Wed09192018

Last updateWed, 19 Sep 2018 8am

Back You are here: Home LKjIP Tahun 2016 Penutup
Tuesday, 11 July 2017 11:17

Penutup

Written by 
Rate this item
(1 Vote)

BAB IV

 

P E N U T U P

 

 

 

 

Berdasarkan pengukuran kinerja yang telah diuraikan di Bab III pencapaian 6 Misi dilaksanakan melalui 40 (empat puluh) sasaran dan 73 (tujuh puluh tiga) Indikator Kinerja. Dari 40 sasaran yang diukur pencapaiannya menunjukan 37 (tiga puluh tujuh) sasaran telah tercapai dan 3 (tiga) sasaran belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

 

Adapun pencapaian beberapa hal yang menjadi isu strategis di Kabupaten Banjarnegara adalah sebagai berikut :

 

1.        Pada akhir periode jangka menengah Tahun 2011-2016 masalah kualifikasi guru berpendidikan S1 dan D IV sudah berhasil diatasi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Kualifikasi Guru SD telah tercapai sebesar 120,74%, Guru SMA tercapai sebesar 100,24% dan SMK sebesar 100,51% melampaui target yang telah dietapkan. Sedangkan Guru SMP tercapai sebesar 100% sesuai dengan target yang ditetapkan.

 

2.        Angka rata-rata Ujian Nasional sebagai salah satu indikator yang mengukur mutu dan kualitas pendidikan masih menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian pada periode jangka menengah selanjunya, karena berdasarkan capaian pada akhir RPJMD 2011-2016 belum tercapai sesuai dengan yang ditargetkan. Adapun capaian angka rata-rata UN untuk jenjang pendidikan SD sebesar 99,09 %, masih perlu diupayakan untuk dapat mencapai 100%. Sedangkan angka rata-rata UN SMP tercapai 72,48%, SMA tercapai 66,61% dan SMK tercaai 75,34%. Perlu upaya keras untuk dapat menaikan angka rata-rata UN sebagai salah satu indikator untuk mengukur kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Banjarnegara.

 

3.        Kondisi infrastruktur pendidikan pada akhir jangka menengah Tahun 2016 sudah tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan. Secara keseluruhan semua daerah terpencil di Kabupaten Banjarnegara sudah dapat terjangkau oleh sarana pendidikan baik pada jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs.

 

4.        Kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anak menunjukan perkembangan positif, apabila dilihat dari pencapaian APK dan APM. Capaian Kinerja APK pada Tahun 2016 telah melampaui target yang telah ditetapkan. Sedangkan capaian APM berkisar pada angka 68,98%-84,98%. Perlu upaya keras dari pemerintah untuk dapat meningkatkan capaian APM pada periode jangka menengah selanjutnya.

 

5.        Akses masyarakat terhadap pelayanan dasar dan rujukan sudah tidak lagi menjadi permasalahan, target Tahun 2016 telah tercapai 100%.

 

6.        Rasio Dokter terhadap jumlah penduduk belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, yaitu tercapai sebesar 66,7%. Perlu mendapatkan perhatian pada periode jangka menengah selanjutnya, karena keberadaan dokter sesuai dengan kebutuhan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

 

7.        Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah yang harus terus diupayakan penurunannya. Pada akhir RPJMD Tahun 2016, angka kematian bayi baru tercapai sebesar 79,04%, sedangkan angka kematian ibu tercapai 79,02%.

 

8.        Angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2016 sebesar 18,37%. Perlu upaya yang terintegrasi untuk dapat mengentaskan masyarakat Banjarnegara dari kemiskinan. Demikian juga dengan angka pengangguran terbuka yang masih ada pada angka 5,05% dan Angka PMKS sejumlah 92.557.

 

9.        Letak geografis Kabupaen Banjarnegara yang sebagian besar terdiri dari wilayah perbukitan dan kondisi Kabupaten Banjarnegara yang rawan longsor menjadikan kendala dalam pengurangan luasan lahan kritis.

 

10.    Produktivitas padi untuk bahan pangan utama lokal seperti jagung dan kedelai belum mencapai target yang telah ditetapkan pada Tahun 2016. Produktivitas padi tercapai 83,8%, komoditas jagung tercapai 85,9% dan produktivitas kedelai tercapai 97%.

 

11.    Kesejahteraan Petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani belum mencapai target yang telah ditetapkan, pada Tahun 2016 baru tercapai sebesar 72,6%. Sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, kesejahteraan petani merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat Banjarnegara, sehingga perlu untuk tetap ditingkatkan pencapaiannya dimasa yang akan datang.

 

12.    Nilai investasi berskala nasional belum mencapai target yang telah ditetapkan, pada Tahun 2016 sasaran kinerja ini tercapai 72,45%.

 

13.    Saluran irigasi sebagai salah satu sarana pendukung pertanian di Kabupaten Banjarnegara sudah tidak menjadi permasalahan, pada tahun 2016 telah tercapai 104%. Sedangkan infrastruktur jalan dalam kondisi baik baru tercapai 89,83%

 

14.    Kemampuan keuangan daerah telah menunjukan hasil yang optimal pada akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah pada tahun 2016. Dari target yang ditetapkan pada Tahun 2016 telah tercapai 177,84%, hal itu menunjukan peningkatan derajat fiskal daerah.

 

A.   FAKTOR YANG MENDUKUNG PENCAPAIAN KINERJA

 

Faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2016 antara lain :

 

1.        Meningkatnya kualifikasi guru didukung oleh adanya regulasi yang mengharuskan tenaga pendidik memiliki kualifikasi pendidikan S1 serta didukung oleh

 

pengalokasian anggaran bantuan study lanjut ke S1 sebagai stimulan bagi guru dalam menempuh study;

 

2.        Tersedianya akses infrastruktur pendidikan termasuk ke daerah terpencil sudah didukung oleh pembangunan unit sekolah baru dengan persebaran ke seluruh wilayah di Kabupaten Banjarnegara termasuk daerah terpencil, sehingga masyarakat tidak mengalami masalah untuk mengakses pusat pendidikan;

 

3.        Tercapainya Angka Partisipasi Kasar (APK) didukung oleh komitmen pemerintah melalui pendidikan yang terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP) dan program kesetaraan pada jenjang Pendidikan Menengah Universal (PMU) melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).

 

4.        Kepesertaan masyarakat pada program jaminan pemeliharaan kesehatan dan adanya layanan aduan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan mendukung terwujudnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan;

 

5.        Saluran irigasi dalam kondisi baik didukung oleh partisipasi masyarakat yang secara aktif turut berperan dalam menjaga dan merawat irigasi;

 

6.        Pengalihan PBB PP ke Daerah dan kerjasama yang intensif antara berbagai pihak terkait mendorong peningkatan kemampuan keuangan daerah.

 

 

B.       PERMASALAHAN DALAM PENCAPAIAN KINERJA

 

Adapun permasalahan atau kendala yang menjadi hambatan dalam pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Banjarnegara selama Tahun 2016 antara lain :

 

1.        Soal pada Ujian Nasional yang semakin kompleks dan rumit, kebijakan nilai Ujian Nasional yang tidak digunakan sebagai standar kelulusan dan perubahan kurikulum dan metode pembelajaran menjadikan masalah dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikan yang dilihat dari rata-rata UN;

 

2.        Masih rendahnya APM disebabkan karena banyak orang tua terlalu dini dalam menyekolahkan anak, selain itu ada kecenderungan orangtua menyekolahkan anak di sekolah unggulan dan tidak terdapat di wilayah Kabupaten Banjarnegara;

 

3.        Pemenuhan kebutuhan dokter terkendala adanya dokter mutasi ke luar Kabupaten, belum adanya perekrutan dokter dalam jangka waktu yang lama, Kabupaten Banjarnegara dalam kondisi tidak diminati oleh Dokter dari luar wilayah;

 

4.        Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi antara lain disebabkan karena kerterlambatan pengambilan keputusan di tingkat masyarakat, peyakit yang diderita oleh ibu pada masa kehamilan, perkawinan usia muda dan infrstruktur jalan yang pada kondisi kurang baik sehingga menghambat proses rujukan.

 

5.        Tingginya angka pengangguran terbuka, minimnya lapangan pekerjaan, tingkat pendidikan yang rendah maupun sering terjadinya bencana menjadi kendala dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.

 

6.        Kabupaten Banjarnegara merupkakan wilayah rawan bencana sehingga luasan lahan kritis dapat berubah sewaktu-waktu ketika terjadi bencana;

 

7.        Pencapaian target poduksi padi tidak tercapai disebabkan karena beralihnya komoditas yang ditanam oleh petani terutama petani di lahan kering ke komoditas hortikultura sayuran karena harga yang lebih menjanjikan. Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi dengan harga jual, beraihnya fungsi lahan dan curah hujan yang tinggi berdampak pada hasil panen.

 

8.        Tingginya biaya produksi dan kebijakan pemerintah terhadap harga maupun impor hasil produksi pertanian menjadikan faktor yang sangat berpengaruh terhadap Nilai Tukar Petani. Selain itu harga komoditas lain diluar komoditas pertanian relatif tinggi.

 

9.        Kawasan industri yang disediakan kurang diminati investor dikarenakan sumber daya tenaga kerja yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan investor dan fasilitas penunjang masih kurang sehingga menurunkan minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Banjarnegara;

 

10.     Panjang jalan dalam kondisi baik belum tercapai karena ada penambahan ruas jalan Kabupaten dari 888.411 Km menjadi 922.861 Km (bertambah 34.450 Km), selain itu banyaknya pengguna jalan raya yang membawa muatan melebihi tonase menjadikan nilai ekonomis jalan menjadi pendek;

 

 

C.      STRATEGI UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN

 

1.        Pendidikan merupakan urusan wajib yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar. Peningkatan peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan merupakan strategi yang terus dilakukan sehingga tidak ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah sampai dengan jenjang pendidikan menengah.

 

2.        Kesehatan sebagai unsur yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar tetap menjadi prioritas penanganan agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang merata. Strategi yang akan dilakukan anatara lain :

 

a.         Menekan angka kematian ibu dan bayi;

 

b.         Memperluas akses pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin.

 

3.        Untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara akan diupayakan dengan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), menciptakan lapangan pekerjaan baru maupun perbaikan infstruktur jalan sehingga memudahkan akses masyarakat di wilayah terpencil untuk menuju tempat pendidikan dan kesehatan.

 

4.        Optimalisasi konservasi dan pengalihan komoditas pertanian dan perkebunan dari tanaman konsumsi ke tanaman keras perlu digiatkan lagi untuk dapat mengurangi lahan kritis yang ada di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

 

5.        Pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat didukung dengan kondisi geografis Kabupaten Banjarnegara yang sangat potensial, menjadikan pertanian tetap akan menjadi prioritas penanganan. Strategi yang akan dilaksanakan antara lain :

 

a.         Lebih selektif dalam hal alih fungsi lahan pertanian;

 

b.         Lebih mengoptimalkan penanganan lahan kritis;

 

c.         Lebih  mengoptimalkan upaya peningkatan kesejahteraan petani.

 

6.        Untuk meningkatkan nilai investasi di Kabupaten Banjarnegara perlu digiatkan kegiatan promosi yang menyajikan potensi unggulan di Kabupaten Banjarnegara. Selain itu perbaikan infrastruktur jalan dan pembukaan akses dengan kabupaten lain di sekitar wilayah Kabupaten Banjarnegara akan menjadi daya tarik tersendiri untuk para investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Banjarnegara;

 

7.        Masalah infrastruktur jalan masih manjadi prioritas tersendiri bagi Kabupaten Banjarnegara. Fokus penanganan adalah pada jalan Kabupaten, untuk dapat mewujudkan terpenuhinya seluruh jalan Kabupaten dalam kondisi baik. Untuk jalan Desa sudah terfasilitasi dengan adanya kebijakan dana Desa yang semakin besar.

 

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2016, dengan tersusunnya Laporan Kinerja ini diharapkan dapat menyajikan data dan informasi yang relevan bagi pembuat keputusan agar dapat menginterpretasikan keberhasilan/kegagalan secara lebih luas dan mendalam.

 

Namun disadari pula bahwa dalam penyusunan Laporan Kinerja ini masih banyak kelemahan dan kekurangan, untuk itu diharapkan saran, kritik dan masukan demi penyempurnaan penyusunan Laporan Kinerja yang akan datang.

 

 

Banjarnegara,            Maret  2017

 

Pj. BUPATI BANJARNEGARA

 

 

 

PRIJO ANGGORO BUDI RAHARDJO, SH., M.Si

Read 1071 times
admin2

Email This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.
More in this category: « Z. Perpustakaan

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan