Perusahaan Diminta Bina Olahraga Melalui CSR

BANJARNEGARA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banjarnegara berupaya agar pembinaan olahraga di Kabupaten Banjarnegara turut dibantu oleh kalangan swasta pada 2016 ini.
Perusahaan-perusahaan yang ada diminta berpartisipasi terhadap perkembangan olahraga di Banjarnegara melalui program corporate social responsibility (CSR).

Sekretaris KONI Banjarnegara Agus Prasetyo mengatakan, untuk meningkatkan prestasi olah raga butuh peran serta dari pihak swasta, mengingat keterbatasan anggaran dari dana APBD.

“Selain pembinaan intensif dari KONI melalui pengcab olah raga, pembinaan olah raga prestasi sangat membutuhkan sentuhan dana dari perusahaan swasta melalui program CSR,” kata Prasetyo kemarin.

Agus menambahkan saat ini baru ada beberapa perusahaan yang ikut memberikan dukungan kepada prestasi olah raga, namun sifatnya baru membantu dan sifatnya insidentil saat mengikuti turnamen atau lomba.

“Kami berharap pada tahun mendatang dunia usaha bisa membantu pengembangan olahraga sehingga prestasi olahraga di Kabupaten Banjarnegara bisa terangkat,” lanjut Prasetyo

Pada 2016 ini, KONI Kabupaten Banjarnegara akan semakin intensif untuk berkoordinasi dengan cabang olahraga dalam rangka persiapan mengahdapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2018 di Kota Tegal. KONI berharap dengan persiapan panjang dan dukungan dari berbagai pihak agar mampu mendongkrak posisi Kabupaten Banjarnegara  pada perolehan medali.

“Kami berharap persiapan yang lebih lama dan matang serta dukungan dari berbagai pihak bisa melahirkan prestasi yang terbaik,” tambah Prasetya.

Terpisah, Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo mengaku sangat mendukung usaha KONI untuk mencari pendanaan CSR.Sutedjo mengatakan, di Banjarnegara  banyak perusahaan besar yang bisa memberi kontribusi pengembangan olahraga di Kabupaten Banjarnegara. “Perusahaan juga kami dorong untuk memberikan CSR pengembangan olahraga. Kepedulian perusahaan dalam pengembangan olahraga sangat diperlukan di era sekarang ini,” kata Sutedjo.

Menurutnya, pengembangan olahraga tidak boleh hanya bertumpu pada pendanaan pemerintah. Sebab, jika mengandalkan pendanaan dari pemerintah saja saat pendanaan tidak cair, pembinaan olahraga otomatis ikut berhenti.

“Bila ada dukungan dari pihak ketiga, seperti sektor swasta misalnya, pembinaan olahraga tidak mandek total bila tidak mendapatkan kucuran dana,” lanjut Sutedjo.

Sesuai UU No 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, lembaga pemerintah dan swasta berkewajiban memberikan dukungan penuh untuk pengembangan olahraga. “Termasuk diantaranya memberikan pendanaan kepada induk olahraga,” pungkas Sutedjo. (**anhar)

новинки кинематографа
Машинная вышивка, программа для вышивания, Разработка макета в вышивальной программе, Авторский дизайн