan dan perundangan yang berlaku,”harapnya.

Rakor pengelola tempat Ibadah dan penaggulangan radikalisme berbasis agama diikuti 200 peserta, dari unsur Camat, Kelapa KUA, Takmir Masjid, Pengurus Gereja Katolik dan gereja Kristen,Pengurus Vihara, Pura, dan FKUB Banjarnegara .(*anhar).

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan