16 September 2022 Jam 13:46

PMI Banjarnegara Latih Kader Kesehatan Desa sebagai Pilot Project Penanganan Stunting dan Masalah Kesehatan

BANJARNEGARA – Sedikitnya 32 relawan dan kader kesehatan desa Kecepit, Kecamatan Punggelan dilatih kesiapsiagaan pertolongan pertama berbasis masyarakat (KPPBM).
Kegiatan yang dilaksanakan pada 16-18 September 2022 di aula balai desa Kecepit tersebut merupakan program penguatan kapasitas bagi kader dan relawan desa yang digagas oleh PMI Kabupaten Banjarnegara.
Ketua PMI Kabupaten Banjarnegara Amalia Desiana melalui ketua bidang pendidikan pelatihan dan relawan Agus Sutanto mengatakan, pelatihan kesiapsiagaan pertolongan pertama berbasis masyarakat merupakan program pertama yang dilaksanakan oleh PMI.
“Ini merupakan pilot project dalam rangka peningkatan kapasitas dan kader di desa sebagai upaya membantu pemerintah dalam bidang pelayanan,” ujarnya.
Lebih jauh dia menjelaskan, KPPBM merupakan program yang bersinergi dengan Dinas Kesehatan dalam upaya penanganan angka stunting serta penurunan angka kematian ibu dan bayi.
“Kami berharap, program ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, dan ilmu yang disampaikan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari terutama jika terjadi keadaan darurat,” lanjutnya.
Sementara itu Kepala desa Kecepit Suharno menyampaikan terima kasih kepada PMI Kabupaten Banjarnegara yang telah memberikan kepercayaan dan memberikan program pelatihan tersebut kepada warganya.
“Kami berharap, kader dan relawan desa dapat menyerap ilmu yang diberikan dan memperkaya khasanah pengetahuan untuk ditularkan kepada masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, upaya pemberdayaan kader kesehatan dan relawan desa juga terus dioptimalkan dalam upaya bergerak bersama pemerintah desa dan unsur terkait untuk menciptakan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Dalam pelatihan tersebut peserta diberikan beberapa materi dari fasilitator Dinas Kesehatan, Puskesmas dan PMI Kabupaten Banjarnegara.
Beberapa materi yang disampaikan antara lain kepalangmerahan, strategi penurunan AKI dan AKB, desa siaga, pertolongan pertama, pemetaan desa, transek walk dan autopsy verbal.
Selanjutnya yakni audit maternal, neonatal, peran gender, perawatan keluarga, PLA, promosi kesehatan, dan rencana aksi.*

Artikel Terkait…

0 Komentar

Kirim Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.