Kilas Balik DCF dan Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Dieng

17 September 2020 Jam 07:58

Kilas Balik DCF dan Konsep Pariwisata Berkelanjutan di Dieng

BANJARNEGARA – Dieng Culture Festival (DCF) bukan hanya sebuah bentuk atraksi wisata semata, tetapi juga merupakan bagian dari sejarah pembangunan ikon pariwisata di Kabupaten Banjarnegara berkelas internasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Dieng Culture Festival, Alif Fauzi saat menjadi narasumber webinar kilas balik DCF, Rabu (16/9).

Mimpi warga agar destinasi wisata di kawasan Dieng ramai dan banyak dikunjungi wisatawan menjadi salah satu alasan diadakannya festival tersebut, kata Alif. Dengan segala potensinya dan dukungan berbagai pihak, berjalannya waktu DCF mampu menjadi magnet bagi wisatawan dalam dan luar negeri untuk datang berkunjung ke Dieng.

“Melihat kilas balik perjalanan DCF ini, maka kami tetap bertahan dan kembali menyelenggarakan DCF ke XI ini ditengah situasi pandemi Covid 19 yang digelar secara virtual,” ungkapnya

Narasumber lain, Peneliti Pusat Studi Pariwisata (Puspar) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta Destha Titi Raharjana mengatakan, tantangan kreativitas bagi para insan pariwisata adalah bagaimana agar event wisata mampu bertahan dalam waktu lama. Peran serta masyarakat, pemerintah, serta pihak lainnya diharapkan mampu menjaga keberlanjutan kegiatan pariwisata ini.

“Dalam konsep wisata berkelanjutan, sektor pariwisata sangat kompleks. Tidak hanya sekedar menggerakkan kegiatan ekonomi saja tetapi juga menjaga kelestarian budaya dan lingkungan untuk masa depan,” terangnya

lebih lanjut dia menyampaikan, masih banyak peluang yang bisa digali untuk menarik minat wisatawan ke Dieng. Dari hasil kajian Puspar UGM terhadap potensi wisata di Banjarnegara, di Kawasan Dataran Tinggi Dieng ada energi geothermal yang menjadi nilai lebih. Potensi panas bumi di Banjarnegara ini bisa menjadi pusat studi atau pembelajaran bagi wisatawan yang berkunjung.

Selain itu legenda atau mitos-mitos yang ada di Dieng bisa menjadi daya tarik tersendiri. Hal tersebut perlu diinformasikan kepada wisatawan, agar destinasi wisata di Dieng tidak hanya menyajikan kuantitas tetapi juga kualitas.

“Harapannya wisatawan setelah berkunjung ke destinasi wisata Dieng mendapatkan knowledge atau pengetahuan yang tidak didapat di tempat lain,” ujarnya

Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin dalam kesempatan ini mengatakan, Pemkab berupaya melalui pembangunan yang terus dilakukan untuk mendukung peran sentral Dieng sebagai ikon wisata di Banjarnegara. Pembangunan infrastruktur jalan menjadikan akses menuju ke destinasi wisata Dieng lebih mudah dijangkau dari arah manapun.

“Perbaikan sarana dan prasarana memudahkan wisatawan menuju ke Dieng,” katanya

Wabup memberikan apresiasi untuk penyelenggaraan DCF secara virtual. Dia menilai hal tersebut merupakan wujud semanagat berkarya serta kreativitas penyelenggara kegiatan di tengah pandemi yang masih berlangsung. (amar)

Artikel Terkait…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *