23 September 2021 Jam 16:35

Satpol PP Tinjau Simulasi PTM dan Sosialisasikan Tanggap Bencana di Sekolah

BANJARNEGARA – Dalam rangka sosialisasi kewaspadaan bencana di lingkungan pendidikan, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Banjarnegara, Rabu (22/9/2021) mengunjungi beberapa sekolah. Kunjungan tersebut juga untuk meninjau pelaksanaan Simulasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) tahap II di wilayah Kabupaten Banjarnegara.

Dalam kunjungannya ke SMAN 1 Sigaluh,  tim Satpol PP Banjarnegara terdiri dari Sekdin Purwanto SE, M. Si, Kabid Trantibum Tranmas, Eko Ratno Sugiyanto, SH dan Kasi Pemadam Kebakaran Freyana Kusuma SIP, menyampaikan, pandemi Covid 19 yang telah melumpuhkan banyak sektor, termasuk pendidikan, mustinya menyadarkan sekolah untuk senantiasa siap menghadapi bencana apapun.

Menurut Eko Ratno, untuk menghadapi Covid-19, rata-rata sekolah sudah cukup siap dengan protokol kesehatan.

“Hari ini kita memantau tiga sekolah, jenjang SD, SMP dan SMA. Mereka terlihat siap, sudah melaksanakan prokes dengan baik. Hanya sebagaimana bidang yang saya kerjakan, beberapa belum siap dalam antisipasi bencana lain seperti kebakaran. Ini tentu menjadi catatan, bahwa sebagai institusi pelayanan publik, tentu harus siap menghadapi bencana apapun,” ujar Eko.

Adapun Kasi Damkar, Freyana Kusuma, menambahkan, tidak hanya dari sisi sarana prasarana, sekolah juga perlu mempersiapkan SDM yang memiliki pengetahuan teknis tanggap bencana.

“Kami menghimbau agar sekolah-sekolah juga dapat melakukan kegiatan simulasi bencana seperti gempa bumi atau kebakaran. Agar sewaktu-waktu terjadi bencana, tidak hanya panik, namun dapat secara efektif menghadapi bencana,” imbuhnya.

Kepala SMAN 1 Sigaluh Ibnu Rohmadi mengaku sekolahnya memang belum pernah melakukan simulasi bencana kebakaran, namun pihaknya berjanji akan segera melakukannya.

“Kita pernah melakukan pelatihan siaga bencana longsor karena sebagian besar siswa kita berada di zona rawan longsor, juga simulasi gempa bumi. Untuk kebakaran memang belum. Tentu akan kami laksanakan pelatihan dan simulasi agar sekolah kami menjadi sekolah siaga bencana. Sementara ini kami fokus menghadapi Covid 19 dahulu,” pungkas Ibnu. (mjp/kominfo)

Artikel Terkait…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *