Sun09242017

Last updateFri, 22 Sep 2017 11am

Back You are here: Home Derap Serayu online Tajuk Perempuan adalah Agen Perubahan

Perempuan adalah Agen Perubahan

RUANG WANITA
Perempuan adalah Agen Perubahan

Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change). Pernyataan ini disampaikan oleh Drs. Hadi Supeno, M.Si, Wakil Bupati Banjarnegara pada Resepsi Peringatan Hari Ibu Ke-86, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 dan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banjarnegara di Ruang Aula Sasana Abdi Praja Setda Kabupaten Banjarnegara, Senin (22/12).
Menurut Drs. Hadi Supeno, M.Si, dengan adanya peringatan hari ibu terbukti adanya perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor kehidupan. Hal ini membuktikan bahwa perempuan apabila diberi peluang dan kesempatan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri.
“Hari Ibu Indonesia lahir dari pergerakan bangsa Indonesia. Dalam pergerakan kebangsaan kemerdekaan, peran perempuan Indonesia sungguh mengesankan” katanya.
Wabup Hadi Supeno berharap Peringatan Hari Ibu Ke-86 Tahun 2014 ini dapat mendorong terciptanya kesetaraan perempuan dan laki-laki pada setiap aspek kehidupan baik di dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa dan negara untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
“Marilah Kita optimalkan perjuangan kaum Ibu, agar Ibu Indonesia sesunggunya Ibu yang memberi, ibu yang melindungi, ibu yang selalu memaknai kehidupan ini, Pada hari yang berbahagia ini tidak ada kata-kata lain kecuali rasa hormat kepada kaum Ibu Indonesia, Semoga Ibu-ibu Indonesia terus melahirkan putra-putra terbaiknya” katanya.
Berkaitan dengan peringatan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014, Wabup mengingatkan bahwa Dua per tiga dari wilayah kita itu adalah laut, Menurutnya Peringatan Hari Nusantara bertujuan untuk mengingatkan kembali serta mengubah mindset bangsa Indonesia mengenai ruang hidup dan ruang juang dari matra darat menjadi matra laut, artinya matra darat dan matra laut harus berimbang. “Dari Banjarnegara, walaupun kita jauh dari laut, karena kita Bangsa Maritim, mari kita kenali laut kita, jangan ada anak-anak Indoesia yang tidak kenal laut, berenang tidak bisa, melihat lautpun tidak bisa, kalaupun tidak bisa melihat laut, setidaknya melihat sungai, karena sungai itu bermuara di laut, maka kalau  yang di pantai ajakannya merawat pantai karena kita di dekat sungai, mari kita rawat sungai kita” katanya.
Kemudian kaitannya dengan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 tahun 2014, Drs. Hadi Supeno, M.Si mengajak untuk membangkitkan rasa kesetiakawanan sosial. Menurutnya saat ini masih banyak Warga Banjarnegara yang membutuhkan bantuan dari kita semua, terlebih dengan kejadian Bencana Tanah Longsor Dusun Sijemblung, Desa Sampang, Kecamatan Karangkobar.  “Mari kita jadikan peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 tahun 2014 sebagai motivasi untuk memberi kepada yang kurang” katanya.
Sementara itu Ketua Gabungan Organisai Wanita (GOW) Kabupaten Banjarnegara, Ny. Hj. Sundari Fahrudin Slamet Susiadi mengatakan tujuan peringatan Hari Ibu Ke-86, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 dan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banjarnegara yakni menjadi langkah awal penyelenggaraan gerakan bulan bakti kesetiakawanan sosial secara terkoordinasi, sinergis, terencana, terarah dan berkelanjutan. Selain itu untuk mewujudkan Dharma Kehidupan dan penghidupan masyarakat yang dilandasi oleh kesetiakawanan sosial.
“Maksud dan tujuan kegiatan ini yakni untuk menciptakan kondisi sosial yang menjamin kesetiakawan sosial, mampu menjadi pilar dasar mewujudkan Indonesia sejahtera. Kemudian mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi muda” katanya.
Ny. Hj. Sundari Fahrudin menambahkan, dalam rangka memperingati Hari Ibu Ke-86, Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) Ke-66 dan Hari Nusantara Ke-4 Tahun 2014 Tingkat Kabupaten Banjarnegara, GOW Kabupaten Banjarnegara telah menyelenggarakan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya menyantuni 25 warga kurang mampu di lingkungan Kota Banjarnegara dalam bentuk uang, kemudian menyantuni anak yatim piatu di Panti Asuhan Al-Munawwaroh Kabupaten Banjarnegara, adapun bentuk santunan berupa 25 paket sembako yang berisi beras, minyak dan gula.
“GOW Kabupaten Banjarnegara bekerja sama dengan TP PKK dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Banjarnegara juga telah melaksanakan bakti sosial ke Korban Tanah Longsor Dukuh Jemblung, Desa Sampang Kecamatan Karangkobar, adapun bantuan berupa uang sejumlah Rp 8.650.000, -, pakaian pantas pakai dan mukena sebanyak 32 buah serta bantuan lainnya yang tidak mengikat” katanya. ***** (Sudin)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan