200 Mahasiswa ISI Selesaikan KKN

BANJARNEGARA-Setelah 35 hari melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), sebanyak 200 mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ditarik kembali. Selama menjalankan KKN pengembangan seni dan budaya mereka telah melakukan beragai kegiatan, dan yang paling utama adalah saat perayaan HUT RI dan hari jadi Kabupaten Banjarnegara ke -185 di Desa-desa dan kelurahan lokasi KKN.

“Selama KKN teman-teman mahasiswa banyak memberikan pelatihan seni tari, seni melukis, seni drama atau teater, seni karawitan, seni pedalangan, seni kriya, seni batik dan berbagai kegiatan seni lainnya,”kata Kepala Bappeda Mulyanto.

Mulyanto menambahkan 200 mahasiswa ditambah 10 dosen melaksanakan KKN di 20 desa di 5 kecamatan, yaitu kecamatan batur, Kecamatan Banjarnegara, Kecamatan Mandiraja, Purwareja Klampok dan Kecamatan Susukan.

Bupati Banjarnegara Sutedjo Slamet Utomo pada kesempatan tersebut mengatakan meski singkat namun Bupati berharap mahasiswa mendapatkan banyak tambahan pengalaman bagi para mahasiswa dan mengaplikasikan ilmunya yang diperoleh di bangku kuliah.

“Meskipun telah berakhir masa KKN namun saya berharap masih terjalin kerjasama dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Sutedjo.

Kepada Kepala Desa dan Camat Bupati juga meminta agar masyarakatnya bisa memanfaatkan dan memelihara serta mengembangkan hasil-hasil yang telah dicapai para mahasiswa sehingga bisa menjadi nilai tambah bagi masyarakat disekitar lokasi KKN.

Lebih lanjut Bupati Sutedjo juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang telah banyak membuat warna pada hari jadi kabupaten Banjarnegara ke-185.

“Banyak kegiatan seni yang di berikan mahasiswa ISI pada hari jadi Kabupaten Banjarnegara, melalui berbagai pagelaran yang dilakukan di berbagai lokasi KKN, kami mengucapkan terima kasih, semoga kegiatan ini terus dilanjutkan dan dikembangkan,” lanjutnya.

Sementara rektor ISI Surakarta Sri Rohana Widiastutiningsih berharap mahasiswa bisa belajar banyak dan mampu menyerap aspirasi dari masyarakat, sehingga ketika terjun di masyarakat tidak lagi menemui kesulitan.

“Mahasiswa harus bisa belajar banyak dan mampu menggali budaya lokal dan seni budaya dan bisa menumbuhkembangkan seni dan budaya disini,”katanya.(**anhar)

новинки кинематографа
Машинная вышивка, программа для вышивания, Разработка макета в вышивальной программе, Авторский дизайн