Sun08182019

Last updateFri, 16 Aug 2019 8am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Warga NU Deklarasi Anti HOAKS

Warga NU Deklarasi Anti HOAKS

Banjarnegara – Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono, Rabu (06/02/2019) menghadiri Peringatan Harlah Nahdlatul Ulama (NU) ke-93 di Gedung Aswaja Parakancanggah Banjarnegara.

Hadir bersama bupati antara lain : Kapolres, Ketua DPRD Banjarnegara dan perwakilan Forkompinda, Kepala Kemenag Banjarnegara, Sekretaris Daerah, Kepala Kantor Kesbangpollinmas, dan undangan lain. Dari NU hadir rais ‘am, ketua tanfidziah, ketua badan otonom organisasi, Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU IPPNU, Pagar Nusa, ketua MWC, ketua ranting beserta pamongnya. Sekitar 7000 pengunjung  memadati lantai 1 dan 2 Gedung Aswaja yang pembangunannya baru sekitar 60 persen.

Ketua panitia H Sumarna, S Ag MM dalam laporannya mengatakan peringatan harlah (hari lahir) NU di Banjarnegara ini sedianya dirayakan bertepatan dengan hari lahir NU tanggal 31 Januari, namun hari itu bersamaan dengan peringatan di tingkat pusat sehingga baru terselenggara hari ini.

Sementara itu Ketua PCNU Banjarnegara KH Zahid Khasani M.Pdi memimpin hadirin untuk mengucapkan ikrar menyatakan menolak hoaks, fitnah, dan ghibah yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan bangsa.

Ikrar tersebut antara lain menyatakan bahwa NU dengan tegas menolak hoaks, fitnah, dan ghibah yang dapat memicu perselisihan dan perpecahan bangsa. membudayakan menyaring informasi sebelum menyebarkannya. NU bertekad untuk selalu berpikir positif demi persatuan bangsa, serta setia kepada Pancasila dan melindungi NKRI.

“Warga NU harus mampu memberikan semangat untuk berhidmat, memperkuat ukhuwah, persatuan kesatuan. Bersama NU kita tebarkan Islam yang ramah, menjaga NKRI demi keutuhan bangsa sesua tema harlah kali ini,” katanya.

Dengan bersatu, lanjutnya, Bangsa Indonesia akan mampu menghadapi tantangan baik intern maupun ekstern. 

“Tetaplah bersatu manunggal menjadi satu, Insyaallah kalo bersatu menghadapi apa pun tetap berjalan. Ayo kita merapatkan barisan,” imbuhnya.

Budhi Sarwono dalam sambutannya mengapresiasi deklarasi Nahdlatul Ulama yang menolak kabar bohong atau hoaks, fitnah, dan ghibah atau ujaran kebencian. Menurut Budhi, gerakan ini sangat baik untuk Indonesia yang tengah menghadapi gempuran hoax di tahun politik.

"Ini adalah wujud perlawanan terhadap banyaknya hoaks yang ada di media sosial yang tujuannya ingin memecah belah bangsa dan umat," kata dia usai menyaksikan deklarasi tersebut.

Menurut Budhi Sarwono, langkah NU bisa menjadi contoh bagi organisasi lainnya. "Ini bagus sekali kalau semua elemen, semua ormas, seluruh kelompok yang ada di daerah, di tanah air, semuanya menyampaikan menyatakan anti hoaks," ujarnya.

Bupati menambahkan jika deklarasi seperti ini akan membantu setiap warga NU membangun pola pikir yang produktif, konstruktif, dan positif. 

"Ini akan menjadi bagian dari fondasi untuk menjadi bangsa yang besar kokoh kuat dan berkemajuan," katanya.

Ia mengingatkan, gerakan hoaks saat ini sudah diatur pemerintah dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Tindakan menyebar hoaks bisa dijatuhkan sanksi sesuai beleid tersebut. Dia mengatakan, fitnah dan ghibah pun ada sanksinya. "Ada sanksi yang bersifat spiritual," katanya.

Acara ditutup dengan hikmah pengajian bersama Al mukarom KH Said Asrori rois syuriah PBNU. Dalam ceramahnya ia mengajak warga NU untuk terus mengembangkan Islam yang penuh keramahan dan cinta damai, bukan Islam yang penuh kemarahan atau menganggap benar sendiri. Dengan begitu NU dan umat Islam akan semakin maju, istikomah dan ngrembaka. (Muji Pras/dinkominfo_bna) *

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan