Fri07202018

Last updateFri, 20 Jul 2018 8am

Back You are here: Home LKjIP Tahun 2017
Tuesday, 11 July 2017 13:18

Ringkasan APBD 2017

Written by

PEMERINTAH KABUPATEN BANJARNEGARA

 

RINGKASAN APBD

 

TAHUN ANGGARAN 2017

 

 

 

 

 

 

NOMOR URUT

URAIAN

JUMLAH

 

1

2

3

 

 

 

1

 

PENDAPATAN

1.987.053.559.000,00

 

 

 

 

1

. 1

PENDAPATAN ASLI DAERAH

171.919.606.000,00

 

1

. 1 . 1

Pendapatan Pajak Daerah

42.287.500.000,00

 

1

. 1 . 2

Hasil Retribusi Daerah

29.802.039.000,00

 

1

. 1 . 3

Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan

10.017.080.000,00

 

1

. 1 . 4

Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah

89.812.987.000,00

 

1

. 2

DANA PERIMBANGAN

1.435.361.989.000,00

 

1

. 2 . 1

Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak

36.420.493.000,00

 

1

. 2 . 2

Dana Alokasi Umum

1.029.693.497.000,00

 

1

. 2 . 3

Dana Alokasi Khusus

369.247.999.000,00

 

1

. 3

LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH

379.771.964.000,00

 

1

. 3 . 3

Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya

71.579.526.000,00

 

1

. 3 . 4

Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus

53.721.498.000,00

 

1

. 3 . 5

Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya

40.000.000.000,00

 

1

. 3 . 8

Dana Desa

214.470.940.000,00

 

 

 

2

 

BELANJA

2.111.246.514.000,00

 

 

 

2

. 1

BELANJA TIDAK LANGSUNG

1.360.141.005.000,00

 

2

. 1 . 1

Belanja Pegawai

978.977.440.000,00

 

2

. 1 . 4

Belanja Hibah

31.275.563.000,00

 

2

. 1 . 5

Belanja Bantuan Sosial

19.456.000.000,00

 

2

. 1 . 6

Belanja Bagi Hasil kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintah Desa

5.205.375.000,00

 

2

. 1 . 7

Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa

319.164.860.000,00

 

2

. 1 . 8

Belanja Tidak Terduga

5.000.000.000,00

 

2

. 1 . 9

Belanja Bantuan Keuangan Kepada Partai Politik

1.061.767.000,00

 

2

. 2

BELANJA LANGSUNG

751.105.509.000,00

 

2

. 2 . 1

Belanja Pegawai

54.096.963.900,00

 

2

. 2 . 2

Belanja Barang dan Jasa

291.929.780.800,00

 

2

. 2 . 3

Belanja Modal

405.078.764.300,00

 

 

 

 

 

SURPLUS / (DEFISIT)

(124.192.955.000,00)

 

 

 

3

 

PEMBIAYAAN DAERAH

 

 

 

 

3

. 1

PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH

136.819.560.000,00

 

3

. 1 . 1

Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Anggaran Sebelumnya

136.819.560.000,00

 

3

. 2

PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH

12.626.605.000,00

 

3

. 2 . 2

Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah

12.626.605.000,00

 

 

 

 

 

PEMBIAYAAN NETTO

124.192.955.000,00

 

 

 

 

 

 

SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN TAHUN BERKENAAN

0,00

 

 

 

 

 

Banjarnegara, 29 December 2016

 

 

 

PJ. BUPATI BANJARNEGARA

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

                     PRIJO BUDI RAHARDJO

Tuesday, 11 July 2017 11:17

Penutup

Written by

BAB IV

 

P E N U T U P

 

 

 

 

Berdasarkan pengukuran kinerja yang telah diuraikan di Bab III pencapaian 6 Misi dilaksanakan melalui 40 (empat puluh) sasaran dan 73 (tujuh puluh tiga) Indikator Kinerja. Dari 40 sasaran yang diukur pencapaiannya menunjukan 37 (tiga puluh tujuh) sasaran telah tercapai dan 3 (tiga) sasaran belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan.

 

Adapun pencapaian beberapa hal yang menjadi isu strategis di Kabupaten Banjarnegara adalah sebagai berikut :

 

1.        Pada akhir periode jangka menengah Tahun 2011-2016 masalah kualifikasi guru berpendidikan S1 dan D IV sudah berhasil diatasi bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Kualifikasi Guru SD telah tercapai sebesar 120,74%, Guru SMA tercapai sebesar 100,24% dan SMK sebesar 100,51% melampaui target yang telah dietapkan. Sedangkan Guru SMP tercapai sebesar 100% sesuai dengan target yang ditetapkan.

 

2.        Angka rata-rata Ujian Nasional sebagai salah satu indikator yang mengukur mutu dan kualitas pendidikan masih menjadi faktor yang perlu mendapat perhatian pada periode jangka menengah selanjunya, karena berdasarkan capaian pada akhir RPJMD 2011-2016 belum tercapai sesuai dengan yang ditargetkan. Adapun capaian angka rata-rata UN untuk jenjang pendidikan SD sebesar 99,09 %, masih perlu diupayakan untuk dapat mencapai 100%. Sedangkan angka rata-rata UN SMP tercapai 72,48%, SMA tercapai 66,61% dan SMK tercaai 75,34%. Perlu upaya keras untuk dapat menaikan angka rata-rata UN sebagai salah satu indikator untuk mengukur kualitas dan mutu pendidikan di Kabupaten Banjarnegara.

 

3.        Kondisi infrastruktur pendidikan pada akhir jangka menengah Tahun 2016 sudah tercapai sesuai dengan target yang ditetapkan. Secara keseluruhan semua daerah terpencil di Kabupaten Banjarnegara sudah dapat terjangkau oleh sarana pendidikan baik pada jenjang pendidikan SD/MI dan SMP/MTs.

 

4.        Kesadaran masyarakat untuk menyekolahkan anak menunjukan perkembangan positif, apabila dilihat dari pencapaian APK dan APM. Capaian Kinerja APK pada Tahun 2016 telah melampaui target yang telah ditetapkan. Sedangkan capaian APM berkisar pada angka 68,98%-84,98%. Perlu upaya keras dari pemerintah untuk dapat meningkatkan capaian APM pada periode jangka menengah selanjutnya.

 

5.        Akses masyarakat terhadap pelayanan dasar dan rujukan sudah tidak lagi menjadi permasalahan, target Tahun 2016 telah tercapai 100%.

 

6.        Rasio Dokter terhadap jumlah penduduk belum sesuai dengan target yang telah ditetapkan, yaitu tercapai sebesar 66,7%. Perlu mendapatkan perhatian pada periode jangka menengah selanjutnya, karena keberadaan dokter sesuai dengan kebutuhan sangat membantu pemerintah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

 

7.        Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi masalah yang harus terus diupayakan penurunannya. Pada akhir RPJMD Tahun 2016, angka kematian bayi baru tercapai sebesar 79,04%, sedangkan angka kematian ibu tercapai 79,02%.

 

8.        Angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara pada tahun 2016 sebesar 18,37%. Perlu upaya yang terintegrasi untuk dapat mengentaskan masyarakat Banjarnegara dari kemiskinan. Demikian juga dengan angka pengangguran terbuka yang masih ada pada angka 5,05% dan Angka PMKS sejumlah 92.557.

 

9.        Letak geografis Kabupaen Banjarnegara yang sebagian besar terdiri dari wilayah perbukitan dan kondisi Kabupaten Banjarnegara yang rawan longsor menjadikan kendala dalam pengurangan luasan lahan kritis.

 

10.    Produktivitas padi untuk bahan pangan utama lokal seperti jagung dan kedelai belum mencapai target yang telah ditetapkan pada Tahun 2016. Produktivitas padi tercapai 83,8%, komoditas jagung tercapai 85,9% dan produktivitas kedelai tercapai 97%.

 

11.    Kesejahteraan Petani yang diukur melalui Nilai Tukar Petani belum mencapai target yang telah ditetapkan, pada Tahun 2016 baru tercapai sebesar 72,6%. Sebagai wilayah yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, kesejahteraan petani merupakan salah satu indikator kesejahteraan masyarakat Banjarnegara, sehingga perlu untuk tetap ditingkatkan pencapaiannya dimasa yang akan datang.

 

12.    Nilai investasi berskala nasional belum mencapai target yang telah ditetapkan, pada Tahun 2016 sasaran kinerja ini tercapai 72,45%.

 

13.    Saluran irigasi sebagai salah satu sarana pendukung pertanian di Kabupaten Banjarnegara sudah tidak menjadi permasalahan, pada tahun 2016 telah tercapai 104%. Sedangkan infrastruktur jalan dalam kondisi baik baru tercapai 89,83%

 

14.    Kemampuan keuangan daerah telah menunjukan hasil yang optimal pada akhir Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah pada tahun 2016. Dari target yang ditetapkan pada Tahun 2016 telah tercapai 177,84%, hal itu menunjukan peningkatan derajat fiskal daerah.

 

A.   FAKTOR YANG MENDUKUNG PENCAPAIAN KINERJA

 

Faktor yang mendukung keberhasilan pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2016 antara lain :

 

1.        Meningkatnya kualifikasi guru didukung oleh adanya regulasi yang mengharuskan tenaga pendidik memiliki kualifikasi pendidikan S1 serta didukung oleh

 

pengalokasian anggaran bantuan study lanjut ke S1 sebagai stimulan bagi guru dalam menempuh study;

 

2.        Tersedianya akses infrastruktur pendidikan termasuk ke daerah terpencil sudah didukung oleh pembangunan unit sekolah baru dengan persebaran ke seluruh wilayah di Kabupaten Banjarnegara termasuk daerah terpencil, sehingga masyarakat tidak mengalami masalah untuk mengakses pusat pendidikan;

 

3.        Tercapainya Angka Partisipasi Kasar (APK) didukung oleh komitmen pemerintah melalui pendidikan yang terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat melalui program Bantuan Operasional Sekolah (BOS), Program Indonesia Pintar (PIP) dan program kesetaraan pada jenjang Pendidikan Menengah Universal (PMU) melalui pembangunan Unit Sekolah Baru (USB).

 

4.        Kepesertaan masyarakat pada program jaminan pemeliharaan kesehatan dan adanya layanan aduan masyarakat mengenai pelayanan kesehatan mendukung terwujudnya akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan;

 

5.        Saluran irigasi dalam kondisi baik didukung oleh partisipasi masyarakat yang secara aktif turut berperan dalam menjaga dan merawat irigasi;

 

6.        Pengalihan PBB PP ke Daerah dan kerjasama yang intensif antara berbagai pihak terkait mendorong peningkatan kemampuan keuangan daerah.

 

 

B.       PERMASALAHAN DALAM PENCAPAIAN KINERJA

 

Adapun permasalahan atau kendala yang menjadi hambatan dalam pencapaian kinerja Pemerintah Kabupaten Banjarnegara selama Tahun 2016 antara lain :

 

1.        Soal pada Ujian Nasional yang semakin kompleks dan rumit, kebijakan nilai Ujian Nasional yang tidak digunakan sebagai standar kelulusan dan perubahan kurikulum dan metode pembelajaran menjadikan masalah dalam peningkatan kualitas dan mutu pendidikan yang dilihat dari rata-rata UN;

 

2.        Masih rendahnya APM disebabkan karena banyak orang tua terlalu dini dalam menyekolahkan anak, selain itu ada kecenderungan orangtua menyekolahkan anak di sekolah unggulan dan tidak terdapat di wilayah Kabupaten Banjarnegara;

 

3.        Pemenuhan kebutuhan dokter terkendala adanya dokter mutasi ke luar Kabupaten, belum adanya perekrutan dokter dalam jangka waktu yang lama, Kabupaten Banjarnegara dalam kondisi tidak diminati oleh Dokter dari luar wilayah;

 

4.        Masih tingginya angka kematian ibu dan bayi antara lain disebabkan karena kerterlambatan pengambilan keputusan di tingkat masyarakat, peyakit yang diderita oleh ibu pada masa kehamilan, perkawinan usia muda dan infrstruktur jalan yang pada kondisi kurang baik sehingga menghambat proses rujukan.

 

5.        Tingginya angka pengangguran terbuka, minimnya lapangan pekerjaan, tingkat pendidikan yang rendah maupun sering terjadinya bencana menjadi kendala dalam upaya menurunkan angka kemiskinan.

 

6.        Kabupaten Banjarnegara merupkakan wilayah rawan bencana sehingga luasan lahan kritis dapat berubah sewaktu-waktu ketika terjadi bencana;

 

7.        Pencapaian target poduksi padi tidak tercapai disebabkan karena beralihnya komoditas yang ditanam oleh petani terutama petani di lahan kering ke komoditas hortikultura sayuran karena harga yang lebih menjanjikan. Tingginya biaya produksi yang tidak diimbangi dengan harga jual, beraihnya fungsi lahan dan curah hujan yang tinggi berdampak pada hasil panen.

 

8.        Tingginya biaya produksi dan kebijakan pemerintah terhadap harga maupun impor hasil produksi pertanian menjadikan faktor yang sangat berpengaruh terhadap Nilai Tukar Petani. Selain itu harga komoditas lain diluar komoditas pertanian relatif tinggi.

 

9.        Kawasan industri yang disediakan kurang diminati investor dikarenakan sumber daya tenaga kerja yang ada tidak sesuai dengan kebutuhan investor dan fasilitas penunjang masih kurang sehingga menurunkan minat investor untuk berinvestasi di Kabupaten Banjarnegara;

 

10.     Panjang jalan dalam kondisi baik belum tercapai karena ada penambahan ruas jalan Kabupaten dari 888.411 Km menjadi 922.861 Km (bertambah 34.450 Km), selain itu banyaknya pengguna jalan raya yang membawa muatan melebihi tonase menjadikan nilai ekonomis jalan menjadi pendek;

 

 

C.      STRATEGI UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN

 

1.        Pendidikan merupakan urusan wajib yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar. Peningkatan peran serta masyarakat dalam dunia pendidikan merupakan strategi yang terus dilakukan sehingga tidak ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah sampai dengan jenjang pendidikan menengah.

 

2.        Kesehatan sebagai unsur yang berkaitan langsung dengan pelayanan dasar tetap menjadi prioritas penanganan agar tercapai derajat kesehatan masyarakat yang merata. Strategi yang akan dilakukan anatara lain :

 

a.         Menekan angka kematian ibu dan bayi;

 

b.         Memperluas akses pelayanan kesehatan terutama bagi masyarakat miskin.

 

3.        Untuk menurunkan angka kemiskinan di Kabupaten Banjarnegara akan diupayakan dengan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), menciptakan lapangan pekerjaan baru maupun perbaikan infstruktur jalan sehingga memudahkan akses masyarakat di wilayah terpencil untuk menuju tempat pendidikan dan kesehatan.

 

4.        Optimalisasi konservasi dan pengalihan komoditas pertanian dan perkebunan dari tanaman konsumsi ke tanaman keras perlu digiatkan lagi untuk dapat mengurangi lahan kritis yang ada di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

 

5.        Pertanian sebagai mata pencaharian utama masyarakat didukung dengan kondisi geografis Kabupaten Banjarnegara yang sangat potensial, menjadikan pertanian tetap akan menjadi prioritas penanganan. Strategi yang akan dilaksanakan antara lain :

 

a.         Lebih selektif dalam hal alih fungsi lahan pertanian;

 

b.         Lebih mengoptimalkan penanganan lahan kritis;

 

c.         Lebih  mengoptimalkan upaya peningkatan kesejahteraan petani.

 

6.        Untuk meningkatkan nilai investasi di Kabupaten Banjarnegara perlu digiatkan kegiatan promosi yang menyajikan potensi unggulan di Kabupaten Banjarnegara. Selain itu perbaikan infrastruktur jalan dan pembukaan akses dengan kabupaten lain di sekitar wilayah Kabupaten Banjarnegara akan menjadi daya tarik tersendiri untuk para investor yang akan berinvestasi di Kabupaten Banjarnegara;

 

7.        Masalah infrastruktur jalan masih manjadi prioritas tersendiri bagi Kabupaten Banjarnegara. Fokus penanganan adalah pada jalan Kabupaten, untuk dapat mewujudkan terpenuhinya seluruh jalan Kabupaten dalam kondisi baik. Untuk jalan Desa sudah terfasilitasi dengan adanya kebijakan dana Desa yang semakin besar.

 

Demikian Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Banjarnegara Tahun 2016, dengan tersusunnya Laporan Kinerja ini diharapkan dapat menyajikan data dan informasi yang relevan bagi pembuat keputusan agar dapat menginterpretasikan keberhasilan/kegagalan secara lebih luas dan mendalam.

 

Namun disadari pula bahwa dalam penyusunan Laporan Kinerja ini masih banyak kelemahan dan kekurangan, untuk itu diharapkan saran, kritik dan masukan demi penyempurnaan penyusunan Laporan Kinerja yang akan datang.

 

 

Banjarnegara,            Maret  2017

 

Pj. BUPATI BANJARNEGARA

 

 

 

PRIJO ANGGORO BUDI RAHARDJO, SH., M.Si

Tuesday, 11 July 2017 11:09

Daftar Isi

Written by

DAFTAR  ISI

 

  HALAMAN JUDUL  ......................................................................

i

  KATA PENGANTAR ..................................................................

ii

DAFTAR ISI    ................................................................................

iii

DAFTAR TABEL .........................................................................................

v

DAFTAR GAMBAR  ………………………………………………………….

vi

BAB.  I

PENDAHULUAN

1

 

A.

Latar Belakang ...................................................................

1

 

B.

Kedudukan, Tugas Pokok dan Fungsi  ..............................

2

 

C.

Lingkungan Strategis..........................................................

4

 

D.

Kondisi Ekonomi  ..............................................................

7

 

E.

Potensi Wilayah  ................................................................

9

 

F.

Potensi Sumber Daya Manusia  .........................................

12

 

G.

Isu Strategis........................................................................

17

BAB.  II

PERENCANAAN KINERJA

18

 

A.

Perencanaan Strategis

18

 

 

1. Visi dan Misi..................................................................

18

 

 

2. Tujuan, Sasaran, Setrategi dan Kebijakan......................

18

 

B.

Instrumen Pendukung Pengelolaan Data Kinerja ………..

30

 

C.

Perjanjian Kinerja..............................................................

34

BAB.  III

AKUNTABILITAS KINERJA

35

 

A.

Pengukuran Kinerja ..........................................................

35

 

B.

Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja ………………….

36

 

 

1. Evaluasi Capaian Kinerja ……………………………..

36

 

 

2. Analisis Capaian Kinerja ……………………………...

38

 

C.

Realisasi Keuangan .... .…................................................

90

BAB.  IV

PENUTUP ...............................................................................

91

 

A. Faktor Yang Mendukung Pencapaian Kinerja.....................

89

 

B. Permasalahan Dalam Pencapaian Kinerja............................

89

 

C. Strategi Untuk Mengatasi Permasalahan...............................

89

 

 

 

 

 

 

   LAMPIRAN-LAMPIRAN

 

   I.   Perjanjian Kinerja

 

   II.  Pengukuran Kinerja

 

  III. Pernyataan Telah di Reviu

 

 

 

Tuesday, 11 July 2017 10:55

Z. Perpustakaan

Written by

Dalam pemikiran banyak orang, perpustakaan tentunya sebuah ruang yang didalamnya ada banyak buku, orang datang disambut petugas, dilayani dan pengunjung tersebut akan mencari buku, membacaatau kemudian meminjam dan membawanya pulang.

 Untuk itu, perpustakaan perlu fasilitas literer yang memadai, petugas yang ramah dan interaktif dengan pengunjung, ruangan dan kondisi tempat baca yang nyaman, serta koleksi buku yang lengkap dan edisi terbaru. Selain itu, perpustakaan akan berkembang apabila mampu menciptakan kegiatan literasi yang bermuara pada pencerdasan masyarakat, kemitraan dengan pihak lain, dan memperluas akses layanan yang makin mendekati konsumen.

Pada tahun 2016, melalaui APBD sebesar Rp 427.695.660,Pemerintah Daerah telah melaksanakan kegiatan pelatihan terhadap 50 petugas pengelola perpustakaan sekolah. Untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas bahan pustaka di Perpustakaan Daerah telah ditambahkan sesuai kebutuhan layanan pengguna sejumlah 3.606 eksemplar atau 1.039 judul buku baru. Juga, pengadaan berbagai fasilitas perpustakaan, seperti peralatan audio visual, rak buku, rak display, dan locker bagi pengunjung, agar Perpustakaan Daerah semakin nyaman. Lalu lomba resensi, bercerita untuk siswa SD/MI, Lomba bercerita untuk Guru TK/PAUD dan Pameran dan Bursa Buku untuk mengundang lebih banyak pengunjung ke perpustakaan.

Upaya-upaya tersebut, sesuai data kinerja Perpustakaan,  telah cukup mampu menyedot pengunjung perpustakaan dengan jumlah 40.760  orang, pemimjam buku sebanyak 13.848 orang, buku yang dipinjam sebanyak 23.026 eksemplar, anggota baru sejumlah 1.868 orang. Sementara layanan gelar buku dihadiri 6.884 pengunjung perpustakaan keliling telah melayani sebanyak 7.720 pembaca, layanan perpustakaan rumah tahanan sebanyak 1.000 orang serta pengguna layanan pemutaran film pendidikan dan story telling : 1.602 anak.

 

Dengan demikian, koleksi buku yang tersedia di perpustakaan daerah pada tahun 2016 sudah mencapai 48.228 eksemplar dan 23.478   judul atau 48,68% dari total jumlah buku. Angka capaian indikator kinerja Bidang Perpustakaan tersebut melebihi angka target RKPD 2016 sebesar  37,78%.

Tuesday, 11 July 2017 10:54

Y. Kearsipan

Written by

Arsip memiliki peranan sebagai pusat informasi yang berisi data-data penting, pusat dokumentasi yang merekam proses kebijakan sebuah lembaga, maupun bukti administrasi sebagai bentuk pertanggungjawaban sebuah organisasi. Oleh karena itu, pengelolaan arsip di daerah perlu sistem administrasi, tata cara pemeliharaan, maupun pelayanan informasi kearsipan.

Pada tahun 2016 dilaksanakan kegiatan pelatihan 85 orang pengelola arsip, penanganan di 10 SKPD dan arsip yang tertangani sejumlah 9.800. Upaya bidang kearsipan tersebut telah mendorong makin banyak SKPD yang menerapkan arsip secara baku. Selain itu, bidang kearsipan melaksanakan penerbitan naskah/ buku Babad Desa Sirkandi, pengadaan Film Dokumenter/ Citra Daerah Kab. Banjarnegara pengadaan sarana kearsipan berupa 2 unit roll o pack/ file mobile system, 1 unit Komputer Server JRA Substantif Online, dan 1 unit Hydrothermo.

Tuesday, 11 July 2017 10:52

X. Statistik

Written by

Statistik berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan, penganalisaan, penyajian dan penarikan kesimpulan serta pembuatan keputusan berdasarkan data dan kegiatan analisis yang dilakukan. Data statistik sangat dibutuhkan dalam proses perencanaan dan pelaporan, sehingga data yang dikumpulkan harus dapat dipercaya dan tepat waktu.

Pembangunan Bidang Statistik tahun ini diarahkan untuk program Pengembangan data/Informasi dengan fokus kegiatan pada penyusunan profile daerah 2016, buku Kabupaten Banjarnegara Dalam Angka (BDA) Tahun 2015, buku saku Kabupaten Banjarnegara Dalam Angka Tahun 2015,  buku Kecamatan Dalam Angka Tahun 2015, dokumen Pertumbuhan Ekonomi /Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Banjarnegara Tahun 2015, dokumen Statistik Pemerataan Pendapatan Kabupaten Banjarnegara, Statistik Nilai Tukar Petani, Indek Kerja Konsumen dan Laju inflasi, monitoring kegiatan sektoral dan DAK, serta fasilitasi pengembangan Kreasi dan Inovasi Teknologi Tepat Guna berupa Obat nyamuk Herbal untuk lomba serupa tingkat provinsi.

Tuesday, 11 July 2017 10:50

W. Kebudayaan

Written by

Kebudayaan merupakan ciri kepribadian bangsa. Kita dapat memetik hal positif dari kebudayaan, terutama dalam membentuk kepribadian bangsa yang khas dan unik yang berasal dari nilai kearifan lokal, ketokohan pemimpin, budaya tradisi, cerita rakyat dan lain-lain. Dengan memiliki dan mengembangkan kebudayaannya sendiri, maka manusia dan masyarakat Banjarnegara berarti memiliki kekhasan dan keunikan dalam membentuk kepribadiannya.

Pembangunan Bidang Kebudayaan di Banjarnegara difokuskan pada tiga program. Yakni, program pengembangan nilai budaya berupa pelestarian nilai-nilai kepahlawanan, keperintisan dan kejuangan, pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah, serta pemberian dukungan, penghargaan dan kerjasama di bidang budaya. Kemudian program pengelolaan kekayaan budaya yang fokus pada kegiatan fasilitasi partisipasi masyarakat dalam pengelolaan kekayaan budaya serta pengelolaan dan pengembangan pelestarian peninggalan sejarah purbakala dan museum. Selanjutnya program pengelolaan keragaman budaya yang fokus pada kegiatan pengembangan kesenian dan kebudayaan daerah, penyusunan sistem informasi database bidang kebudayaan, fasilitasi perkembangan keragaman budaya daerah, dan fasilitasi penyelenggaraan festival budaya daerah.

Peringatan Hari Jadi Kabupaten Banjarnegara tanggal 22 Agustus dijadikan momen melestarikan dan mengaktualisasi adat budaya daerah Banjarnegara. Melalui acara kirab pejabat dan kekayaan gunungan hasil bumi dari Desa Banjarkulon hingga Pendopo Dipayudha, pentas kesenian tradisional, dan kewajiban mengenakan pakaian adat khas Banjarnegara berbahasa jawa tiap hari kamis merupakan upaya pembudayaan jati diri daerah.

Pemerintah Daerah pun melestarikan berbagai prosesi dan adat seperti Nyadran Gedhe di Susukan.  Merupakan even tradisi jiarah kubur menjelang romadhon. Kuduran budaya di Wanayasa merupakan event potensi lokal di Wanayasa. Baritan di Dieng merupakan acara budaya akhir bulan syawal berupa acara sedekah bumi. Tradisi cukur rambut gimbal pada Festival VI Budaya Dieng yang dikemas bersama pentas Jazz Diatas Awan, pentas seni tradisional, bakar jagung, pesta lampion, pameran produk unggulan, dan Festival Film Dieng. Berbagai aktivitas budaya dalam festival mengandung pesan moral gotong royong, harmoni dan konservasi. Festival Serayu tiap dua tahun pun memiliki konsern atas pengembangan budaya dan konservasi. Bentuk aktualisasi budaya pada generasi muda dilaksanakan melalui Apresiasi Pelajar Tingkat SD yang dilaksanakan 21 kali di Panggung terbuka TRMS serulingmas Banjarnegara.

Selanjutnya untuk mempromosikan potensi budaya dan wisata di Kabupaten Banjarnegara dilakukan promosi budaya melalui pentas seni dan budaya di Anjungan Jawa Tengah TMII Jakarta, penyusunan kalender event wisata dan pemilihan Duta Wisata, serta penciptaan paket wisata unggulan.

Untuk melestarikan rasa patriotik, Pemerintah Daerah setiap tahun merawat secara baik beberapa situs bercorak nasionalisme. Antara lain, TMP Sureng Yuda, serta delapan monumen  perjuangan yang tersebar di Desa Bandingan Kecamatan Sigaluh, Desa Joho (Bawang), Desa Susukan (Susukan) dan Desa Penanggungan (Wanayasa),  Kompleks Kantor Bupati, Kompleks Kantor BKK Banjarnegara, Desa kalibening (Kalibening) masing-masing satu buah dan di Desa Susukan (Susukan) ada dua monumen.

Balai Budaya Banjarnegara yang megah pun sudah mulai akrab dengan berbagai ajang kesenian, seperti pentas wayang kulit, pagelaran kuda kepang, pemutaran film, pentas musik pelajar dan pameran lukisan.

 

Kinerja Bidang Kebudayaan pada tahun 2016 tampak pada penyelenggaraan festival yang mencapai 61 kali, sarana penyelenggaraan seni dan budaya makin bertambah di pendopo, alun-alun kota, panggung Serulingmas dan balai budaya. Jumlah benda, situs dan kawasan Cagar Budaya yang dilestarikan tahun 2016 adalah sebanyak 2 buah yaitu Rehab Makam Girilangan di Gumelem-Susukan dan Rehab Makan Sunan Giri Wasiat di BondolHarjo Punggelan.

Page 1 of 30

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan