19 Oktober 2020 Jam 17:38

Forkopimda Gelar Deklarasi Damai, Bupati : Banjarnegara Adem Ayem

BANJARNEGARA – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Banjarnegara bersama para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus, hari ini, Senin (19/10/2020) melakukan deklarasi damai. Kegiatan yang digelar di Aula Sasana Bhakti Praja Setda Banjarnegara ini diinisiasi oleh Kapolres Banjarnegara.

Deklarasi ditandai pembacaan naskah deklarasi damai oleh Bambang Prawoto Sutikno dari Forum Komunikasi Antar Umat Beragama (FKUB) mewakili peserta, dan penandatanganan kesepakatan bersama. Dari Forkopimda sendiri hadir antara lain Bupati Budhi Sarwono, Kapolres AKBP Fahmi Arifrianto, Dandim 0704/WK Letkol Arh Sujeidi Faisal, Ketua DPRD Ismawan Setyo Handoko. Juga pejabat dari Kejaksaan Negeri, Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Agama Banjarnegara.

Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto mengatakan, deklarasi damai dilakukan sebagai upaya menjaga situasi Kamtibmas Banjarnegara semakin kondusif sekaligus bentuk kepedulian semua elemen masyarakat untuk selalu guyub rukun.
“Kami berharap para tokoh di Banjarnegara ikut memberikan pencerahan dan arahan kepada masyarakat, sehingga akan tetap tercipta Kamtibmas di masa pandemi Covid-19, dengan begitu ekonomi tetap berjalan guna mendukung peningkatan taraf hidup masyarakat,” kata Fahmi.

Adapun Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, deklarasi ini merupakan bentuk keguyuban dan kekompakan pemerintah bersama tokoh masyarakat dan agama.
“Deklarasi ini tidak menakutkan, Banjarnegara itu adem ayem kok, ndak ada apa-apa. InsyaAllah damai, tinggal kami Forkopimda melayani masyarakat dengan baik saja,” katanya.

Selanjutnya Bupati juga meminta semua komponen di Banjarnegara untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Layani masyarakat dengan baik, jangan sampai masyarakat cemas dan ketakutan, insyaallah dengan begitu Banjarnegara damai. Banjarnegara tetap sehat dan produktif, protokol kesehatan tetap, tapi kerja juga jalan terus. Harus semangat, agar pertumbuhan ekonomi tetap jalan” ujar Budhi Sarwono.

Adapun ikrar dalam deklarasi damai tersebut menyebutkan delapan poin yang diantaranya memiliki komitmen untuk tetap mewujudkan Banjarnegara yang kondusif, aman, dan damai. Banjarnegara yang cinta damai dan menolak kerusuhan, tidak menyebarkan kebencian atau menyebarkan berita hoax, mempersiapkan generasi muda yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam deklarasi damai ini juga menolak gerakan massa yang anarkis dan dapat memecah belah bangsa, serta tetap tunduk dan patuh terhadap peraturan perundangan yang berlaku, mendukung langkah tegas pemerintah terkait penindakan pelaku kerusuhan, serta ikut berperan serta dalam pencegahan penyebaran virus Covid-19.

Selengkapnya isi ikrar tersebut adalah sebagai berikut :

Kami warga masyarakat Banjarnegara berikrar
1. Berkomitmen mewujudkan situasi kondusif aman dan damai
2. Cinta Damai menolak kerusuhan dan anti rusuh
3. Tidak akan melakukan penyebaran ujaran kebencian dan berita hoax
4. Bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang menjunjung persatuan dan kesatuan bangsa
5. Menolak adanya pergerakan massa atau demo yang berujung pada anarkisme, perpecahan, pengrusakan, penjarahan, kekerasan, dan aksara khususnya di wilayah Kabupaten Banjarnegara
6. Tunduk dan patuh terhadap peraturan dan undang-undang yang berlaku
7. Mendukung sepenuhnya langkah tegas pemerintah, TNI dan Polri dalam menindak pelaku kerusuhan
8. Ikut berperan serta dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat di wilayah Kabupaten Banjarnegara.
***(mjp)

Artikel Terkait…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *