19 September 2022 Jam 09:30

Dewan Setujui Raperda APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022, Pj Bupati: Semoga Memenuhi Harapan dan Kebutuhan Masyarakat

Penyampaian pendapat akhir semua fraksi dan penyerahan dokumen persetujuan oleh Ketua DPRD Banjarnegara, Ismawan Setya Handoko kepada Pj Bupati Banjarnegara, Tri Harso Widirahmanto pada Rapat Paripurna di Sasana Bhakti Praja Setda, Senin (19/9), menandai disetujuinya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD Perubahan Tahun Anggaran 2022.

Pj Bupati Tri Harso menyampaikan, perubahan tahun ini perlu dilaksanakan karena ada kondisi untuk mengakomodir perubahan-perubahan prioritas anggaran.

Kondisi tersebut terjadi dari sisi pendapatan maupun belanja daerah, diantaranya perhitungan ulang atas proyeksi penerimaan PAD dan belanja daerah serta penerimaan dana transfer.

Pada kesempatan ini Tri Harso berterima kasih kepada segenap pimpinan dan anggota DPRD Banjarnegara dan memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bersinergi dalam membahas Raperda tersebut. Selanjutnya, Pemkab akan berupaya semaksimal mungkin mengakomodir semua saran dan masukan baik yang disampaikan oleh komisi, fraksi serta Badan Anggaran (Banggar) yang ada di DPRD.

“Semoga APBD perubahan 2022 yang telah disetujui bersama ini dapat memenuhi harapan dan kebutuhan masyarakat,” katanya

Lebih jauh dia mengatakan, pada pos belanja daerah Pemkab melakukan realokasi dan refocusing untuk meningkatkan efektifitas APBD melalui peningkatan realisasi belanja dan dalam rangka mendukung program pemerintah pusat, salah satunya satunya adalah penerapan PMK No.134 Tahun 2022 tentang belanja wajib dalam rangka penanganan dampak inflasi.

“Kita mengalokasikan Rp.4,7 Miliar untuk bantuan sosial serta operasi pasar pada kelompok masyarakat yang rentan terdampak inflasi akibat pengalihan subsidi BBM,” jelasnya

Pada pendapatan daerah, lanjutnya, secara agregat mengalami peningkatan sebesar 0,49% atau sebesar Rp.10.286.222.117 dari anggaran saat penyerahan sebesar Rp.2.096.974.764.772 menjadi Rp.2.107.260.986.889.

Menurutnya, perubahan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti, peningkatan pendapatan daerah melalui penghitungan ulang pajak daerah dan lain-Lain PAD yang sah. Serta peningkatan Pendapatan Transfer melalui adanya Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 127/PMK.07/2022 tentang penetapan kurang bayar dan lebih bayar dana bagi hasil pada tahun 2022.

Sedangkan untuk belanja daerah, secara agregat
mengalami kenaikan sebesar Rp.10.286.222.117 atau meningkat 0,48% dari anggaran penyerahan yang sebesar Rp.2.155.249.473.038 menjadi Rp.2.165.535.695.155.

“Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain, kenaikan belanja operasi dan belanja modal, serta belanja transfer,” ujarnya

Disamping itu, penerimaan pembiayaan pada APBD perubahan tahun anggaran 2022 direncanakan tetap seperti pada saat penyerahan yaitu sebesar Rp.84.424.708.266. Begitupula dengan pengeluaran
pembiayaan diproyeksikan sama dengan saat
penyerahan yaitu sebesar Rp.26.150.000.000. (amar/bagas)

Artikel Terkait…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *