Sun07152018

Last updateFri, 13 Jul 2018 9am

Tuesday, 11 July 2017 10:49

V. Sosial

Written by 
Rate this item
(3 votes)

Lahirnya penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di daerah disebabkan beberapa faktor, diantaranya faktor kemiskinan, pengangguran, pendidikan rendah dan tenaga kurang terampil. Pemerintah Daerah telah mengupayakan berbagai langkah penanganan PMKS, antara lain melalui: pemberdayaan PMKS, peningkatan kemandirian fakir miskin dan peningkatan kapasitas kelembagaan kesejahteraan sosial.

Pembangunan Bidang Sosial dialokasikan dengan APBD sebesar Rp 3.948.901.000,-untuk membiayai program Pemberdayaan Fakir Miskin, Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) lainnya; Program Pengembangan Nilai Budaya; Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial; Program Pembinaan  Anak Terlantar; Program pembinaan para penyandang cacat dan trauma; Program pembinaan eks penyandang penyakit sosial (eks narapidana, PSK, narkoba dan penyakit sosial lainnya); dan Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial.

Untuk meningkatkan kemampuan keluarga miskin telah dilaksanakan, antara lain : pembinaan dan pelatihan ketramilan peternakan dan pertanian serta bantuan stimulan modal usaha ekonomi produktif berupa bibit ternak kambing sebanyak 375 ekor kepada 375 KK miskin di Kecamatan Susukan, Kecamatan Pagedongan, Kecamatan Banjarnegara, Kecamatan Bawang, Kecamatan Purwanegara, Kecamatan Madukara, Kecamatan Wanadadi dan Kecamatan Purwareja Klampok ; dan bantuan modal usaha untuk 38 KUBE berupa ternak kambing sebanyak 5 ekor bibit kambing betina dan 1 ekor bibit kambing untuk setiap KUBE, yang tersebar di Kecamatan Purwanegara  14 KUBE,  Kecamatan Banjarnegara 10 KUBE, Kecamatan Wanadadi 9 KUBE dan di Kecamatan Madukar 5 KUBE.

Untuk melestarikan nilai-nilai kepahlawanan dan nasionalisme dikalangan masyarakat telah dilakukan perawatan situs-situs kejuangan, seperti TMP Sureng Yudha dan 8 monumen kejuangan di Desa Bandingan (Sigaluh), Desa Joho (Bawang), Desa Susukan (Susukan) dan Desa Penanggungan (Wanayasa).Untuk meningkatkan kapasitas penyandang PMKS telah dilaksanakan pelatihan ketrampilan praktek belajar las  bagi 50 anak jalanan dan diberikaan bantuan sosial berupa peralatan las dan dilaksanakan pelatihan tata boga bagi 25  anak/remaja  putus sekolah serta diberikan bantuan stimulan berupa peralatan tata boga untuk setiap peserta pelatihan.

Setelah tahun 2013 dibentuk Pusat Informasi Penyandang Cacat (PIPC) dan Trauma Center tingkat kabupaten, pada tahun 2014 dibentuk PIPC dan Trauma Center Tingkat Kecamatan,  sejak tahun 2015 PPIPC mulai diberdayakan dengan pemasangan papan nama PPIPC dan trauma center serta rapat pmbinaan pengurus PPIPC dan taruma center dan pada tahun 2016  mulai ditingkatkan peran dan fungsi dari lembaga tersebut dengan dilaksannakan sosialisasi kepada 100 orang pengurus PIPCT Kecamatan  tentang  PPIPC (peraturan penyandang disabilitas sehingga dapat membantu penanganan dan pemberdayaan kaum difabel (penyandang cacat). Kaum difabel juga dibantu dengan 30 kursi roda,9 pasang krek ketiak dan 10 alat bantu dengar untuk tuna rungu, 10 buah tongkat tuna netra  dan 10 unit kaki palsu, serta pelatihan ketrampilan menjahit 25 orang dan pelatihan handy craft 25 orang bagipenyandang cacat dan eks trauma.

Namun demikian masih terdapat problema dikalangan difabel di Kabupaten Banjarnegara yang masih perlu penanganan yaitu akses infrastruktur dan bangunan publik yang ramah bagi kaum difabel, meskipun sudah ada beberapa fasilitas umumyang ramah difabel seperti pendopo, alun-alun, RSU, Dinas sosial  serta pemberdayaan dan sekretariat bersama berbagai jenis lembaga kecacatan.

Adapun peningkatan capaian kinerja Bidang Sosial selain tersebut diatas juga tersedianya Sarana pelayanan sosial bagi anak terlantar di 4 panti asuhan  ada di Kabupaten Banjarnegara sebanyak 4 yaitu Panti Asuhan Alhidayah, Panti Asuhan Al Fatah, Panti Asuhan Al Munawaroh, dan Panti Asuhan Aisiyah. Pemerintah pun menaikan penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang memperoleh bantuan sosial dan penyandang difabel yang tidak potensial yang menerima jaminan sosial.

                        Prestasi yang diraih bidang sosial pada tahun 2016 adalah mengantar Sdri           Adita TKSK Kecamatan Wanadadi meraih Juara III Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Berprestasi tingkat Provinsi Jawa Tengah,        PT. Indonesia Power meraih Juara III penghargaan CSR Kesos tingkat Provinsi Jawa Tengah dan juga Penghargaan PADMAMITRA AWARD (Penghargaan CSR Bidang Kesos Tingkat Nasional) atas nama PT. Indonesia Power.

Read 902 times
admin2

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan