Sun07232017

Last updateFri, 21 Jul 2017 8am

Back You are here: Home Derap Serayu online Pendidikan Bupati, Peserta Diklatpim Harus Menjadi Pionir, Teladan Bagi Masyarakat

Bupati, Peserta Diklatpim Harus Menjadi Pionir, Teladan Bagi Masyarakat

Bupati Banjarnegara  Sutedjo Slamet Utomo meminta kepada Peserta Pendidikan dan Pelatihan
Kepemimpinan (Diklatpim) tingkat IV Angkatan LIV (54)  menjadi sosok pioir, teladan dan sosok
pencerah bagi orang-orang yang ada disekitarnya.
“Dasar-dasar pengetahuan, baik yang hard skill maupun soft skill tidak menjadi teori pada saat diklat, melainkan
dapat diimplementasikan dengan sebaik-baiknya, yang akan tercermin dalam kinerja yang prima, ilim kerja yang
kondusif, motivasi tinggi dalam unit kerja masing-masing,” kata Bupati Sutedjo saat menutup Diklatpim di Aula
BLK Kecamatan Klampok kemarin.
Menurutnya pengetahuan yang tidak diaplikasikan, akan sururt dan lambat laun menghilang, sementara
pengetahunan yang diterapkan akan bermakna positif, tidak hanya bagi pribadi namun juga organisasi. “Sejak
diberlakukannya kebijakan otonomi daerah, pelayanan publik menjadi salah satu barometer keberhasilan
pelaksanaan otonomi daerah,” lanjut Sutedjo.
Sutedjo menambahkan pelayanan Publik yang prima menjadi sesuatu yang mutlak dilakukan oleh pemerintah
daerah untuk membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. “kepercayaan itu akan melahirkan dukungan
positif bagi penyelenggaraan pemerintah daerah,” lanjut Sutedjo.
Lebih lanjut Bupati Sutedjo mengatakan salah satu upaya untuk mewujudkan aparatur yang profesional dapat
dilaksanakan melalui Diklat, dan Diklatpim merupakan proses pembelajaran bagi PNS dalam melengkapi
persyaratan kompetensi kepemimpinan sesuai dengan jenjang jabatan struktural tertentu.
“Melalui Diklatpim peserta diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan, keahlian, ketrampilan dan sikap
untuk dapat melaksanakan tugas jabatan secara profesional yang dilandasi kepribadian dan etika PNS,” tambahnya.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Banjarnegara Tito Agus Wigono menambahkan Diklatpim diikuti 40
peserta dan dilaksanakan selama 97 hari , 32 hari dikampus (On Campus) dan  65 hari lainnya berupa kegiatan
diluar kampus (Off kampus) yang dimulai sejak tanggal 31 Agustus hingga 16 Desember.
Dari hasil Benchmarking to best Practice (Praktik Terbaik), ada beberapa hal yang bisa dipelajari yang bisa
diterapkan di Banjarnegara seperti Tempat pengolahan sampah terpadu dengan pemilahan sampah organic dan non
organic. Hasil pengolahan sampah organik dan non organik di TPA Talangagung Kepanjen, Malang mampu
menghasilkan pupuk kompos dan tenaga listrik dengan kapasitas 500-750 watt. Selain itu upaya  menekan angka
kematian Ibu (AKI) dan angka Kematian Bayi (AKB) melalui program Sijari Emas (Sistim Iformasi Jaringan
Rujukan dan Komunikasi kesehatan sebagai nominator Exibition MDG’s Award bertujuan untuk pertolongan medis
persalinan ibu dan anak. (anhar).

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan