22 Oktober 2020 Jam 17:13

Apel Siaga, Kewaspadaan Dini Antisipasi Bencana

BANJARNEGARA – Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kabupaten Banjarnegara, hari ini, Kamis (22/10/2020) menggelar apel siaga bencana di jalan utama kompleks alun-alun kota Banjarnegara.
Apel ini diikuti 600 personel dari unsur Pemkab (BPBD, Satpol PP, Dinsos, Dinhub), TNI, Polri, unsur kesiapsiagaan bencana (SAR, PMI, Linmas, Damkar), serta relawan terlatih seperti desa tangguh bencana (tagana).

Apel dipimpin oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, dengan dihadiri langsung antara lain Dandim 0704/WK, Letkol Arh Sujeidi Faisal, Kapolres AKBP Fahmi Arifrianto, Kajari Sigid J Pribadi, Kepala Pengadilan Negeri Rudito Surotomo dan unsur Forkopimda lainnya.

Bupati Budhi Sarwono dalam amanatnya mengatakan, apel siaga bencana dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah dalam antisipasi penanggulangan bencana, terutama dalam memasuki musim penghujan, hal ini dikarenakan 75 persen wilayah Banjarnegara merupakan daerah rawan bencana, khususnya tanah longsor.
“Hingga jelang akhir Oktober ini, sudah terjadi 101 kejadian tanah longsor, 2 kali bencana banjir, 21 kejadian angin kencang, dan 26 kasus kebakaran. Untuk itu, kita perlu meningkatkan kewaspadaan semua pihak,” kata Bupati.

Menurut bupati, meski bencana masih dalam skala kecil, kesiagaan dan pengecekan peralatan harus dilakukan, sehingga saat terjadi bencana, semua komponen sudah siap. Tidak hanya petugas, tetapi juga peralatan pendukung.
“Peralatan dan kesiapan ini sudah cukuplah, yang kita harapkan bencana tidak terjadi di Banjarnegara ini. Namun kita terus berupaya sekuat tenaga untuk pengoptimalkan potensi yang ada,” katanya.

Untuk itu Bupati mengetuk pihak swasta terutama korporasi untuk ikut ambil bagian dalam penanganan bencana. Dia juga mengucapkan terima kasih pada pihak swasta yang selalu peduli jika bencana terjadi.
“Penanggulangan bencana merupakan tanggungjawab bersama. Kami atas nama pemerintah mengucapkan terima kasih, karena banyak pihak swasta yang peduli jika ada bencana, terutama pengerahan alat-alat berat. Itu sangat membantu,” imbuhnya.

Bupati bersama Forkopimda kemudian mengecek pasukan dan seluruh perlengkapan dan peralatan siaga bencana. Dandim 0704/WK, Letkol Arh Sujeidi Faisal saat mendampingi bupati mengatakan, Kodim 0704/Wijayakusuma telah menyiagakan satu satuan setingkat pleton atau 350 prajurit yang siap diterjunkan jika terjadi bencana.
“Untuk itulah apel ini digelar, yakni memantapkan sinergitas semua pihak, mulai dari Pemkab TNI, Polri, serta relawan. Kami dari TNI tentunya siap siaga, sudah ada satu satuan setingkat pleton. Doakan ya Banjarnegara tidak ada bencana,” komentarnya singkat.

Sementara itu, Kapolres Banjarnegara AKBP Fahmi Arifrianto mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan 3 pleton pasukan satgas bencana.
“Kepolisian juga menyiapkan fasilitas ambulan, anjing pelacak jenis Cadaver yang punya keahlian khusus SAR, untuk membantu mengevakuasi korban, termasuk armada roda empat dan dua sudah kami siagakan,” kata Fahmi.

Adapun Kepala BPBD Banjarnegara, Aris Sudaryanto, mengatakan pihaknya beserta jajaran dan jaringan relawan selalu siaga jika terjadi bencana.
“Setiap saat kita lakukan pemantauan, baik patroli langsung maupun komunikasi dengan ujung tombak informasi dan relawan di desa. Ini sebagai langkah anisipasi. Harapannya, Banjarnegara tetap aman dan tidak terjadi bencana,” katanya.

Aris juga mengimbau bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor untuk berhati-hati, terutama jika hujan turun.
“Bagi warga yang rumahnya di dekat tebing, alangkah baiknya mengungsi dulu, dan kaum laki-laki harus menggiatkan ronda malam,” pungkasnya.***(mjp)

Artikel Terkait…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *