Sat08242019

Last updateFri, 23 Aug 2019 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Pendidikan Cinta, Kesabaran, dan Profesional Bekal Utama Jadi Guru TK

Cinta, Kesabaran, dan Profesional Bekal Utama Jadi Guru TK

BANJARNEGARA – Guru Taman Kanak-Kanak bukan profesi ringan sebab berbeda dengan guru-guru di jenjang sekolah lain, yang dihadapi Guru-guru TK adalah anak-anak kecil usia 2 – 6 tahun. Fase usia ini merupakan fase emas pembentukan otak anak yang menjadi peletak dasar bagi perkembangan anak selanjutnya. Oleh karena itu, sebagai guru TK harus memiliki bekal cinta, kesabaran, dan keilmuan yang mumpuni. Demikian disampaikan oleh Wabup Drs. Hadi Supeno, M. Si., Kamis (04/08) di hadapan peserta halal bi halal Ikatan Guru Taman Kanak Kanak Indonesia (IGTKI) PGRI di Balai Budaya.

“Menjadi guru TK itu wajib menjalaninya dengan rasa cinta pada anak. Sebab yang dihadapinya sehari-hari adalah anak-anak dengan segala tingkah laku dan karakter anak-anak yang dimilikinya. Tanpa rasa cinta, seorang guru TK tidak akan pernah berhasil menjalani profesinya. Apalagi jika tujuannya menjadi guru TK adalah kaya raya atau hidup mewah, jelas guru tersebut sudah tersesat” katanya.
Seorang guru TK juga harus memiliki kesabaran lebih sebab yang dihadapinya adalah anak-anak kecil dengan berbagai tingkahnya.  Ada yang masih suka ngambek, ada yang masih rewel, penakut, namun ada yang berani, dan kadang nakal. Semua karakter anak-anak tersebut harus dibimbing dengan pendekatan khusus. Tidak bisa mereka diberlakukan seperti anak-anak remaja ataupun dewasa. Karena itulah, seorang guru TK yang baik harus juga seorang guru TK yang professional.
“Semakin rendah usia anak didik, semakin sulit untuk mendidiknya. Disinilah pentingnya guru TK yang professional agar tumbuh kembang anak dapat berkembang sebagaimana adanya” katanya.
Penting untuk diperhatikan bagi guru-guru TK, bahwa Taman Kanak-Kanak atau yang dalam istilah bahasa Inggris adalah Kindergarden penekannya adalah pada kata Taman Bermain. Sehingga pada usia tersebut adalah salah jika memaksa anak untuk belajar membaca atau berhitung.
“TK bukan sekolah. TK adalah taman. Karena itu anak harus senang. Di tingkat ini anak-anak dikenalkan pada konsep jujur dan disiplin dengan cara bernyanyi dan bermain. Karena itu salah bila ada TK yang mengajarkan anak membaca dan berhitung saat baru masuk. Bukannya bikin senang malah bikin stress anak” katanya.
Kabid TK dan SD pada Dindikpora, Hendro Cahyono, SE., M. Si menambahkan jumlah TK di Banjarnegara ada 313 sekolah. Baik negeri mapun swasta. Pembelajaran pada fase pendidikan anak usia dini umur 0 – 6 tahun ini, anak belum boleh  diajari membaca menulis dan berhitung. Kalaupun diajari harus dengan cara permainan.
“Intinya, pembelajaran di PAUD itu dilaksanakan sambil bermain dan belajar” katanya.
Ketua Panitia Halal bil Halal IGTKI PGRI, Suwarni, S. Pd. PAUD mengatakan kegiatan halal bi halal ini merupakan agenda tahunan organisasinya. Tujuannya untuk mempererat silaturahmi antara anggota dan juga dimanfaatkan untuk pembinaan oleh narasumber dari Wakil Bupati dan juga pejabat Dindikpora terkait.
“Peserta kegiatan berjumlah 400 orang terdiri dari pengurus dan juga anggota yang berasal dari seluruh Kabupaten” katanya.  (**--eko br)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan