Mon10152018

Last updateMon, 15 Oct 2018 8am

Back You are here: Home ILPPD Isi Ringkasan ILPPD (Urusan Pilihan) B. Bidang Perikanan
Tuesday, 11 July 2017 08:35

B. Bidang Perikanan

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

Pembangunan Bidang Perikanan diarahkan pada peningkatan produksi sektor perikanan dan peningkatan konsumsi ikan masyarakat Kabupaten Banjarnegara. Peningkatan produksi perikanan dilakukan melalui fasilitasi sarana produksi berupa benih ikan, pakan ikan, infrastrukstur jaringan irigasi dan jalan usaha tani sektor perikanan, alat pengolahan dan pasca panen, pendampingan dan pembinaan kepada kelompok pembudidaya ikan dan kelompok pengolah hasil perikanan.  Pengembangan kawasan prioritas Rajapurbawa memberikan kontribusi kepada peningkatan produksi perikanan yang cukup signifikan.  Peningkatan konsumsi ikan dilakukan melalui pengembangan pengolahan hasil perikanan dan promosi gerakan makan ikan (Gemarikan) bagi generasi muda.  Peningkatan konsumsi ikan secara langsung akan meningkatkan permintaan dan pasar produk perikanan.  Pengembangan kawasan minapolitan ditujukan untuk mempercepat pembangunan wilayah dengan mendorong keterkaitan antara usaha budidaya dan mina bisnis melalui pemberdayaan masyarakat, penguatan kelembagaan dan peningkatan usaha masyarakat di sektor perikanan.  Pengembangan minapolitan di Kabupaten Banjarnegara difokuskan di lima kecamatan yaitu kecamatan Rakit, Mandiraja, Purwanegara, Bawang, Wanadadi (Rajapurbawa).

Selain pengembangan perikanan budidaya,  pemerintah daerah  juga melaksanakan pengelolaan dan pelestarian sumber daya hayati perikanan di perairan umum serta mengembangkan sikap peduli terhadap lingkungan perairan melalui penebaran benih ikan (restocking) di perairan umum untuk menjaga kelestarian sumber hayati perairan.  Kegiatan ini dilaksanakan di Sungai Parakan Desa Mertasari Kecamatan Purwanegara sebanyak 10.000 ekor benih ikan nila dan 20.000 ekor nilem, Kalisapi Desa Kebanaran Kecamatan Mandiraja 20.000 ekor benih ikan nila dan 10.000 ekor nilem, Kalibutek Desa Gentansari Kecamatan Pagedongan sebanyak 5.000 ekor benih ikan nila dan 15.000 ekor nilem, Kalimundu Desa Duren Kecamatan Pagedongan sebanyak 5.000 ekor benih ikan nila dan 15.000 ekor nilem, Sungai Pekacangan Desa Kalisib Kecamatan Wanadadi sebanyak 20.000 ekor benih ikan nila dan 10.000 ekor nilem, Sungai Brukah Kecamatan Kalibening sebanyak 20.000 ekor benih ikan nila dan 10.000 ekor nilem, Sungai Gintung Desa Pasegeran Kecamatan Pandanarum sebanyak 20.000 ekor benih ikan nila dan 10.000 ekor nilem, Sungai Serayu Kecamatan Sigaluh sebanyak 20.000 ekor benih ikan nila dan 10.000 ekor nilem, dan Telaga Merdada Desa Karangtengah Kecamatan Batur sebanyak 30.000 ekor benih nila.

Capaian kinerja untuk produksi perikanan budidaya terhadap target kinerja tahun 2016 telah melampaui target yang ditetapkan.     Capaian produksi perikanan budidaya sebesar 125,06% dari target tahun 2016 yaitu 20.254,07 ton tercapai 17.874,44 ton. Produksi perikanan tangkap belum mencapai target capaian kinerja baru mencapai 86,99 % dari target 1.381,40 ton dan tercapai  1.201,8 ton tahun 2016. 

Produksi perikanan budidaya tahun 2015 dibandingkan dengan tahun 2016 meningkat sebanyak 41,70% dimana produksi tahun 2015 adalah sebanyak 17.874,44 ton menjadi 25.329,63 ton tahun 2016.  Untuk produksi perikanan tangkap tahun 2015 apabila dibandingkan dengan tahun 2016 mengalami penurunan produksi sebanyak 3,86 persen dari 1.250 ton tahun 2015 menjadi 1.201,8 ton tahun 2016. Untuk produksi perikanan tangkap tahun 2015 apabila dibandingkan dengan tahun 2016 mengalami penurunan produksi sebanyak 3,86 persen dari 1.250 ton tahun 2015 menjadi 1.201,8 ton tahun 2016.

Capaian kinerja untuk peningkatan konsumsi ikan (menggunakan data tahun 2015) sudah melampaui target yang ditetapkan pada tahun 2016 yaitu 17,44 kg/kap/th dari target sebesar 15,77 kg/kap/th atau mencapai target 110,59 %.  Kenaikan produksi perikanan berkorelasi dengan kenaikan jumlah konsumsi ikan per kapita. Namun demikian angka konsumsi kabupaten masih dibawah rata-rata tingkat konsumsi ikan per kapita tingkat Provinsi Jawa Tengah sebesar 20,92 kg/kapita/th  dan tingkat konsumsi ikan Nasional 40,1 kg / kapita / tahun. Target konsumsi ikan nasional pada tahun 2016 adalah sebesar 43,88 kg/kapita/th.

Indikator lainnya yang digunakan sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan perikanan terutama pengembangan sumberdaya manusia perikanan adalah cakupan bina kelompok perikanan.  Cakupan bina kelompok pembudidaya ikan juga telah melampaui target atau tercapai 107,75% dari target 24%  tercapai 25,86% atau sebanyak 225 kelompok dari 870 kelompok yang ada.  Cakupan bina kelompok wanita tani telah melampaui target yaitu mencapai 154,23 % dari target 30% dari total kelompok wanita tani tercapai 46,27% (93 kelompok dari 2002 kelompok wanita tani).  Jumlah petani, pembudidaya ikan dan peternak yang mengikuti pembinaan penerapan teknologi telah tercapai 526,75 % dari target sebanyak 714 orang yang dibina terealisasi sebanyak 3.761 orang pada tahun 2016.

Beberapa persoalan bidang perikanan secara umum yang dihadapi hingga tahun 2016, antara lain :

a.             Kondisi iklim yang ekstrem yang mempengaruhi kehidupan ikan

b.             Kondisi perairan umum yang cenderung kurang menguntungkan atau kualitas air yang cenderung kurang menguntungkan untuk kehidupan ikan perikanan tangkap

c.             Sumberdaya manusia perikananbaik pembudidaya ikan maupun petugas masih perlu ditingkatkan baik jumlah maupun kapasitasnya.  Jumlah penyuluh perikanan yang hanya sebanyak 7 (tujuh) orang sangat dirasa kurang untuk melaksanakan pendampingan pada 20 kecamatan.  Generasi muda kurang berminat bekerja disektor ini karena dianggap kurang menjanjikan untuk masa depan, demikian juga untuk petugas penyuluh perikanan yang terbatas. 

d.             Harga sarana produksi terutama pakan ikan yang relatif tinggi.

e.             Akses pasar yang belum dikuasai dengan baik oleh pembudidaya ikan.

f.               Terbatasnya modal usaha yang dimiliki para petani.

 

Langkah-langkah yang ditempuh guna mengatasi permasalahan pertanian dimasa mendatang adalah sebagai berikut :

a.      Peningkatan pengetahuan dan ketrampilan sumber daya manusia baik pembudidaya ikan maupun petugas melalui kursus teknis, magang maupun pelatihan peningkatan kapasitas.

b.      Mengembangkan minat generasi muda dengan memfasilitasi berkembangnya SMK  jurusan perikanan di SMK 1 Bawang dan kegiatan Agri Trainning Camp (ATC).

c.      Fasilitasi sarana dan prasarana perikanan seperti benih dan induk ikan bermutu, pengembangan pakan mandiri, fasilitasi alat dan mesin, rehab maupun pembangunan infrastruktur perikanan seperti jalan usaha untuk perikanan, dan jaringan irigasi untuk perikanan.

d.      Pengembangan pengolahan hasil perikanan menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

 

e.      Perluasan akses dan  jaringan pasar produk perikanan melalui promosi produk unggulan dan promosi konsumsi makan ikan melalui Gemarikan.

Read 1095 times Last modified on Tuesday, 11 July 2017 08:36
admin2

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan