Wed07262017

Last updateTue, 25 Jul 2017 11am

Back You are here: Home LPPD Tahun 2011 Isi I.. Pendahuluan
Pendahuluan

Pendahuluan (0)






 

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN

PEMERINTAHAN DAERAH (ILPPD)

KABUPATEN BANJARNEGARA

TAHUN 2011

 

I. PENDAHULUAN

 

Penyampaian Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (ILPPD) Kabupaten Banjarnegara Tahun 2011 ini, disamping sebagai perwujudan tanggungjawab kepada masyarakat juga merupakan pemenuhan atas kewajiban Kepala Daerah, sebagaimana diatur dalam pasal 27 ayat (2) Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, dan pasal 17 Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada DPRD, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat.

Mengenai materi, format dan sistematika ILPPD berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 7A Tahun 2007 tentang Tatacara Penyampaian Informasi dan Tanggapan atau Saran dari Masyarakat Atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

Muatan ILPPD berisi penyelenggaraan pemerintahan daerah secara ringkas yang meliputi :

  1. Penyelenggaraan Urusan Desentralisasi yang terdiri atas Urusan Wajib dan Urusan Pilihan.

  2. Penyelenggaraan Tugas Pembantuan, baik yang diterima dari Pemerintah Pusat maupun dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

  3. Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan.

 

  1. Dasar Hukum

Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun Anggaran 2011 ini disusun berdasarkan pada :

  1. Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah.

  2. PP Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban kepada DPRD dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada masyarakat;

  3. PERMENDAGRI Nomor 7A Tahun 2007 dan Tata Cara Penyampaian Informasi dan Tanggapan atau Saran dari Masyarakat atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah;

  4. Surat MENDAGRI tanggal 8 Mei 2007 Nomor 188.32.04/558-DV perihal PERMENDAGRI Nomor 7A Tahun 2007 tentang Tata Cara Penyampaian Informasi dan Tanggapan atau Saran dari Masyarakat atas Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

 

 

  1. Gambaran Umum Daerah

  1. Kondisi Geografis

Kabupaten Banjarnegara termasuk Wilayah Provinsi Jawa Tengah bagian Barat, membujur dari Barat ke Timur. Secara astronomi, terletak diantara 7° 12' - 7° 31' Lintang Selatan dan 109° 29' - 109° 45'50" Bujur Timur, dengan batas-batas :

Sebelah Utara : Wilayah Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang. Sebelah Timur : Wilayah Kabupaten Wonosobo. Sebelah Selatan : Wilayah Kabupaten Kebumen. Sebelah Barat : Wilayah Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas.

Luas wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 Ha atau sebesar 3,29 % dari luas seluruh wilayah Propinsi Jawa Tengah, terdiri dari 20 Wilayah Kecamatan, 12 Kelurahan, 266 Desa.

Suhu udara di Kabupaten Banjarnegara berkisar antara 20°C-26°C dengan temperatur terdingin yaitu 3°C-18°C, dengan kelembaban udara berkisar 80%-85%.

Musim hujan dan musim kemarau silih berganti sepanjang tahun, bulan - bulan basah (hujan) lebih banyak dari pada bulan-bulan kering (kemarau). Adapun curah hujan rata-rata 22,495 mm.

  1. Kondisi Demografis

Jumlah penduduk Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2011 menurut data yang diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Banjarnegara sejumlah 1.087.489 jiwa, terdiri atas 553.076 jiwa laki-laki dan 534.413 jiwa perempuan, berarti jumlah penduduk mengalami kenaikan sebesar 1,33 % bila dibandingkan dengan jumlah penduduk pada tahun 2010, yakni sejumlah 1.073.240 jiwa terdiri atas 545.817 jiwa laki-laki dan 527.423 jiwa perempuan.

Berdasarkan struktur umur yang ada, penduduk usia produktif (15-59 tahun) sebanyak 745.435 jiwa dan usia non produktif (0 s/d 14 tahun dan diatas 60 tahun) sebanyak 342.054 jiwa. Sehingga Angka Ketergantungan (Dependency Ratio) sebesar 0,46 yang berarti bahwa setiap 100 jiwa usia produktif harus menanggung 46 jiwa usia non produktif.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Banjarnegara Tahun 2010 sebesar 69,91 %. Angka kualitas manusia ini naik dibandingkan dengan Indeks Pembangunan Manusia Tahun 2009 sebesar 69,63 %.

Penyebaran penduduk di tiap kecamatan tidak merata. Kecamatan dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Kecamatan Punggelan yaitu sebanyak 94.025 jiwa dan wilayah dengan jumlah penduduk paling sedikit adalah di Kecamatan Pandanarum dengan jumlah penduduk 23.591 jiwa.

Sementara untuk tingkat kepadatan penduduk tahun 2011 adalah sebesar 1.017 jiwa per Km². Kepadatan tertinggi terdapat di Kecamatan Banjarnegara yaitu sebanyak 2.884 jiwa per Km², sedang kepadatan penduduk terendah terdapat di wilayah Kecamatan Pandanarum yakni 403 jiwa per Km².

  1. Kondisi Ekonomi

    1. Potensi Ungulan Daerah

1) Sektor Pertanian dan Kehutanan :

Pertanian dalam arti luas yang meliputi tanaman pangan, perkebunan, kehutanan, peternakan dan perikanan merupakan sektor yang memberikan kontribusi terbesar dalam perekonomian daerah. Dapat dikatakan bahwa sektor pertanian merupakan sektor andalan atau sektor basis yang mendominasi penyumbang perekonomian daerah.

  1. Sektor Pertambangan/Sumber Daya Mineral :

Dari hasil penelitian secara umum Sumberdaya mineral yang terdapat di Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah bahan galian golongan C atau non strategis / non vital.

Bahan Galian Golongan C di Wilayah Kabupaten Banjarnegara menurut jenis dan penggunaannya adalah :

Bahan Galian Industri berupa Asbes, Batu Gamping, Feldspar (Metasedimen), Lempung / Tanah Liat, Pasir Kwarsa, Trass, Oker, Batu Tulis / Slate, Zeolit,

Bahan Galian Bangunan berupa Andesit, Diorit, Marmer, Pasir dan Batu.

Disamping bahan galian golongan C tersebut diatas, ada indikasi terdapat bahan galian bijih/logam emas yang sedang dalam proses penelitian. Dari bahan galian golongan C yang ada, baru beberapa jenis saja yang dikelola dan diusahakan antara lain pasir dan batu serta Feldspar. Hal ini dikarenakan karena terbatasnya pengusaha / investor yang bergerak di bidang bahan galian (mineral).

  1. Sektor Industri dan Pariwisata :

Industri di Kabupaten Banjarnegara saat ini berjumlah 20.819 unit usaha dari berbagai jenis usaha, dengan menyerap tenaga kerja sebanyak 46.630 orang, nilai investasi mencapai sebesar Rp. 233.050.000.000,-

Kabupaten Banjarnegara memiliki potensi obyek pariwisata yang beraneka ragam dan berpotensi untuk dikembangkan, Potensi pariwisata yang dimiliki berupa obyek-obyek wisata yang tersebar diberbagai wilayah antara lain Kompleks Candi, Kawah, Telaga, Air Terjun, Sumber Air Panas, Gua, Bendungan PLTA Panglima Sudirman, Taman Rekreasi Margasatwa Serulingmas, Kolam Renang Anglir Mendung.

Diantara produk-produk andalan yang ada setelah diseleksi terpilih 5 (lima) Produk Ungulan Daerah yang telah ditetapkan dengan Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor: 500/392 Tahun 1999 tanggal 25 Oktober 1999 tentang Penetapan Produk Unggulan Daerah, Produk Ungulan tersebut, yaitu:

  1. Keramik Hias, sentra di Kecamatan Purwareja Klampok

  2. Salak, sentra di Kecamatan Madukara

  3. Teh, sentra di Kecamatan Wanayasa

  4. Kentang, sentra di Kecamatan Pejawaran

  5. Obyek Wisata Dataran Tinggi Dieng di Kecamatan Batur

    1. Pertumbuhan Ekonomi/PDRB

Kondisi perekonomian daerah secara umum tercermin dalam PDRB Kabupaten Banjarnegara atas Dasar Harga Berlaku pada tahun 2011 (data perkiraan) mencapai sebesar Rp 7.630.769..000.000,-, sedangkan PDRB atas Harga Konstan Tahun 2000, pada tahun 2011 (data perkiraan) mencapai sebesar Rp 3.028.613.000.000,-.

Secara makro struktur perekonomian Sektor Pertanian mendominasi dengan memberikan sumbangan terhadap PDRB Kabupaten Banjarnegara sebesar 36,09%. Untuk selanjutnya Sektor Jasa-Jasa menempati urutan kedua dengan memberikan kontribusi sebesar 18,50%, Sektor Perdagangan menempati urutan ketiga dengan memberikan sumbangan sebesar 13,63%; Sektor Industri menduduki urutan keempat dengan kontribusi sebesar 11,51%; urutan kelima Sektor Bangunan sebesar 7,05%; urutan keenam Sektor Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan dengan kontribusi sebesar 7,25%; Sektor Angkutan dan Komunikasi menempati urutan ketujuh dengan kontribusi sebesar 5,03%; urutan kedelapan Sektor Petambangan dan Penggalian dengan kontribusi sebesar 0,49% dan urutan kesembilan Sektor Listrik, Gas dan Air Bersih dengan kontribusi sebesar 0,46%.

Laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2011 mencapai 4,85%, sedangkan inflansi secara komulatif pada tahun 2011 sebesar 4,73%.

PDRB perkapita Kabupaten Banjarnegara tahun 2011 berdasarkan harga berlaku mencapai angka sebesar Rp.8.157.700,- naik sebesar 13,08% bila dibandingkan dengan PDRB perkapita berdasarkan harga berlaku tahun 2010 sebesar Rp.7.214.067,- .

Sedangkan PDRB perkapita Kabupaten Banjarnegara tahun 2011 berdasarkan harga konstan mencapai angka sebesar Rp.3.237.749,- naik sebesar 4,13% bila dibandingkan dengan PDRB perkapita berdasarkan harga konstan tahun 2010 sebesar Rp.3.109.467,- .

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan