Fri07192019

Last updateWed, 17 Jul 2019 9am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Beri Bantuan

Kementerian Kelautan dan Perikanan Beri Bantuan

 

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara  menerima kunjungan kerja dari  anggota  Komisi IV DPR RI Ir. KRT. Darori Wonodipuro,MM berasama Dr. Slamet Sobejakto, M.Si. Direktur Jendral Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan.  Dalam rangka memberikan bantuan sarana usaha kelautan perikanan  di Kantor Dinas Pertanian, Perikanan dan Ketahanan Pangan Banjarnegara. (7/4)

Dalam kesempatan kunjungannya anggota komisi IV DPR RI  didampingi Dirjen Perikanan Budidaya , Sekretaris Daerah Banjarnegara , PLT Kepala Dinas Perikanan Dan Kelautan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pertanian Banjarnegara melakukan penebaran bibit ikan Nilem dan Baung  sebanyak 220.000 ekor  di sungai serayu. 

Acara dilanjutkan dengan  dengan edukasi gerakan makan ikan untuk mencegah  stunting  dan penyerahan bantuan sarana prasarana dan pinjaman modal usaha dari Kementerian Kelautan dan Perikanan senilai Rp. 9.055.500.000,- yang diberikan kepada 11  kelompok Pembudidaya Ikan di Banjarnegara, Kebumen dan Purbalingga. 

Bupati Banjarnegara  yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banjarnegara Drs. Indarto , M.Si dalam sambutannya  menyampaikan selamat datang kepada  Dr. Slamet Sobejakto Dirjen Perikanan Budidaya, M.Si dan Ir KRT Daeori Wonodipuro, MM anggota komisi IV DPR RI  beserta rombongan yang telah berkenan melakukan kunjungan ke Kabupaten Banjarnegara.

“Melalui kunjungan kerja ini nantinya akan dapat menyerap berbagai informasi  mengenai permasalahan aktual tentang pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Banjarnegara khususnya di bidang perikanan, dengan harapan kedepan akan dapat dirumuskan kebijakan – kebijakan  yang efektif di tingkat pusat untuk membantu pengentasan ketertinggalan Kabupaten Banjarnegara.”Katanya

Lebih lanjut Indarto mengatakan Kabupaten Banjarnegara telah ditetapkan sebagai kawasan minapolitan dengan sentra pengembangan di kecamatan Rakit, Mandiraja, Purwanegara, Bawang dan Wanadadi ( RAJA PURBAWA) tahun 2014  berdasarkan keputusan menteri kelautan dan perikanan No. 35/KEPMENKP/ 2013 dan keputusan Dirjen perikanan Budidaya No. 35/KEP-DJBP/2014

Data produksi perikanan di kabupaten Banjarnegara  pada tahun 2018 tercatat produksi perikanan budidaya sebesar 29,75 ton dan produksi perikanan tangkap sebesar 1.140 ton. Adapun luas lahan perikanan berdasarkan data potensi daerah adalah seluas 793,99 ha lahan untuk usaha perikanan budidaya dan 1.250 ha perairan umum.

Potensi ini akan dapat memberi dampak positif terhadap daerah, melalui perannya dalam mendorong perekonomian daerah, meningkatnya PAD dan membuka lapangan kerja tanpa mengesampingkan terpeliharanya lingkungan hidup terutama sumber daya perairan. 

Tantangan pembangunan nasional kedepan akan semakin berat terutama dalam mengahadapi  Asean Economic Community atau Masyarakat Ekonomi Asean ( MEA). Masyarakat diharapkan dapat bersaing, bekerja keras dan berinovasi berkelanjutan dari semua pihak, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. 

Sementara itu  Direktur Jendral Perikanan  Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan Dr. Slamet Sobejakto, M. Si.  Menyampaikan Tren kedepan konsumsi makan ikan itu terus akan naik karena masyarakat kedepan akan lebih mengkonsumsi banyak protein dibandingkan dengan kabohidrat . protein yang utama adalah ikan dibandingkan daging merah. “Kenapa  ikan karena ikan menyehatkan dan harganya sangat terjangkau.”

“ Saya sangat bersyukur bahwa Banjarnegara  ini termasuk  penyuplai  produksi perikanan budidaya yang cukup besar, khususnya  produksi ikan nila, lele  dan juga  gurame , kita harapkan terus kita tingkatkan. Terkait dengan konsumsi makan ikan Kabupaten Banjarnegara masih rendah sekitar  21 kg perkapita pertahun,  padahal konsumsi makan ikan Nasional sudah mencapai 50 kg perkapita pertahun sehingga masih ketinggalan cukup jauh.“ 

Tahun 2024 KKP mentargetkan konsumsi makan ikan sebesar 73 kg perkapita pertahun itu artinya bahwa peningkatan produksi dari sektor perikan budidaya  terus akan ditingkatkan. Rata rata pembudidaya ikan secara nasional menurut data BPS  3 juta 300 per bulan kalau pembudidaya di Banjarnegara masih di bawah itu, ini perlu ditingkatkan lagi.“Katanya

Kami harapkan pembudidaya ikan  terus membudidayakan ikan dengan  sebaik mungkin, karena sarana dan prasaranaya sudah ada, sudah ada bantuan  dari bank mikro yang bunganya sangat kecil, dan bantuan  dari pemerintah.

Anggota Komisi IV DPR RI Darori Wonodipuro  mengatakan Banjarnegara adalah  sentranya budidaya luar biasa, tetapi saya melihat  di Dieng masalah Air. Ini krusial sekali masalah air, debit air sungai serayu kalau musim kemarau minus 70 % artinya  apa daerah atas itu tidak ada sumber air yang di lestarikan ini perlu menjadi perhatian. 

Darori mendorong pemerintah kabupaten Banjarnegara untuk  melakukan  penghijauan / rebosisasi  kedepannya . Kami membawa bibit buah- buahan 10 ribu batang untuk di bagikan ke masyarakat  secara geratis  tujuanya untuk melestarikan kawasan lingkungan di sekitarnya dan menambah penghasilan masyarakat. Katanya

“Saya mengingatkan kepada masyarkat bahwa daerah kita adalah daerah yang rawan longsor dan banjir, kalo ada hujan 6- 8 jam berturut turut  tolong waspada.”  Tambahnya (Bgaus / Dinkominfo Banjarnegara)

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan