Fri07202018

Last updateFri, 20 Jul 2018 8am

Back You are here: Home ILPPD Isi Ringkasan ILPPD (Urusan Pilihan) A. Bidang Pertanian
Tuesday, 11 July 2017 08:13

A. Bidang Pertanian

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

Sektor pertanian merupakan sektor yang penting di Kabupaten Banjarnegara.  Kabupaten Banjarnegara mempunyai pola perekonomian agraris, dimana sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Sektor pertanian yang menjadi kewenangan Dinas Pertanian Perikanan dan Peternakan meliputi pertanian tanaman pangan,  hortikultura, dan peternakan.   Peran sektor pertanian selain sebagai salah satu sumber perekonomian daerah adalah sebagai penyedia bahan pangan, penyedia bahan baku industri, sebagai pasar potensial, penyerap tenaga kerja, berperan penting dalam mengurangi  kemiskinan, serta berperan dalam pelestarian  lingkungan.   Sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang menempatkan sektor pertanian menjadi sektor prioritas  dalam pembangunan, maka upaya yang ditempuh adalah bagaimana agar peran sektor pertanian menjadi lebih dapat memberikan kontribusi yang nyata bagi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani.

Kebijakan pembangunan pertanian di Kabupaten Banjarnegara diarahkan kepada pencapaian dua hal utama yaitu mendukung pencapaian ketahanan pangan dan pengembangan agribisnis pertanian.  Ketahanan pangan merupakan urusan wajib menjadi satu keharusan disebabkan karena pangan merupakan komoditas strategis dan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi manusia. Karena itu pemerintah memiliki kewajiban untuk  menyediakan pangan bagi penduduknya.  Prioritas dalam mewujudkan ketahanan pangan adalah bagaimana pemerintah dapat menyediakan pangan terutama penyediaan bahan pangan di tingkat usaha tanidengan jumlah yang cukup, kualitas dan akses yang mudah.  Pengembangan agribisnis sebagai sebuah upaya yang secara utuh mulai sub-sistem penyediaan sarana produksi dan peralatan pertanian, usahatani,  pengolahan atau agroindustri dan pemasaran produk pertanian untuk meningkatkan nilai tambah sektor pertanian

            Dalam urusan pilihan pertanian Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan melaksanakan serangkaian program dan kegiatan yang dilaksanakan untuk mewujudkan pembangunan urusan pilihan pertanian dan merealisasikan tujuan dan sasaran pembangunan yang menjadi tanggung jawabnya.  Program dan kegiatan yang dilaksanakan pada tahun 2016 sebanyak 15 program dan 42 kegiatan dengan total anggaran belanja langsung sebanyak Rp 33.654.416.100,- dan terealisasi sebanyak Rp 20.729.885.710,- (termasuk untuk pembiayaan urusan pilihan perikanan)

Program yang dilaksanakan pada tahun 2016 meliputi program Peningkatan Kesejahteraan Petani, Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan)Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan, Program peningkatan penerapanteknologi pertanian/perkebunan, Program peningkatan produksipertanian/perkebunan, Program pemberdayaan penyuluhpertanian/perkebunan lapangan, Program pencegahan danpenanggulangan penyakit ternak. Program peningkatan produksi hasilPeternakan, Program Peningkatan Penerapan Tekhnologi Peternakan, Program Pengembangan  Budidaya Pertanian, Peternakan dan Perikanan.

Program dan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka pencapaian indikator yang sudah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah yang meliputi peningkatan produktivitas komoditas pertanian, peningkatan populasi ternak, dan cakupan bina kelompok tani   Indikator tersebut dicapai melalui fasilitasi sarana produksi pertanian, dan peternakan, penyediaan infrastruktur pertanian, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan dan pendampingan kelompok tani/gabungan kelompok tani, promosi sektor pertanian, pengembangan pengolahan hasil dan keamanan produk pertanian, peningkatan penerapan tekhnologi pertanian serta peningkatan kapasitas petugas disamping untuk pembiayaan rutin perkantoran. 

Pada tahun 2016 fokus fasilitasi pembangunan pertanian terutama tanaman pangan dan hortikultura adalah pada penyediaan infrastruktur pertanian antara lain melalui kegiatan DAK Bidang Pertanian, Revitalisasi Pertanian  Perikanan dan Kehutanan berupa pembangunan jalan pertanian 11unit,  pembangunan dam parit 20 unit, pembangunan embung 3 unit, pembangunan long storage 1 unit,  jalan usaha tani 6 unit  dan pembangunan sumur bor sebanyak 5 unit.  Selain dari sumber anggaran APBD fasilitasi infrastruktur pertanian dilaksanakan juga dari kegiatan APBN Direktur Jenderal Prasarana Dan Sarana Pertanian Kementrian Pertanian RI melalui rehab dan pembangunan jaringan irigasi tersier untuk 26 kelompok tani yang dapat dimanfaatkan sebanyak 2.000 ha, pembangunan irigasi Air Permukaan (jaringan perpipaan ) sebanyak 13 Unit untuk 13 Kelompok Tani.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur pertanian fasilitasi pembangunan pertanian juga dilaksanakan dengan memberikan bantuan alat dan mesin pertanian berupa cultivator 20 unit dan power sprayer 11 unit melalui kegiatan Penyediaan Sarana Produksi Pertanian dari APBD Kabupaten Banjarnegara. Sedangkan dari APBN alat dan mesin pertanian yang diserahkan ke masyarakat antara lain power thresser sebanyak 23 unit, corn sheller sebanyak 3 unit, mini combine harvester sebanyak 12 unit.

 Penyediaan sarana produksi pertanian obat-obatan pestisida dan pupuk pertanian baik bersumber dari APBD maupun APBN antara lain penyediaan  buffer stock obat yaitu buprofesin sebanyak 3318 kg dari Kegiatan Penyediaan Sarana Produksi Obat-Obatan Pertanian/Perkebunan APBD Kabupaten Banjarnegara yang disiapkan untuk stok obat manakala terjadi serangan dan dapat digunakan untuk petani yang membutuhkan.  Dari APBN berupa layanan pupuk bersubsidi dan pengawasan peredaran pupuk dan pestisida sampai dengan bulan Desember 2016.pengadaan bibit cabai rawit, cabai besar NPK, KNO3 Merah, KNO3 Putih, Insektisida, Fungisida, EM4, dan mulsa Plastik Hitam Perak untuk 28 kelompok untuk tujuan peningkatan ketersediaan komoditas dan pengendalian harga komoditas strategis penyumbang inflasi. Sedangkan penanganan komoditas unggulan salak dilaksanakan melalui kegiatan sumber anggaran APBN melalui pengadaan bibit salak, pupuk organik dan NPK untuk 8 kelompok pengembangan buah salak secara orchard, pengadaan pupuk organik dan BAS PGPR (agensia hayati) untuk tiga kelompok pengembangan desa organik berbasis salak.

Di sektor peternakan fasilitasi pembangunan sektor ini dilakukan lebih banyak kepada pendampingan bagi kelompok dalam budidaya ternak dan pengolahan hasil ternak.  Penyediaan dan fasilitasi pelayanan inseminasi buatan.  Fasilitasi pelayanan kesehatan ternak memalui penyediaan obat-obatan ternak dan pelayanan kesehatan hewan, pemeriksaan dan pengawasan peredaran produk pangan asal ternak di 5 pasar tradisional di Kabupaten Banjarnegara saat bulan Ramadhan, terlaksananya pemeriksaan dan pengawasan kesehatan ternak yang akan dijadikan hewan qurban pada hari raya Idul Adha, terlaksananya pengawasan dan pengujian produk pangan asal ternak.

Produktivitas tanaman pangan untuk padi jagung dan kedelai masih perlu mendaptkan perhatian yang serius.  Produktivitas padi pada tahun 2016 baru mencapai 83,8% atau tercapai 52,36 kw/ha dari target produktivias 62,47 kw/ha.  Untuk produktivitas jagung capaian kinerja mencapai 85,9 % dari target yang ditetapkan sebanyak  48,20 kw/ha tercapai 41,414 kw/ha pada tahun 2016.  Capain produktivitas kedelai tahun 2016 sebesar 97 % dari target produktivitas 12,2  kw/ha tercapai 11,84 kw/ha.

Produktivitas hortikultura buah-buahan yang telah melampaui target kinerja yang ditetapkan adalah produktivitas durian dan pisang.  Capaian kinerja produktivitas durian adalah sebesar 107,57% dari target sebesar 43,69 kg/phn tercapai 47 kg/phn.  Untuk komoditas hortikultura pisang target kinerja sebesar 48,95 kg/phn tercapai 50 kg/phn atau tercapai 102,15%. Sedangkan produktivitas salak baru mencapai 73,62 % dari target sebesar 16,3 kg/phn tercapai 12 kg/phn pada tahun 2016.  Produktivitas kentang tercapai 72,44 % dari target sebesar 200,16 kw/ha tercapai 145 kw/ha.

Dari sisi pembinaan sumber daya manusia, capaian kinerja untuk cakupan bina kelompok petani tahun 2016 cakupan bina kelompok tani tahun 2016 sebanyak 39,2% dari 2002 kelompok dan yang menerima pembinaan tahun 2016 sebanyak 785 kelompok.

Di sektor peternakan capaian kinerja untuk populasi ternak sapi potong adalah 82,51 % dari target populasi tahun 2016 sebanyak 36.972 ekor.  Pada akhir 2016 populasi ternak sapi hanya tercatat sebanyak 30.505 ekor.   Capaian kinerja untuk populasi ternak sapi perah adalah 43,77 % dari target populasi tahun 2015 sebanyak 3.043 ekor atau hanya tercatat populasi sebanyak 1.352 ekor.   Capaian kinerja populasi ternak kambing mencapai 95,05% yaitu sebanyak 194.198 ekor tahun  2016  dari target 204.317 ekor.  Capaian kinerja populasi ternak domba tahun 2016 mencapai  56,98% yaitu sebanyak 65.221 ekor dari target populasi 114.471 ekor pada akhir tahun 2016. 

Secara umum permasalahan pembangunan sektor pertanian yang meliputi tanaman pangan, hortikultura dan peternakan pada tahun 2016,  antara lain :

a.        Komoditas pertanian sebagian besar sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim. Pada tahun 2016 intensitas hujan yang cukup tinggi menyebabkan tanaman kurang dapat optimal melakukan proses produksi dan juga menyebabkan banyaknya organisme pengganggu tanaman seperti yang menyerang jagung, padi dan kedelai.

b.        Serangan organisme pengganggu tanaman yang menyerang padi, jagung dan kedelai diantaranya adalah penggerek batang yang menyerang tanaman padi di kecamatan Sigaluh, Mandiraja,Purwanegara,dan Wanadad, wereng di kecamatan Bawang , serangan tikus di kecamatan  Susukan hampir merata yang menyebabkan  puso seluas 7 ha di usia 40-50  hari setelah tanam,  serangan blast di kecamatan Mandiraja,Susukan,Purwanegara dan Wanadadi.  Serangan busuk leher dan kresek di kecamatan Bawang

c.        Sumberdaya manusia pertanian baik petani maupun petugas baik dari sisi kapasitas maupun jumlahnya masih perlu ditingkatkan.  Jumlah petugas tekhnis berkurang dengan kapasitas yang masih harus ditingkatkan.  Jumlah petani juga makin berkurang, generasi muda tidak banyak yang tertarik untuk menggeluti sektor ini.  Tenaga kerja di sektor pertanian secara umum adalah orang yang sudah tua dengan tingkat kemampuan sebagian sulit ditingkatkan.

d.        Harga sarana produksi pupuk, pestisida/obat-obatan, benih/bibit serta pakan ikan dan ternak yang relatif tinggi. 

e.        Harga produk komoditas pertanian yang berfluktuasi, tetapi petani / produsen belum menguasai akses pasar.

f.          Degradasi sumberdaya pertanian (degradasi lahan, mutu bibit/ induk) dan Alih fungsi  lahan pertanian ke non pertanian.

g.        Terbatasnya modal usaha yang dimiliki para petani.

 

Langkah-langkah yang ditempuh guna mengatasi permasalahan pertanian pada mendatang adalah sebagai berikut :

a.        Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan SDM dengan kursus teknis, magang, pendampingan teknis yang dilakukan oleh petugas teknis maupun penyuluh pertanian.

b.        Fasilitasi prasarana pertanian berupa infrastruktur pertanian untuk pengembangan sumber-sumber air untuk meningkatkan intensitas pertanaman dan pada akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian.

c.        Pengolahan hasil pertanian menjadi produk yang memiliki nilai tambah, pembangunan sarana usaha tani.

d.        Perluasan akses, jaringan, dan promosi produk unggulan pertanian untuk meningkatkan pasar

e.        Fasilitasi alat dan mesin pertanian untuk mengurangi ketergantungan kepada tenaga kerja manusia dalam usaha tani mengingat jumlah tenaga kerja sektor pertanian yang makin menurun.

f.          Mengembangkan minat generasi muda untuk lebih tertarik pada kegiatan sektor pertanian melalui pengenalan sejak dini sektor pertanian dalam kegiatan ATC (Agri Trainning Camp) kepada siswa sekolah dasar di Kabupaten Banjarnegara

 

g.        Pengembangan pertanian ramah lingkungan melalui penggunaan agensia hayati, seperti penangkaran benih dan bantuan bibit / benih unggul bermutu ataupun pengembangan pertanian yang mengedepankan kaidah-kaidah pertanian ramah lingkungan.

 

h.        Sinergitas program antar sektor (sektor pertanian, dan sektor perikanan).

Read 1101 times Last modified on Tuesday, 11 July 2017 08:34
admin2

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan