Mon05202019

Last updateMon, 20 May 2019 1pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Tahun 2020, Banjarnegara Tidak Ajukan Bantuan Anggaran ke Provinsi

Tahun 2020, Banjarnegara Tidak Ajukan Bantuan Anggaran ke Provinsi

Banjarnegara - Kabupaten Banjarnegara tidak mengajukan atau mengusulkan kegiatan baru untuk dibiayai melalui bantuan keuangan provinsi untuk tahun 2020. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono saat menyampaikan paparan dan usulan pada kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan wilayah (Musrenbangwil) se-eks karesidenan Banyumas di Pendopo Dipokusumo Purbalingga Selasa 12 Maret 2019.

Di awal sambutan Budhi Sarwono mengucapkan terima kasih dan memuji kepemimpinan Gubernur Ganjar pranowo serta prestasi Jawa Tengah yang berhasil mendorong pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3% di tahun 2018, yang lebih tinggi dari rata-rata nasional sebesar 5,1%

"Dengan membaiknya pertumbuhan ekonomi dan indikator lain seperti tingkat pengangguran, IPM, kualitas infrastruktur serta turunnya angka kemiskinan membuat kita semakin yakin bahwa Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari akan segera terwujud," sambutnya.

Namun kemudian Bupati Banjarnegara ini menyatakan tidak akan mengajukan bantuan keuangan provinsi, dimana hal ini Ini bertolak belakang dengan 3 kabupaten lain yakni Purbalingga, Cilacap dan Banyumas yang sudah mengajukan sederet kegiatan kepada provinsi dalam paparan sebelumnya.

"Dengan segala hormat, saya sampaikan bahwa pada tahun anggaran 2020 Kabupaten Banjarnegara tidak akan mengusulkan kegiatan baru untuk dibiayai melalui bantuan keuangan provinsi. Kami konsisten dengan menimbang usulan perencanaan yang sudah diajukan melalui usulan musrenbangwil tahun 2018 lalu di Cilacap," imbuhnya.

Seketika tepuk tangan riuh bergemuruh di pendapa Dipokusumo Kabupaten Purbalingga itu. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo sempat kaget dengan sikap Bupati Banjarnegara yang tegas dan lugas itu.

Secara terpisah, kepada media Budhi Sarwono mengungkapkan, sikapnya itu sesuai dengan komitmen perencanaan yang sudah matang disusunnya bersama tim pembangunan Pemkab Banjarnegara.

"Banjarnegara ini kan sedang berkomitmen dengan sungguh-sungguh dalam perencanaan pelaksanaan serta pengawasan Pembangunan. 

Kabupaten Banjarnegara  bersama-sama Purbalingga, Wonosobo Banyumas dan Kebumen  serta beberapa daerah lain di Jawa Tengah masih berada di zona merah kemiskinan. Ini membutuhkan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk melaksanakan program pembangunan  yang benar-benar efektif dalam menurunkan kemiskinan dan mengangkat harkat serta martabat saudara-saudara kita  yang masih hidup di bawah garis kemiskinan," imbuhnya.

"Semua kegiatan pembangunan kita rencanakan dengan matang beserta DED serta rincian anggarannya.

Namun seringkali program pembangunan yang kita ajukan ke provinsi tidak membuahkan hasil yang diharapkan, jauh dari perencanaan yangbkita buat dengan matang. Namun hal ini berbeda dengan alokasi anggaran untuk daerah lain," lanjutnya.

"Jadi dari pada kami mengajukan lagi sementara pengajuan yang kemarin kemarin saja belum dicukupi, lebih baik kami menyatakan untuk tahun 2020 tidak mengusulkan kegiatan baru kepada APBD provinsi."

"Kami optimistis APBD kami akan mampu mencukupi kebutuhan daerah kami sendiri. Banjarnegara sudah bertekad untuk mengedepankan kemandirian, untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan sejahtera," pungkasnya.

Kegiatan musrenbangwil itu dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar pranowo, anggota Forkompinda provinsi para Kepala Daerah dan Forkompinda se-eks karesidenan Banyumas dan jajarannya, serta tokoh ormas lainnya. *

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan