Sun03262017

Last updateThu, 23 Mar 2017 1pm

Back You are here: Home Derap Serayu online Pendidikan

Pendidikan

TAMANSISWA (TAMAN DEWASA) BANJARNEGARA MENDAPATKAN KUNJUNGANSEKOLAH PRAKTEK YANG BAIK (GPS) DARI JAWA TIMUR

SMP Tamansiswa  (Taman Dewasa) Banjarnegarakembali menjadi sekolah  rujukan/ Study Visit dari sekolah praktik yang baik / Good Pcactice School (GPS )  Sekolah Mitra USAID PRIRITAS Provinsi Jawa Timur. Ini menjadi agenda selanjutnya, setelah bulan Oktober 2015 lalu, SMP Tamansiswa Banjarmegara juga mendapat kunjungan dari Provinsi Sumatera Utara.

Read more: TAMANSISWA (TAMAN DEWASA) BANJARNEGARA MENDAPATKAN KUNJUNGANSEKOLAH PRAKTEK YANG BAIK (GPS) DARI...

Menggali Potensi dan Menduniakan Banjarnegara Melalui Pendidikan Mulok Oleh : Parijem

Kakang-kakang pada plesir- maring ngendi ya yi

Tuku dhawet dhawete Banjarnegara

Seger anyes legi - apa iya

Dhawet ayu dhawete Banjarnegara

    Sida apa ora, tuku dhawet ayu

Dhawet Banjarnegara segere rasane

Es..campurane krenyes duh rasane

O ra baen-baen segere dicampur duren

( Syair Lagu Mulok Banjarnegara )

Read more: Menggali Potensi dan Menduniakan Banjarnegara Melalui Pendidikan Mulok Oleh : Parijem

Membangun Banjarnegara Lewat Sinema

Film merupakan media yang muncul pada abad 20 dan memiliki pengaruh yang cukup besar dalam peradaban manusia.  Pada Perang Dunia 2 misalnya, Adolf Hitler dan Partai Nazi Jerman menggunakan film sebagai alat propaganda dalam menyemangati dan melegitimasi bangsa Arya dalam menganeksasi negara-negara tetangganya di Eropa. Pun demikian pula dengan Jepang, mereka turut menjadikan film sebagai alat propaganda untuk meraih dukungan bangsa Indonesia dalam Perang Asia Timur Raya melawan Sekutu.

Read more: Membangun Banjarnegara Lewat Sinema

Meriah, Festival Film Serayu Banjarnegara

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikud) bekerjasama dengan Yayasan Sahabat Muda Indonesia (YSMI) menggelar Festival Film Serayu Banjarnegara 2015. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Al Fatah Banjarnegara, Jumat-Minggu (27-29/11) ini diikuti oleh tidak kurang dari 100 peserta yang didominasi pelajar dan mahasiswa.

Read more: Meriah, Festival Film Serayu Banjarnegara

Bupati, Peserta Diklatpim Harus Menjadi Pionir, Teladan Bagi Masyarakat

Bupati Banjarnegara  Sutedjo Slamet Utomo meminta kepada Peserta Pendidikan dan Pelatihan
Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV Angkatan LIV (54)  menjadi sosok pioir, teladan dan sosok
pencerah bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
“Dasar-dasar pengetahuan, baik yang hard skill maupun soft skill tidak menjadi teori pada saat diklat, melainkan
dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya, yang akan tercermin dalam kinerja yang prima, ilim kerja yang
kondusif, motivasi tinggi dalam unit kerja masing-masing,” kata Bupati Sutedjo saat menutup Diklatpim di Aula
BLK Kecamatan Klampok kemarin.
Menurutnya pengetahuan yang tidak diaplikasikan, akan sururt dan lambat laun menghilang, sementara
pengetahunan yang diterapkan akan bermakna positif, tidak hanya bagi pribadi namun juga organisasi. “Sejak
diberlakukannya kebijakan otonomi daerah, pelayanan publik menjadi salah satu barometer keberhasilan
pelaksanaan otonomi daerah,” lanjut Sutedjo.
Sutedjo menambahkan pelayanan Publik yang prima menjadi sesuatu yang mutlak dilakukan oleh pemerintah
daerah untuk membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “kepercayaan itu akan melahirkan dukungan
positif bagi penyelenggaraan pemerintah daerah,” lanjut Sutedjo.
Lebih lanjut Bupati Sutedjo mengatakan salah satu upaya untuk mewujudkan aparatur yang profesional dapat
dilaksanakan melalui Diklat, dan Diklatpim merupakan proses pembelajaran bagi PNS dalam melengkapi
persyaratan kompetensi kepemimpinan sesuai dengan jenjang jabatan struktural tertentu.
“Melalui Diklatpim peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap
untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional yang dilandasi kepribadian dan etika PNS,” tambahnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Banjarnegara Tito Agus Wigono menambahkan Diklatpim diikuti 40
peserta dan dilaksanakan selama 97 hari , 32 hari dikampus (On Campus) dan  65 hari lainnya berupa kegiatan
diluar kampus (Off kampus) yang dimulai sejak tanggal 31 Agustus hingga 16 Desember.
Dari hasil Benchmarking to best Practice (Praktik Terbaik), ada beberapa hal yang bisa dipelajari yang bisa
diterapkan di Banjarnegara seperti Tempat pengolahan sampah terpadu dengan pemilahan sampah organic dan non
organic. Hasil pengolahan sampah organik dan non organik di TPA Talangagung Kepanjen, Malang mampu
menghasilkan pupuk kompos dan tenaga listrik dengan kapasitas 500-750 watt. Selain itu upaya  menekan angka
kematian Ibu (AKI) dan angka Kematian Bayi (AKB) melalui program Sijari Emas (Sistim Iformasi Jaringan
Rujukan dan Komunikasi kesehatan sebagai nominator Exibition MDG’s Award bertujuan untuk pertolongan medis
persalinan ibu dan anak. (anhar).

Meriah, Peringatan Hari Disabilitas Internasional

Peringatan hari difabel internasional yang jatuh pada tanggal 3 Desember setiap tahunnya
diperingati secara meriah di alun-alun Banjarnegara (06/12). Beragam kegiatan seni, pameran
dan pertunjukan diselenggarakan dari pagi hingga siang yang melibatkan ratusan difabel dari
berbagai wilayah di Banjarnegara. Demikian disampaikan Muhammad Riza dari Sahabat
Difabel Banjarnegara dan Forum Komunikasi Difabel Banjarnegara (FKDB).
“Kegiatan dimulai sejak pagi dengan diadakanya jalan sehat inklusi yang melibatkan ratusan difabel dan
para pemerhati difabel, pentas seni difabel, penampilan tari SLB, penampilan tari anak SLB, stand bahasa
isyarat, stand braile, catur braile, pijat gratis, dan pemeriksaan kesehatan gratis “ katanya.
Sebagai penampil istimewa, lanjutnya, diberikan oleh Irawan pemuda difabel penyuka puisi, juara berbagai
lomba desain dan juara menggambar serta Getun, gadis cilik Difabel Daksa dari Clapar Madukara yang juga
siswi MTs N 2 Banjarnegara. Getun mempunyai kemampuan menyanyi diiringi alat musik keyboard  yang
dimainkan dengan kakinya. Selain itu, Getun merupakan peraih penghargaan di Liputan 6 Award 2015.
“Harapan kami, semua ragam kegiatan yang diselenggarakan bersama antara Sahabat Difabel
Banjarnegara, Forum Komunikasi Difabel Banjarnegara, Pemkab Banjarnegara, Lazismu Banjarnegara,
Pertuni Banjarnegara, Putra Bara, RSUD, dan Palang Merah Indonesia ini dapat membahagiakan sahabat-
Kepala Dinsosnakertrans Dwi Suryanto, S. Sos., menambahkan tema nasional perayaan HDI Tahun 2015
adalah wujudkan masyarakat inklusif melalui Undang-Undang penyandang disabilitas dan strategi
mulitsektoral. Berdasar tema tersebut, lanjutnya, maka kegiatan peringatan HDI diarahkan untuk menciptakan
akses dan pemberdayaan melalui UU Disabilitas. Selain itu, kegiatan ini dimaksudkan untuk terwujudnya
masyarakat Inklusif dalam segala aspek kehidupan dan meningkatkan pemahaman, kepedulian, keterpihakan
negara dan seluruh komponen masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
“Pada kesempatan ini diserahkan bantuan dari Pemkab berupa 16 kursi roda, 10 alat bantu dengar, kerk,
keyboard, secara simbolis kepada para difabel penerima bantuan dari berbagai wilayah di Banjarnegara”
Wakil Bupati Banjarnegara Drs. Hadi Supeno, M. Si., menambahkan dengan penampilan yang ditampilkan
oleh para Difabel dalam berbagai event kegiatan hari Difabel Internasional serta sejumlah prestasi yang telah
diraih di berbagai event regional maupun nasional membuktikan bahwa mereka mampu berbuat sesuatu untuk
“Melihat kenyataan ini saya berharap para pengambil kebijakan dan stake holder dalam merancang
pembangunan memikirkan keberadaan mereka juga. Dalam membuat bangunan dan infrastruktur lainnya
merancang juga akses untuk kaum difabel dapat memanfaatkanya dengan optimal, seperti adanya akses untuk
kursi roda, trotoar yang mempertimbangkan akses bagi kursi roda dan tuna netra, dan seterusnya. Ini yang saya
sebut dengan instilah pengarusutamaan difabel dalam kebijakan pembangunan” katanya. (**—eko br)

Siswa Berprestasi Dapat Penghargaan

Sebagai salah satu bentuk komitmen pemerintah Banjarnegara untuk memberikan apresiasi
dan kepedulian akan kerja keras para atlit, artis maupun peserta baik di tingkat ragional,
nasional bahkan ditingkat Internasional Pemkab memberikan penghargaan kepada mereka
yang berprestasi.
“Mereka yang mendapatkan penghargaan adalah yang sudah mengharumkan nama baik Banjarnegara, dan
berprestasi ditingkat Regional dan Nasional,” kata Noor Tamami.
Diantara nama yang telah mengharumkan nama Banjarnegara adalah Atika Yulianti siswi SMK HKTI 1
Purwareja Klampok Juara 1 Nasional OSTN cabang Biologi terapan dan akan maju ke tingkat Internasional di
Jepang, Masrdiana Tri siswa SMA 1 Banjarnegara yang menjadi juara 1 nasional OSN cabang Astronomi dan
akan maju ke tingkat Internasional di Tiongkok.
Nama lain yang memberikan kontribusi prestasi adalah Asri Abidatilah Siswi I SMA 1 Banjarnegara yang
menjadi juara 1 Nasional OSN cabang Geografi dan akan maju ke tingkat Internasional di Nepal. Serta
Khaerunnisa Qurata ayyun siswi SMP 1 Banjarnegara  Juara 3 Nasiaonal OSN cabang IPA terpadu.
“Dipenghujung tahun 2015 prestasi anak-anak SMK 1 Bawang menjadi juara Nasional Arung Jeram di
Medan dan dalam waktu dekat akan berlaga di Kejuaraan Internasional di Australia,” lanjut Noor Tamami.
Tahun ini lanjut Noortamami, penghargaan untuk siswa juara nasional sebanyak 24 siswa, Juara Propinsi
67 siswa dan untuk tingkat kabupaten penghargaan hanya diberikan kepada juara 1 sebanyak 231 siswa.
“Mengingat prestasi anak-anak kita semakin meningkat diharapkan di tahun 2016 penghargaan prestasi atau
siswa untuk ditambah jumlah dan besarannya,” lanjut Noor Tamami.
Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut meminta agar prestasi yang telah
ditorenkan ditingkatkan lagi. “Banjarnegara merupakan sentra atlit berprestasi di Jawa Tengah, sedangkan
untuk pelajar, Banjarnegara juga telah merambah dunia Internasional untuk OSN misalnya, Indonesia telah
menorehkan prestasinya hingga Nepal dan Argentina,” kata Sutedjo.
Terkait Prestasi Bupati juga berjanji untuk emberikan yang terbaik bagi siswa yang berprestasi.
“Mereka telah memberikan prestasi dan mengharmkan nama Kabupaten Banjarnegara, untuk itu sangat layak
mereka untuk mendapatkan penghargaan, mudah mudahan tahun depan penghargaan bisa lebh besar lagi,”
harapnya. (**anhar).

Bazda Bantu Siswa Kurang Mampu

Sebagai bentuk kepedulian kepada dunia pendidikan, Badan Amil akat Banjarnegara (BAZDA) Banjarnegara 

memberikan bantuan kepada 200 siswa kurang mampu di Banjarnegara. “Baz bekerja sama dengan pihak kecamatan

dalam melakukan pendataan, sehingga didapatkan siswa yang benar benar kurang mampu dan layak mendapatkan

bantuan dari Baz,” kata Sekteraris Bas Banjarnegara Nuning Sukesi.

Nuning menambahkan, setiap siswa menerima bantuan sebesar Rp. 300 ribu, sehingga total dana yang di salurkan

sebanyak Rp. 60 juta. “Dana tersebut diharapkan bisa meringankan biaya pendidikan bagi siswa penerima bantuan,” lanjut

Nuning.

Bupati Banjarnegara yang juga menjadi Ketua Badan Amil zakat Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo meminta kepada

penerima agar bisa memanfaatkan dana tersebut untuk kepentingan pendidikan. Jangan sampai dana tersebut di gunakan

untuk kepentingan yang lain yang bersifat konsumtif. “Memang belum seberapa dana yang diterima namun, saya berharap

bisa meringankan beban siswa dalam menempuh pendidikan,” kata Sutedjo

Karang Taruna PRESMA Kalilunjar Dinilai

Tim Nasional

Bupati juga meminta kepada siswa penerima manfaat agar percaya diri dalam menempuh pendidikan, jangan sampai

kekurangan menjadi penghalang untuk berkarya. “Banyak siswa yang mempunyai keterbatasan dalam ekonomi, namun

tetap semangat dan ternyata mampu bisa berprestasi untuk dirinya dan sekolah,” lanjut Sutedjo.

Selain memberikan bantuan bagi siswa kurang mampu, Baz juga rutin setiap enam bulan sekali menyalurkan dananya

untuk masyarakat kurang mampu dan pedagang kecil produkif.

“Bagi masyarakat kurang mampu bantuan diharapkan bisa meringankan beban ekonomi, sedangkan bagi pedagang

kecil produktif diharapkan mampu mengembangan usahanya dan membawa manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,”

pungkasnya.(anhar).

Setelah lolos di tingkat Provinsi, Karang Taruna PRESMA, Desa Kalilunjar, Banjarmangu (12/10) dinilai tim nasional. Ketua

Karangtaruna, Tuslam, mengatakan, pihaknya tidak mengira jika akan masuk dalam 15 besar terbaik tingkat nasional.

“Karang Taruna PRESMA lahir sejak tahun 1995. Kami lahir dari masyarakat dan berorientasi mengabdi bagi kepentingan

masyarakat. Jika pada akhirnya kami berprestasi, itu sebagai bonus yang mudah-mudahan akan lebih memecut semangat kami

untuk mengemban tugas-tugas yang berkaitan dengan kepentingan sosial,”ujarnya.

Dalam laporannya Tuslam mengatakan, beberapa kegiatan yang aktif dilakukan oleh Karang Taruna PRESMA diantaranya,

Bidang Usaha Ekonomi Produktif melalui kegiatan Simpan Pinjam, pembuatan keranjang dengan bahan baku daur ulang plastik,

dan usaha pertanian dengan membudidayakan 15 ekor kambing. “Dari budi daya kambing ini kami juga berhasil membuat

percobaan pembuatan biogas dari kotoran kambing yang bisa digunakan sebagai bahan bakar gratis bagi para masyarakat yang

membutuhkan,”jelasnya.

Sementara itu, di Bidang Kerohanian dan Pembinaan Mental, Karang Taruna secara rutin mengadakan pengajian setiap Ahad

Manis dan setiap Ahad Wage di Balai Desa. Sedangkan dari Bidang Olahraga dan Seni Budaya, anggota Karang Taruna juga aktif

melaksanakan latihan sepak bola, tenis meja, bola volley, dan bulu tangkis. “Untuk kebudayaan, kami juga memiliki anggota yang

aktif dalam komunitas tek-tek, terbang dan karawitan. Pesertanya dari anak-anak hingga orang tua. Bahkan untuk kesenian tek-tek

telah beberapa kali memperoleh juara dalam beberapa kontes di tingkat Kabupaten dan Provinsi,”imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Kalilunjar, Sarkum Slamet Raharjo mengungkapkan kebanggaannya terhadap

Karang Taruna PRESMA. “Sesuai Mottonya, Pinter, Bener, lan Nduweni Karakter, saya berharap hal ini bisa menjadi pedoman

seluruh anggota dalam berkarya. Saya salut karena Karang Taruna PRESMA selama ini berjalan dengan prinsip kemandirian,

seluruh sumber daya yang ada dimaksimalkan dalam setiap kegiatan, sehingga hasil nya pun selalu maksimal,” tegasnya.

Senada dengannya, Wakil Bupati, Hadi Supeno yang juga hadir dalam kesempatan tersebut menghimbau agar sumber daya

yang ada, baik dari segi modal maupun manusianya harus terus diberdayakan sebaik mungkin. “Kehudupan sosial yang rukun

terus dijaga, kesenian tradisioan dilestarikan, dan olahraga juga jangan dilupakan. Jika masyarakat nya sehat, maka kegiatan

apapun yang dirancang bisa berjalan lancar,” ucapnya.

Terakhir, Ketua Tim Penilai dari Kemensos RI, Budi Mulyadi berpesan, Banjarnegara patut bangga karena sudah bisa

menggeserkan lebih dari 80.000 Karang Taruna yang ada di Indonesia. “Jadi apapun hasilnya jangan berkecil hati. Karang Taruna

adalah mitra pemerintah, jadi harus selalu ada sinergi, tidak hanya antar anggota, tapi juga dengan pemerintah desa, kecamatan,

maupun kabupaten,” ujarnya

Apalagi sebentar lagi Desa Kalilunjar akan menjadi Tuan Rumah Jambore Karang Taruna. Budi berharap kebersamaan antar

Karang Taruna yang ada di Banjarnegara bisa terus dijaga. Anggota Karang Taruna harus bisa saling mengadopsi hal-hal yang

baik agar bisa meningkatkan kualitas kegiatan demi membantu tugas-tugas sosial.(**anhar)

Dua Siswa SD Banjarnegara

Wakili Indonesia ke ajang WCF di Korea Selatan

Dua siswa SD dari Banjarnegara akan mewakili Indonesia dalam ajang World

Creativity Festival di Korea Selatan pada bulan Oktober mendatang. Mereka adalah

Fikri Rifai (12 th) kelas VI dan Muhammad Iqbal Alfiansah (10 th) kelas IV SD Negeri

Randegan, Kecamatan Sigaluh. Berdua mereka akan tampil membawakan

Pantomim di ajang festival tingkat Dunia tersebut.

Demikian disampaikan oleh Suwaryo, Guru Pembimbing mereka, Rabu (07/10) usai audiensi dengan Wakil

Bupati Drs. Hadi Supeno, M. Si., di rumah dinas.

“Fikri dan Iqbal adalah juara pertama Pantomim di kejuaraan nasional Festival dan Lomba Seni Siswa

Nasional (FLS2N) Tahun 2015 di Palembang, Sumatera Selatan, pada tanggal 23-29 Agustus 2015 lalu. Karena

keberhasilannya ini, mereka terpilih mewakili Indonesia dalam ajang WCF di Korea Selatan pada bulan Oktober

ini” katanya.

Rencananya, sambungnya, tanggal 8 Oktober besok didampingi guru pembimbing mereka akan berangkat ke

Jakarta untuk mengikuti Training di bawah bimbingan seniman Pantomim terkenal Septian Dwi Cahyo.

Penampilan Indonesia merupakan kolaborasi dengan pemenang lomba lain seperti lomba tari, lomba menyanyi,

lomba eksperimen, dan kegiatan seni lainnya.

“Tanggal 15 Oktober mendatang Fikri dan Iqbal berangkat ke Korea tanpa disertai guru pembimbing. Tugas

kami mendampingi sampai di Jakarta. Mohon doa restu dari masyarakat Banjarnegara agar di event

internasional mereka memperoleh hasil optimal membawa nama harum Banjarnegara” katanya.

Saat dikonfirmasi, Fikri dan Iqbal mengaku senang karena dapat mewakili Indonesia di ajang Festival

Internasional. Pada ajang Festival ini mereka berdua akan membawa Pantomim secara bersama-sama dengan

judul “Tetap Setia dan Sayang”. Cerita ini, kata Fikri, mengisahkan tentang dua Saudara yang memiliki dua

karakter berbeda. Iqbal yang berperan sebagai adik digambarkan tipe anak yang nakal. Sedang kakaknya, Fikri

digambarkan lebih tenang.

“Meskipun memiliki dua karakter berbeda dan kadang kenakalannya adiknya sangat keterlaluna namun

dalam cerita ini kami berdua tetap sayang sebagaimana layaknya saudara. Tetap sayang dan saling tolong

menolong dalam kesusahan” katanya.

Saat dipentaskan di hadapan Wabup, Kepala Dindikpora, dan di hadapan anak-anak PAUD Firdaus di

lapangan tenis rumah dinas Wabup, Fikri dan Iqbal berhasil menampilkan pertunjukan dengan baik sehingga

mengundang tawa penonton.

Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si., menegaskan keberhasilan yang diraih oleh Fikri dan Iqbal ini

membuktikan teori pendidikan bahwa tidak ada anak yang bodoh. Semua anak itu istimewa dan mempunyai

bakatnya masing-masing. Kalau pun belum berhasil itu kesalahan orang tua dan guru dalam menemukan bakat

anak.

“Keberhasilan Fikri dan Iqbal yang merupakan siswa SD Radega yang notabene lokasinya di desa bukan SD

kota juga cukup mengejutkan saya, apalagi bidang seninya adalah pantomim bukan tari atau olah raga.

Pantomim merupakan seni yang jarang peminatnya, apalagi di kota seperti Banjarnegara ini. Namun faktanya,

Fikri dan Iqbal serta SD Negeri Randegan mampu membawa nama harum Banjarnegara melalui Pantomim”

katanya.

Hal ini pelajaran juga bagi guru-guru dan sekolah-sekolah lain. Meskipun sarana terbatas namun kalau

gurunya mau bekerja keras dan mencari celah untuk memajukan anak didiknya ternyata ada  jalan.

(**—eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan

Link Penting

SIM ONLINE

PPDI

  • Profil
  • Peraturan
  • Pedoman & Standar Pelayanan
  • Formulir Permintaan
  • Info Serta Merta
  • Info Setiap Saat
  • Hak dan Tata Cara
  • Pengaduan
Info Penting
  • Penelitian / Praktek Kerja