Mon05202019

Last updateMon, 20 May 2019 1pm

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya SMP Negeri 1 Bawang Gelar Event Kolosal “Pelajar Membatik”

SMP Negeri 1 Bawang Gelar Event Kolosal “Pelajar Membatik”

BANJARNGARA - SMP Negeri 1 Bawang Banjarnegara menggelar event kolosal "Pelajar Membatik" yang diikuti sekitar 300 peserta dari lingkungan siswa setempat. Kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari dimulai Selasa (12/3/2019) di halaman sekolah mulai pukul 08.00 – hingga 12.00 WIB.

Kepala SMP Negeri 1 Bawang Rita Khotijah dalam sambutan pembukaannya mengatakan sangat gembira dan mendukung kegiatan ini bisa terwujud. “Ini adalah kegiatan yang sangat positif, karena belajar membatik dapat menjadi sarana mewujudkan kecintaan terhadap Banjarnegara serta  kepedulian terhadap pelestarian seni dan budaya bangsa," sambut kepala sekolah. 

Kegiatan ini digelar tepat sehari seusai pelaksanaan penilaian tengah semester. Selain untuk sarana belajar dan menumbuhkan gerakan literasi sekolah juga sebagai sarana refreshing siswa setelah sepekan mereka konsentrasi belajar untuk menghadapi PTS. "Jadi ini kegiatan yang sangat positif seusai pelaksanaan penilaian tengah semester atau PTS  bagi kelas VII dan VIII,” ungkap Rita.

Menurut Rita, batik merupakan salah satu aset budaya bangsa Indonesia yang sangat membanggakan dan harus dilestarikan. 

“Siapa yang tidak kenal dengan pakaian budaya yang satu ini. Bahkan dalam setiap acara penting, pakaian batik sudah menjadi pakaian resmi dan bergengsi. Bukan cuma rakyat kalangan rakyat jelata yang biasa mengenakannya, bahkan petinggi negara termasuk Presiden Republik Indonesia juga sering memakainya, jadi sedini mungkin siswa harus dikenalkan dengan batik dan juga cara membatiknya,” imbuh Rita.

Senada dengan itu guru seni budaya, Mesthi Wedhayanti,  menambahkan, dirinya juga gencar mensosialisasikan batik kepada para siswa karena batik Indonesia sudah masuk dalam representatif budaya tak benda warisan manusia UNESCO. Sejak didaftarkan ke UNESCO pada 3 September 2008, baru diterima secara resmi oleh badan dunia tersebut pada 9 Januari 2009. 

“Setelah dilakukan pengujian secara tertutup oleh para ahli di Paris pada 11-14 Mei 2009. Akhirnya UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Jadi sebagai bangsa Indonesa harus bangga. Di dunia pendidikan caranya dengan mengenalkan batik sedini mungkin kepada para siswa agar tumbuh rasa cinta pada batik,” tambahnya.

Pada hari pertama, acara dimulai dengan pengarahan umum dilanjutkan membatik pada pola yang sudah disiapkan oleh para siswa dengan media batik kain berukuran 50x60 cm. Hari kedua, akan dilakukan pelorodan warna. Hana Arum seorang siswi kelas VII yang ikut membatik sangat senang mengikuti acara ini.

“Ternyata belajar membatik asyik karena bisa menjalin keakraban dan keseruan antarteman, juga melatih keberanian, ketekunan, dan kesabaran. Saya suka banget,” ujarnya tertawa renyah. ** (muji pras)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan