Fri12142018

Last updateFri, 14 Dec 2018 10am

Back You are here: Home ILPPD Isi Ringkasan ILPPD (Urusan Wajib) M. Bidang Ketahanan Pangan
Tuesday, 11 July 2017 10:28

M. Bidang Ketahanan Pangan

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

Indonesia sebagai Negara agraris memiliki kesuburan tanah yang sangat baik untuk pertanian.  Lahan-lahan yang terbentang di wilayah Indonesia sebenarnya menjanjikan kondisi kehidupan yang layak dalam hal penyediaan pangan, termasuk di wilayah Kabupaten Banjarnegara.  Namun yang menjadi permasalahan saat ini adalah adanya peralihan lahan produktif menjadi pemukiman, dan masih besarnya ketergantungan kita pada satu komoditas pangan yaitu beras dan komoditas dari negara tetangga.

Oleh karena itu, pembangunan Bidang Ketahanan Pangan fokus pada beberapa hal, antara lain penanganan daerah rawan pangan, pemanfaatan pekarangan untuk pengembangan pangan, pemantauan dan analisis harga pangan pokok, penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, pengembangan desa mandiri pangan, pengembangan lumbung pangan desa, peningkatan mutu dan keamanan pangan, penyuluhan  sumber pangan alternatif, Koordinasi Perumusan Kebijakan Pertanahan dan Infrastruktur Pertanian dan Perdesaan, Hari Pangan Sedunia, Padat  Karya Pangan dan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Petani Tembakau Melalui Pengembangan Pertanian.

Untuk pencapaian target urusan Ketahanan Pangan pada Tahun 2016 telah dialokasikan  anggaran yang bersumber dari APBD Kabupaten sebanyak Rp. 3.197.086.000, dengan pelaksanaan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :  Penanganan daerah rawan pangan berupa bantuan beras ke daerah yang diberikan kepada masyarakat yang terkena bencana di Desa Gumelem Kulon (Susukan) sebanyak 2 ton, Desa  Sinduaji, Desa Lawen, Desa Pasegeran (Pandanarum) dan Desa Pagedongan (Pagedongan) masing-masing sebanyak 1 ton, Sedangkan untuk Desa Clapar (Madukara) sebanyak 2 ton , Desa Mlaya (Wanayasa) sebanyak 3 ton dan Desa Pringamba (Sigaluh) sebanyak 1,5 ton.

Untuk kegiatan pemanfaatan pekarangan, penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian, peningkatan mutu dan keamanan pangan serta penyuluhan sumber pangan alternatif telah dilaksanakan pembinaan / pelatihan guna peningkatan SDM bagi kelompok wanita tani, organisasi wanita, pedagang pangan olahan  dan pengelola kantin sekolah.

Melalui kegiatan Pengembangan Desa Mandiri Pangan telah dilakukan pembinaan dan pelatihan pemberdayaan kelompok afinitas, dan fasilitasi bantuan berupa bibit manggis sebanyak 5000 (lima ribu) pohon  di 5 (lima)  desa  di Kecamatan  Mandiraja (Desa Somawangi, Kebanaran, Kaliwungu, Salamerta dan Simbang) dan di 3 desa di Kecamatan Punggelan (Desa Purwasaba, Bondolharjo dan Petuguran).

Melalui kegiatan Pengembangan Lumbung Pangan Desa telah dilaksanakan pembinan kelompok lumbung pangan dan pembangunan gudang cadangan pangan pemerintah kabupaten. 

Kegiatan Hari Pangan Sedunia dilaksanakan untuk promosi pangan lokal, pelaksanaan lomba cipta menu dan mengikuti lomba ciptan menu.

 Kegiatan Padat  Karya  Pangan  berupa bantuan kepada masyarakat berupa material yaitu pasir, batu, pasir  dll dan upah beras  untuk  tenaga kerjanya dengan sasaran masyarakat miskin di daerah tersebut  untuk  18 (delapan belas) desa dimana untuk perbaikan jalan usaha tani sebanyak 13(tiga belas) unit dan  perbaikan  jalan jaringan irigasi sebanyak 3 (tiga) unit , dan bantuan beras  masing-masing  desa  sebanyak  1.000 kg  (1 ton).

Kegiatan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Lingkungan Petani Tembakau Melalui Pengembangan dilaksanakan untuk pelatihan/pembinaan serta fasilitasi kepada kelompok wanita tani  berupa bibit tanaman  sayuran dan umbi-umbian di 5 (lima) Kecamatan yaitu Kalibening, Pagentan, Kararangkobar, Pejawaran dan Wanayasa.

Dengan berbagai upaya diatas, capaian urusan ketahanan pangan dapat digambarkan sebagai berikut :  Regulasi ketahanan pangan telah tercapai 100%, atau sesuai target RKPD sebesar 100%, ketersediaan pangan utama naik dari 171,52 kg pada tahun 2015 menjadi 180,95 kg atau melampaui target RKPD sebesar122,56 kg. Pencapaian skor Pola Pangan Harapan (PPH)  telah tercapai sebesar 90%.  atau sesuai dengan target RKPD 2016 sebesar 90%.  Ketersediaan energi dan protein per kapita tahun 2016 tercapai sebesar 96% atau naik jika dibandingkan dengan tahun 2015 yang tercapai sebesar 95,9%.  Angka tersebut melampaui target RKPD sebesar 90%.  Penguatan cadangan pangan naik dari 50% pada tahun 2015 naik menjadi 60% atau sesuai dengan target RKPD  sebesar 60%. Ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan tercapai 90% atau sesuai dengan target RKPD sebesar 90 %. Stabilisasi harga dan pasokan pangan telah tercapai sebesar 90% atau sesuai dengan target RKPD sebesar 90%.  Pengawasan dan pembinaan keamanan pangan  naik dari 70% pada tahun 2015 menjadi 80% atau sesuai dengan target RKPD sebesar 80%.  Begitu juga dengan penanganan daerah rawan pangan naik dari 40% pada tahun 2015 menjadi 60 % atau sesuai dengan target RKPD sebesar 60%.

 

 

Read 1254 times
admin2

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan