Sun08252019

Last updateFri, 23 Aug 2019 7am

Video Banjarnegara

Back You are here: Home Berita Sosial Budaya Ratusan Penari Meriahkan Peringatan Hari Tari Dunia

Ratusan Penari Meriahkan Peringatan Hari Tari Dunia

 

“Ng’atiyasa Sang Satria Gathotkaca lan Srikandhi” 

Ratusan penari dari berbagai pelajar dan sanggar di Banjarnegara turut memeriahkan Hari Tari Dunia atau World Dance Day dengan menarikan puluhan jenis tari kreasi dan tradisional di Pendapa Dipayuda Adigraha, 3 Mei 2019. Kegiatan ini digagas oleh Sanggar Raras Irama Banjarnegara. Peringatan hari tari dunia ini dihadiri oleh para kepala dinas, Ketua Dewan Kesenian, pengurus Pepadi, guru seni, dan masyarakat umum.

Pendapa disulap menjadi panggung yang ditata megah dan artistik, kelir wayang digelar sebagai background. Beberapa tokoh wayang dipajang di kelir. Sound system yang mantap dengan tata lighting turut menghidupkan suasana, diiringi penabuh seperangkat gamelan live dari Jaman Grup pimpinan Ki Jhono.

Adapun jenis tari yang dibawakan malam itu antara lain : Tari Gapyak dari Sanggar Raras Irama (juara FLS2N jenjang SD), Tari Kalongking (Sanggar Sekar Shanty), Tari Incling Jangget (Sanggar Mahera), Tari Baswara Nusantara (Sanggar Seni Indah Ceria), Tari Memitran (Sanggar Gilar Patria), Tari Hangesti (Sanggar Ngesti Laras) dan banyak lagi.

Kepala Disparbud Dwi Suryanto mewakili Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono mengatakan, kegiatan memiliki filosofi yaitu budaya adalah kekuatan pariwisata.

“Kegiatan ini baru pertama kalinya diselenggarakan di Banjarnegara. Sangat positif untuk pelestarian budaya dan kemajuan pariwisata,” ujarnya.

Menurut Dwi, peringatan hari tari dunia di Banjarnegara merupakan apresiasi kepada insan tari yang memberikan pergelaran bergengsi yang dapat diikuti oleh insan tari dan penggemar seni.

“Acara ini bukan hanya ajang tari-menari, tapi justru dapat mensinergikan berbagai hal terkait dengan budaya, kerukunan dan industri kreatif,” terangnya.

Sejalan dengan itu, ketua panitia Ki Anom Sarjohno (Dalang Jhono) meminta kepada sanggar-sanggar tari untuk bersatu dan bekerja sama menciptakan karya yang kreatif.

“Semua sanggar seni punya hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti festival dan mengisi acara-acara,” kata Dalang Jhono.

Lebih lanjut ia meminta wakil pemerintah dan hadirin untuk memberi ruang apresiasi kepada seniman Banjarnegara.

“Seniman Banjarnegara besar di luar daerah, tapi kurang dikenal di kampung halamannya. Ini karena iklim di sini kurang menjanjikan buat mereka. Jadi mari kita lihat mereka, hargai keberadaan mereka dengan bijak,” ujarnya.

Menurut Maryati, dari Sanggar Raras Irama, Hari Tari jatuh tanggal 29 April, namun baru terlaksana hari ini karena persiapan yang cukup panjang.

“Kami dari sanggar tari berlatih keras untuk menyajikan yang terbaik. Alhamdulillah hari tari sedunia yang baru pertama kali digelar di Banjarnegara ini sukses dan meriah,” pungkasnya. (Muji Prasetyo/Dinkominfo Banjarnegara).

Wisata

Pariwisata di banjarnegara
Pariwisata
Banjarnegara

Perkebunan

POHON KARET
Perkebunan &
Kehutanan

Pertanian

Potensi
Pertanian

Industri

Potensi Perindustrian di Banjarnegara
Potensi
Industri

Pertambangan

Potensoi Pertambangan
Potensi
Pertambangan